JARINGAN SARAF DAN JENIS-JENIS SEL SARAF BERDASARKAN FUNGSI

Posted by on 19 October 2016 - 9:14 AM

Jaringan saraf adalah jaringan yang disusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf memiliki ciri khas yaitu bentuk yang memanjang dan bercabang. Neuron memiliki kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang dan merespon perubahan lingkungan. Kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf menuju pusat saraf disebut konduktivitas sedangan kemampuan sel saraf untuk merespon perubahan lingkungan disebut iritabilitas. Sesuai dengan namanya, jaringan saraf merupakan jaringan yang menyusun organ-organ pada sistem regulasi atau sistem koordinasi. Sel-sel saraf dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Pada kesempatan ini, Bahan belajar sekolah akan membahas struktur sel saraf dan jenis-jenis sel saraf berdasarkan cara kerja atau fungsinya.

Struktur Sel Saraf

Sel-sel saraf atau neuron terdiri dari badan sel saraf, dendrit, dan akson. Neuron berfungsi sebagai perantara komunikasi antara tubuh dan otak. Sebelum tiba di saraf pusat, rangsangan yang mengenai organ akan melewati neuron terlebih dahulu untuk selanjutnya disampaikan ke saraf pusat.

Fungsi utama dari badan sel saraf adalah untuk menerima dan memberi rangsangan dari dan ke alat-alat tubuh. Badan sel saraf terdiri dari plasma dan inti sel. Plasma sel saraf merupakan cairan sel yang mengandung granula-granula yang disebut badan Nissl. Granula tersebut berasal dari gumpalan retikulum endoplasma.

Bagian sel saraf yang bertugas membawa rangsangan menuju ke badan sel adalah dendrit. Dendrit merupakan kumpulan serabut sitoplasma yang menonjol dari badan sel saraf. Umumnya, dendrit berukuran pendek namun pada sel saraf gerak biasanya dendrit tersebut berukuran cukup panjang.

struktur sel saraf

Akson disebut juga sebagai neurit. Akson adalah sebuah serabut sitoplasma tunggal yang berfungsi untuk membawa rangsang meninggalkan badan sel. Pada beberapa vertebrata, akson diselubungi oleh sel Schwann yang merupakan penyokong akson dan bagian ujungnya memiliki cabang. Di sepanjang akson atau di antara sel Schwann terdapat nodus ranvier yang fungsinya mempercepat rangsangan.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat kita simpulkan fungsi dari tiga penyusun utama dalam struktur sel saraf, yaitu sebagai berikut:
1. Dendrit : membawa rangsangan ke badan sel
2. Badan sel : menerima rangsangan dari tubuh yang dibawa dendrit
3. Akson : membawa rangsangan meninggalkan badan sel

Kumpulan sel saraf membentuk suatu simpul saraf yang disebut ganglion. Kebutuhan nutrisi ganglion dipenuhi oleh sekelompok sel yang diselubungi oleh selubung mielin disebut neuroglia. Pertemuan antara titik ujung akson neuron satu dengan dendrit neuron lainnya disebut sinapsis. Sinapsis inilah yang bertugas meneruskan rangsang dari satu neuron ke nuron lain.

Baca juga : Macam-macam Jaringan Otot dan Fungsinya.

Jenis-jenis Sel Saraf

Berdasarkan cara sel saraf dalam memindahkan rangsangan, sel saraf atau neuron dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sel saraf sensori, sel saraf intermediet, dan sel saraf motorik.

#1 Sel Saraf Sensori
Sel saraf sensori (Neuron Aferen) adalah sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang atau impuls dari organ penerima rangsang atau reseptor ke pusat susunan saraf. Organ yang berperan sebagai penerima rangsang atau reseptor adalah alat indra sehingga sel saraf sensori dikenal juga sebagai sel saraf indra.

Neuron sensori memiliki badan sel yang bergerombol membentuk ganglion. Akson pada sel saraf sensori bertugas membawa rangsangan menuju jaringan saraf pusat. Rangsangan akan dibawa menuju otak atau sumsum tulang belakang.

#2 Sel Saraf Intermediet 
Sel saraf intermediet (Interneuron) adalah neuron multipolar atau berkutub banyak. Interneuron memiliki banyak dendrit dan akson. Sel saraf intermediet berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari sel saraf sensori ke sel saraf motorik. Karena fungsinya tersebut, interneuron disebut juga sebagai neuron asosiasi.

Berdasarkan fungsi spesifiknya, neuron asosiasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Neuron konektor : penghubung neuron satu dengan neuron lainnya
2. Neuron ajustor : penghubung neuron sensorik dan motorik pada otak & sumsum tulang belakang.

#3 Sel Saraf Motorik 
Sel saraf motorik (Neuron Eferen) adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) menuju ke efektor yaitu otot dan kelenjar yang akan melakukan respons tubuh. Dendrit pada neuorn motorik berhubungan dengan akson neuron lain dan aksonnya berhubungan dengan efektor berupa otot atau kelenjar.

Baca juga : Macam-macam Jaringan Ikat dan Fungsinya.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements