PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK ATAU PENGELOMPOKKAN UNSUR

Posted by on 31 July 2017 - 8:17 AM

Edutafsi.com - Pengelompokkan Unsur. Karena jumlah unsur-unsur yang telah ditemukan di dalam sangat banyak, maka perlu dilakukan pengelompokkan. Sama seperti klasifikasi makhluk hidup, pengelompokkan unsur juga bertujuan agar unsur-unsur tersebut lebih mudah untuk dipelajari. Secara umum, pengelompokkan unsur didasarkan pada kemiripan sifat yang dimilikinya. Pengelompokkan unsur-unsur ini disebut dengan istilah sistem periodik unsur. Sebelum dikenal sistem periodik seperti yang sekarang kita gunakan, sempat berkembang beberapa model pengelompokkan yang dicetuskan oleh beberapa ahli. Berikut edutafsi rangkum perkembangan sistem periodik hingga ditemukannya sistem periodik modern.

#1 Pengelompokkan Logam dan Nonlogam

Pada mulanya, jumlah unsur yang sudah dikenal masih sangat sedikit yaitu sekitar 20 jenis unsur. Seorang ilmuwan bernama Antonie Lavoiser kemudian mencetuskan sebuah teori pengelompokkan unsur yang mengelompokkan unsur ke dalam logam dan nonlogam.

Selanjutnya, jumlah unsur-unsur kimia yang diketahui terus bertambah. Pada 1789 Lavoiser kemudian mengelompokkan 33 unsur kimia berdasarkan sifat kimianya. unsur-unsur tersebut akhirnya dibagi menjadi empat kelompok, yaitu gas, tanah, logam, dan nonlogam.

Akan tetapi, karena pada masa itu pengetahuan akan sifat-sifat unsur masih sangat sederhana, maka pengelompokkan unsur tersebut masih belum melihatkan adanya kemiripan sifat yang signifikan. Artinya, unsur-unsur tersebut masih terlihat berbeda satu dengan yang lain.

#2 Hukum Triade Dobereiner

Pada tahun 1829, seorang profesor kimia bernama Johan Wolfgang Dobereiner mengemukakan teori pengelompokkan unsur berdasarkan massa atom relatif. Beliau mengatakan bahwa massa atom relatif strontium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur yang mirip dengan strontium.

Lebih lanjut Dobereiner mengatakan bahwa setiap tiga unsur yang sifatnya mirip, maka massa atom (Ar) unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata dari massa atom unsur pertama dan unsur ketiga.

Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan tersebut. Beliau membagi unsur menjadi kelompok tiga unsur yang disebut triade yaitu Unsur pembentuk garam, unsur pembentuk alkali, dan unsur pembentuk alkali tanah. Hanya saja, beliau tidak berhasil menemukan cukup banyak triade.

#3 Hukum Oktaf Newlands

Seiring dengan berjalannya waktu, maka jumlah unsur yang ditemukan juga semakin banyak. Hukum Triade Dobereiner dianggap belum cukup untuk menjadi dasar pengelompokkan unsur. Selanjutnya pada 1863, seorang ilmuwan bernama Rowlands mengemukakan penemuannya yang disebut hukum Oktaf.

Newlands mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif. Dari pengamatan beliau, unsur yang berselisih 1 oktaf misalnya unsur pertama dan unsur kedelapan menunjukkan kemiripan sifat. Oleh karena itu, Ia pun mengurutkan unsur berdasarkan oktaf tersebut.

#4 Sistem Periodik Mendelev

Pada tahun berikutnya, yaitu 1869, seorang ahli kimia berkebangsaan Rusia bernama Dmitri Ivanovich Mendelev mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Pengelompokkan Mendelev terbilang berhasil bahkan beliau juga mengatakan bahwa masih ada banyak unsur yang belum ditemukan.

Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang disebut golongan dan menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif dalam satu lajur horizontal yang disebut periode.

#5 Sistem Periodik Modern

Sistem periodik modern dicetuskan oleh ahli kimia bernama Henry Moseley pada tahun 1913. Beliau menarik sebuah kesimpulan mengenai sistem periodik setelah melakukan percobaan pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X.

Perkembangan dasar pengelompokkan unsur

Menurut Moseley, urutan unsur-unsur dalam sistem periodik unsur Mendeleev sesuai dengan kenaikan nomor atomnya. Jadi, menurut beliau sifat dasar atom bukan didasari oleh massa tom relatif melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. Jadi, sistem periodik modern merupakan penyempurnaan sistem periodik Mendeleev.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai perkembangan sistem periodik unsur. Jika artikel ini bermanfaat silahkan bagikan kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements