CARA MENENTUKAN KONFIGURASI ELEKTRON DAN ELEKTRON VALENSI

Posted by on 09 August 2017 - 6:08 PM

Edutafsi.com - Konfigurasi Elektron dan Elektron Valensi. Teori atom Niels Bohr menyebutkan bahwa pada kulit-kulit atom terdapat elektron-elektron yang mengitari inti atom. Elektron merupakan partikel dasar penyusun atom yang muatannya negatif. Elektron merupakan partikel yang sangat ringan sehingga untuk tujuan praktis, massanya seringkali diabaikan. Elektron berada dalam suatu lintasan yang dalam teori Atom Bohr disebut sebagai kulit elektron. Kulit elektron terdiri dari beberapa lapisan berdasarkan jaraknya dari inti atom. Di dalam kulit-kulit tersebutlah elektron tersusun sesuai dengan tingkat energinya. Susunan inilah yang dikenal dengan istilah konfigruasi elektron. Pada kesempatan ini, Edutafsi akan membahas mengenai penyusunan elektron dan elektron valensi.

Pengertian Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron adalah susunan persebaran elektron di dalam kulit atau subkulit atom berdasarkan tingkat energinya. Menurut teori atom Bohr, setiap kulit memiliki tingkat energi tertentu. Semakin dekat dengan inti atom, maka semakin kecil tingkat energinya.

Ada dua cara yang paling umum digunakan untuk menggambarkan persebaran elektron di dalam atom, yaitu dengan cara persebaran per kulit dan persebaran per subkulit. Persebaran per kulit dikenal dengan sistem konfigurasi elektron KLMN sedangkan persebaran persubkulit dikenal dengan konfigurasi elektron spdf.

Pada kesempatan ini, Edutafsi hanya akan membahas konfigurasi elektron cara KLMN atau per kulit. Pada konfigurasi elektron cara ini, elektron disusun berdasarkan jumlah elektron maksimum yang dapat mengisi setiap kulit.

Cara menentukan konfigurasi elektron

Kulit atom ditandai dengan lambang K, L, M, N dan seterusnya sesuai urutan abjad. Tiap kulit memiliki tingkat energi yang berbeda. Berdasarkan urutan tingkat energinya, maka susunan kulit pada atom adalah sebagai berikut: Kulit K < Kulit L < Kulit M < Kulit N < Kulit O < Kulit P dan seterusnya.

Kulit K merupakan kulit pertama yang paling dekat dengan inti atom sehingga tingkat energinya paling rendah. Elektron maksimum yang dapat ditampung dalam setiap kulit dapat dihitung dengan rumus 2n2, dimana n merupakan nomor kulit yang ditempati.

Berdasarkan formula tersebut, maka jumlah maksimum elektron pada kulit KLMN adalah sebagai berikut:
1). Kulit K (n = 1) → e maks = 2(1)2 = 2 elektron
2). Kulit L (n = 2) → e maks = 2(2)2 = 8 elektron
3). Kulit M (n = 3) → e maks = 2(3)2 = 18 elektron
4). Kulit N (n = 4) → e maks = 2(4)2 = 32 elektron.

Jika jumlah elektron yang tersedia kurang dari jumlah maksimum atau melebihi jumlah maksimum daya tampung kulit, maka kulit yang akan ditempati harus menggunakan jumlah elektron yang sama dengan jumlah elektron maksimum dalam kulit sebelumnya.

Untuk jelasnya, berikut cara menentukan konfigurasi elektron per kulit:
1). Pengisian elektron dimulai dari kulit terdalam, yaitu kulit K
2). Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8
3). Isi penuh sebanyak mungkin kulit
4). Tentukan jumlah elektron yang tersisa

Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, maka kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron. Jika elektron tersisa < 32, maka kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron. Jika elektron sisa < 18 maka kulit berikutnya diisi 8 elektron. Jika elektron sisa < 8, maka semua elektron tersisa ditempatkan pada kulit berikutnya.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
1). 19K : 2 8 8 1
2). 31Ga : 2 8 18 3
3). 38Sr : 2 8 18 8 2
4). 54Xe : 2 8 18 18 8
5). 56Ba : 2 8 18 18 8 2

Konfigurasi elektron dapat digunakan untuk menentukan golongan atau periode suatu unsur. Konfigurasi elektron juga dapat digunakan untuk menentukan elektron valensi suatu atom. Untuk konfigurasi elektron golongan-golongan utama, anda dapat membuka artikel pada link di bawah ini.

Elektron Valensi

Elektron valensi atau sering disingkat eval adalah elektron yang letaknya paling luar. Dengan kata lain, elektron valensi adalah elektron yang berada pada kulit elektron terluar. Karena berada paling jauh dari inti atom, maka elektron valensi memiliki tingkat energi paling tinggi.

Setiap golongan atom atau unsur memiliki elektron valensi yang berbeda dan hal itu dapat dilihat dari nomor atom atau konfigurasi elektronnya. Elektron valensi dapat lepas, dipertukarkan, atau dipakai bersama dengan atom lain sehingga menghasilkan suatu reaksi kimia melalui ikatan antar atom.

Kecenderungan elektron valensi untuk bebas dan menghasilkan ikatan dengan atom lain erat kaitannya dengan sifat golongan unsur. Itu artinya, elektron valensi juga erat hubungannya dengan nomor atom suatu unsur. Dengan kata lain, elektron valensi termasuk salah sau faktor yang menentukan sifat kimia suatu atom.

Elektron valensi suatu atom dapat ditentukan dengan beberapa cara. Cara yang paling umum digunakan adalah menggunakan konfigurasi elektron atau menggunakan data dari tabel periodik unsur. Penjelasan lebih detail tentang cara menentukan elektron valensi dapat anda baca melalui link di bawah ini.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai konfigurasi elektron dan elektron valensi. Jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman anda melalui tombol share di bawah ini.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements