PROSES PEMBENTUKAN TULANG OSIFIKASI PADA MANUSIA

Posted by on 21 October 2016 - 8:32 AM

Edutafsi.com - Osifikasi. Rangka tubuh manusia terbentuk pada akhir bulan kedua masa kehamilan. Selama perkembangan embrio, sebagian besar rangka tubuh masih dalam bentuk kartilago atau tulang rawan. Kartilago berwarna transparan dan bersifat lentur. Ketika dilhairkan, rangka atau tulang bayi juga masih lentur dan tidak sekeras tulang orang dewasa. Kondisi tulang bayi tersebut mempermudah proses persalinan. Tentu proses kelahiran akan sulit dan menyakitkan jika tulang bayi bersifat keras layaknya tulang orang dewasa. Seiring dengan perkembangan usianya, tulang-tulang bayi akan mengalami pengerasan atau dikenal dengan istilah osifikasi. Pada kesempatan ini, Bahan belajar sekolah akan membahas proses pembentukan tulang atau osifikasi pada manusia.

Proses Pembentukan Tulang

Rangka tubuh manusia terdiri dari tulang-tulang yang berjumlah lebih kurang 206 buah tulang. Tulang-tulang tersebut terbentuk karena keberadaan sel-sel pembentuk tulang. Sel-sel penyusun tulang yang memegang peranan penting dalam proses pembentukannya adalah osteoblas dan osteoklas. Kedua sel tersebut bertugas dalam proses pembentukan, perkembangan, pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan tulang.

Osifikasi atau pengerasan tulang adalah proses pembentukan tulang rawan menjadi tulang sejati. Proses ini bermula dengan pembentukan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) pada rongga yang ada di tengah kartilago. Sel-sel tulang terbentuk secara kosentris dari dalam ke luar.

Sel-sel tulang juga menempati jaringan pengikat yang ada di sekeliling rongga. Tiap sel tulang yang terbentuk melingkari pembuluh darah kapiler arteri, vena, dan serabut saraf membentuk sistem Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang.

Pembuluh darah yang terdapat pada sistem Havers bertugas mengangkut zat fosfor dan kalsium menuju matriks. Kalsium dan fosfor inilah yang memegang peran penting dalam proses pembentukan tulang karena kedua zat tersebut menyebabkan matriks tulang mengalami pengerasan sehingga terjadilah proses osifikasi atau penulangan.

Bedasarkan matriksnya, jaringan tulang yang terbentuk dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Tulag spons
2. Tulang kompak

Tulang spons adalah tulang yang memiliki rongga pada matriksnya. Tulang spons dapat ditemukan pada tulang-tulang pipih dan tulang pendek. Sedangkan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat disebut tulang kompak. Jenis tulang yang termasuk tulang kompak antaralain tulang pipa atau tulang panjang.

Secara garis besar, proses pembentukan tulang atau osifikasi dapat dibedakan menjadi dua tahap atau dua proses. Proses yang pertama adalah osifikasi intramembran dan proses kedua adalah osifikasi endokondrium.

#1 Osifikasi Intramembran
Osifikasi intramembran merupakan proses pergantian membran menjadi jaringan tulang yang hanya terjadi pada tulang pipih tertentu. Pada tahap ini, membran akan digantikan oleh jaringan tulang. Proses dimulai dengan berkembangnya tulang spons di pusat osifikasi. Selanjutnya terbentuk jaringan tulang spons pada sumusm tulang merah yang diikuti dengan pembentukan tulang padat di bagian luarnya.

#2 Osifikasi Endokondrium
Osifikasi endokondrium adalah proses pengerasan yang membentuk tulang sejati. Pada proses ini, tulang rawan hialin akan digantikan oleh jaringan tulang keras. Osifikasi endokondrium terjadi pada sebagain besar tulang penyusun rangka tubuh.

Osifikasi Tulang Pipa

Tulang pipa atau tulang panjang adalah tulang sejati yang berbentuk tabung dan umumnya memiliki rongga. Tulang pipa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian ujung (epifisis), bagian tengah (diafisis), dan bagian di antara epifisis dan diafisis yang disebut cakra epifisis.

Proses pembentukan tulang osifikasi

Gambar di atas merupakan skema sederhana proses pembentukan tulang. Secara sederhana, proses pembentukan tulang adalah sebagai berikut :

Sel mesenkin → membentuk kartilago → osteoblas mengisi bagian dalam kartilago → osteoblas membentuk sel tulang (osteosit) secara kosentris → terbentuk sistem Havers → terbentuk protein matriks tulang → fosfor dan kalsium masuk ke dalam matriks melalui pembuluh darah sistem Havers → matriks tulang mengeras.

Berdasarkan gambar dan skema singkat di atas, maka proses pembentukan tulang pipa dapat dijabarkan melalui beberapa tahapan dimulai dari pembentukan tulang rawan hingga pengerasan matriks pada tulang.

#1 Pembentukan Tulang Rawan
Tulang rawan atau kartilago dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Tulang ini tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh kondroblas. Pada pusat osifikasi primer pada model tulang rawan, tulang rawan hialin pecah membentuk rongga. Bagian dalam kartilago terisi osteoblas.

#2 Pembentukan Sel Tulang
Osteoblas yang mengisi rongga pada kartilago melalui kuncup perisoteum mulai membentuk sel-sel tulang. Sel-sel tulang dibentuk secara kosentris dari dalam ke luar. Melalui proses ini, osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons. Jaringan spons ini nanti akan berganti menjadi rongga medula.

#3 Pembentukan Sistem Havers dan Matriks Tulang
Sel-sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Pembuluh darah pada sistem Havers akan mengangkut zat fosfor dan kalsium ke dalam matriks yang menyebabkan matriks mengeras.

#4 Pembentukan Rongga Medula
Ketika osteoklas merombak jaringan tulang spons maka terbentuk rongga medula. Rongga ini akan semakin besar mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer ke bagian ujung tulang. Pada bagian luar tulang, jaringan tulang rawan digantikan oleh jaringan tulang.

#5 Pembentukan Pusat Osifikasi Sekunder
Pusat osifikasi sekunder terbentuk di bagain ujung atau epifisis. Pada bagian tersebut juga terbentuk periosteum yang mengandung osteoblas. Pembuluh darah pada bagian pusat osifikasi primer disebut pembuluh darah epifisis. Osifikasi sekunder menyebabkan pemanjangan tulang.

#6 Pembentukan Tulang Rawan Persendian
Tulang rawan persendian terbentuk dari tulang rawan awal yang tersisa di luar epifisis. Di bagian epifisis akan terbentuk jaringan tulang spons dan jaringan tersebut akan berkembang atau tidak digantikan oleh rongga medula. Di antara daerah pusat osifikasi primer dan pusat osifikasi sekunder terdapat sisa tulang rawan yang kemudian dikenal sebagai lempeng epifisis.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.


Advertisements