MACAM-MACAM JARINGAN EPITEL DAN FUNGSINYA

Posted by on 12 October 2016 - 9:57 AM

Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi tertentu yang sama. Jaringan terbentuk melalui proses spesialisasi, yaitu proses perubahan sel menjadi jaringan. Secara umum, jaringan pada hewan dibedakan menjadi empat jenis yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan epitel atau epitelium adalah jaringan yang melapisi permukaan tubuh sekaligus menjadi pembatas antar rongga tubuh. Jaringan epitelium terbentuk oleh sel-sel memadat yang tersusun menyerupai membran berupa lapisan pipih. Sel-sel penyusun jaringan epitel melekat pada membran dasar yang terbuat dari jaringan ikat. Membran dasar inilah yang menjadi penyokong jaringan epitel. Pada kesempatan ini, Bahan belajar sekolah akan membahas beberapa jenis atau macam jaringan epitel pada hewan.

Macam Epitel Berdasarkan Letaknya

Jaringan epitel merupakan pembatas dan pelapis yang menyelubungi permukaan organ, rongga, ataupun saluran dalam tubuh. Jaringan epitel berada di luar ataupun di dalam tubuh. Oleh karena itu, berdasarkan letaknya di dalam tubuh, jaringan epitel dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu epidermis, mesotelium, da endotelium.

#1 Epidermis
Epidermis adalah jaringan epitelium yang berada di bagian luar dan berfungsi untuk melapisi lapisan luar tubuh. Seperti halnya epidermis pada tumbuhan, epitel ini juga berperan sebagai pelapis organ atau rongga tubuh bagian luar. Epidermis berada di permukaan tubuh dan membatasi lapisan tubuh dengan lingkungan.

#2 Mesotelium
Mesotelium adalah jaringan epitelium yang berada di bagian tengah dalam dan berfungsi untuk melapisi atau membatasi rongga di dalam tubuh. Mesotelium dibentuk oleh sel mesotelial, berupa lapisan tunggal pada rongga serus seperti rongga pleural, rongga perikardial dan rongga peritoneal.

#3 Endotelium
Endotelium adalah jaingan epitelium yang berada di bagian dalam dan berfungsi untuk membatasi organ-organ bagian dalam. Endotelium berperan melindungi jaringan atau organ yang dilapisinya dari kerusakan. Endotelium terbentuk melalui spesialisasi jaringan pada bagian endodermis.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Pembahasan Jaringan Hewan.

Jenis-jenis Epitel Berdasarkan Fungsinya

Tidak hanya berfungsi sebagai pelapis atau pelindung, beberapa jaringan epitel juga memiliki fungsi yang lain. Berdasarkan fungsinya, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu jaringan epitel pelindung, jaringan epitel kelenjar, epitel sensori, dan epitel absorpsi.

#1 Epitel Pelindung
Epitel pelindung atau epitel proteksi adalah jaringan epitel yang fungsinya melindungi rongga atau saluran tubuh yang berhubungan dengan permukaan tubuh. Jaringan epitel pelindung menutupi dan melapisi organ atau rongga dalam tubuh agar terhindar dari kerusakan.

#2 Epitel Kelenjar
Epitel kelenjar atau epitel sekresi adalah jaringan epitel yang fungsinya menghasilkan suatu zat misalnya hormon sekaligus menyekresikannya. Epitel kelenjar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu endokrin dan eksokrin.

#3 Epitel Sensori
Epitel sensori adalah jaringan epitel yang berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor. Jaringan epitel sensori bertugas menerima rangsangan yang dirasakan oleh tubuh. Jaringan ini banyak dijumpai pada ujung saraf sensorik yang berada pada alat indera seperti telinga, lidah, hidung, dan kulit.

#4 Epitel Absorpsi
Epitel absorpsi atau epitel penyerap adalah jaringan epitel yang berfungsi untuk melakukan penyerapan secara aktif. Contoh epitel absorpsi yang terdapat dalam tubuh antaralain epitel pada nefron ginjal dan epitel pada usus.

Macam-macam Epitel Berdasakan Lapisannya

Jika ditinjau berdasarkan jumlah lapisannya, jaringan epitel secara umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jaringan epitel selapis dan jaringan epitel berlapis banyak.

#1 Epitel Selapis
Epitel selapis adalah jaringan epitel yang hanya terdiri dari satu lapisan sel yang sama. Karena hanya tersusun atas selapis sel yang sama, epitel selapis disebut juga sebagai epitel sederhana. Beberapa jaringan epitel yang termasuk epitel selapis antaralain:
1. Epitel pipih selapis
2. Epitel kubus selapis
3. Epitel silindris selapis
4. Epitel silindris berlapis semu

#2 Epitel Berlapis Banyak
Epitel berlapis banyak adalah jaringan epitel yang tersusun atas dua atau lebih lapisan sel. Karena terdiri dari beberapa lapisan sel, epitel berlapis disebut juga sebagai epitel kompleks. Epitel berlapis banyak dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Epitel pipih berlapis banyak
2. Epitel kubus berlapis banyak
3. Epitel silindris berlapis banyak
4. Epitel transisional
5. Epitel kelenjar

Epitel transisional adalah jaringan epitel yang bentuk sel penyusunnya dapat berubah-ubah. Sel-sel pembentuk epitel transisi dapat berubah dari pipih ke kubus. Bentuk sel akan gepeng atau pipih saat jaringan berada dalam kondisi tertekan. Sebaliknya, dalam kondisi tidak tertekan selnya akan berbentuk kubus.

Epitel transisional terdapat pada organ urinari seperti ureter, kantung kemih, uretra, dan bagian dalam ginjal. Ketika kantung kemih penuh, sel-sel epitelnya akan berbentuk pipih. Saat kantung kemih kosong, sel-sel epitelnya akan berbentuk kubus.

Baca juga : Soal Latihan dan Jawaban Jaringan Sistem Organ Hewan.

Macam-macam Epitel Berdasarkan Bentuk Selnya

Berdasarkan bentuk sel penyusunnya, jaringan epitel dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu jaringan epitel pipih, epitel kubus, dan epitel batang atau epitel silindris.

jenis-jenis jaringan epitel hewan

#1 Epitel Pipih
Epitel pipih adalah jaringan epitel yang sel penyusunnya berbentuk pipih dengan nukleus bulat di tengah. Berdasarkan jumlah lapisannya, epitel pipih dibedakan menjadi dua yaitu epitel pipih selapis dan epitel pipih berlapis banyak.

Epitel Pipih Selapis
Epitel pipih selapis adalah epitel yang memiliki sel berbentuk gepeng atau pipih dengan inti atau nukleus di bagian tengah. Epitel pipih selapis dapat ditemukan pada lapisan pembuluh darah, pembuluh limfa, kapsul glomerulus, endotelium jantung, alveolus, selaput dalam telinga, selaput serosa, pleura, perikardium, skr0tum, dan sebagainya.

Epitel pipih selapis bersifat semipermeabel atau dapat tembus sehingga berfungsi dalam pertukaran zat atau gas. Epitel pipih selapis memungkinkan terjadinya proses difusi O2 dan CO2 serta filtrasi darah pada proses pembentukan urine. Beberapa epitel pipih yang bersifat licin berfungsi meminimalisir gesekan pada organ sirkulasi.

Epitel Pipih Berlapis Banyak
Sesuai dengan namanya, epitel pipih berlapis banyak adalah epitel yang sel penyusunnya berbentuk gepeng atau pipih dan tersusun dalam dua atau lebih lapisan sel. Epitel pipih berlapis banyak berperan sebagai epitel pelindung atau epitel proteksi yang berfungsi melindungi.

Epitel pipih berlapis merupakan jaringan epitel yang paling tebal sehingga sangat sesuai dengan fungsinya sebagai pelindung. Epitel pipih berlapis dapat dijumpai pada bagian dalama mulut, epidermis kulit, v4gina, esofagus, dan ujung distal uretra.

#2 Epitel Kubus
Epitel kubus adalah jaringan epitel yang memiliki sel penyusun berbentuk kubus dengan nukleus bulat dan besar di bagian tengah. Berdasarkan jumlah lapisannya, epitel kubus dibedakan menjadi epitel kubus selapis dan epitel kubus berlapis banyak.

Epitel Kubus Selapis
Epitel kubus selapis adalah epitel yang sel-sel penyusunnya berbentuk kubus dan hanya terdiri dari satu lapisan sel saja. Epitel kubus selapis terdapat pada lapisan kelenjar, retina mata, saluran ginjal, permukaan ovari, dan permukaan dalam lensa mata. Epitel ini berfungsi untuk sekresi dan penyerapan.

Epitel Kubus Berlapis Banyak
Epitel kbusu berlapis banyak adalah epitel yang sel-sel penyusunnya berbentuk kotak dengan inti di tengah dan tersusun dalam dua atau lebih lapisan sel. Epitel kubus berlapis dapat ditemukan pada ovarium, saluran kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Epitel jenis ini bertindak sebagai epitel sekresi.

#3 Epitel Silindris
Epitel silindris atau epitel batang adalah jaringan epitel yang tersusun oleh sel-sel berbentuk menyerupai batang dengan nukleus atau inti bulat di dasar sel. Berdasarkan jumlah lapisannya, epitel silindris dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis semu, dan epitel silindris berlapis banyak.

Epitel Silindris Selapis
Epitel silindris selapis adalah jaringan epitel yang sel penyusunnya berbentuk batang atau silindris dengan inti di bagian bawah dan hanya terdiri dari satu lapisan sel saja. Epitel jenis ini dapat ditemukan pada saluran telur, kantung empedu, lambung, usus, kelenjar pencernaan, uterus, dan sistem pernafasan bagian atas. Epitel silindris selapis berfungsi sebagai proteksi, sekresi, dan absorpsi.

Epitel Silindris Berlapis Semu
Epitel silindris berlapis semu adalah epitel silindris selapis yang seolah-olah memiliki dua lapisan. Sel-sel pembentuk jaringan epitel ini mengalami pertumbuhan yang tidak sama sehingga timbul perbedaan yang menyerupai lapisan. Epitel ini bertindak sebagai epitel proteksi dan sekresi. Epitel ini dapat ditemukan pada saluran pernapasan, rongga hidung, saluran reproduksi pria, dan saluran ekskresi.

Epitel Silindris Berlapis Banyak
Epitel silindris berlapis banyak merupakan epitel yang fungsinya untuk sekresi dan pergerakan. Epitel silindris berlapis dapat ditemukan pada uertra, kelenjar ludah, kelenjar susu, permukaan laring, hidung, saluran ekskresi, dan langit-langit mulut yang lunak.

Baca juga : Fungsi Organ dan Sistem Organ pada Hewan.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.


Advertisements