SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR SESUAI DENGAN KENAIKAN NOMOR ATOM

Posted by on 03 October 2017 - 10:57 AM

Edutafsi.com - Sifat Periodik Unsur. Jika kita amati tabel sistem periodik unsur secara seksama, maka akan terlihat bahwa unsur-unsur di dalam sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom atau jumlah proton. Jika dilihat dari kiri ke kanan, maka akan ada kenaikan angka yang cukup teratur. Mengapa unsur-unsur disusun sedemikian? Apa pengaruh susunan tersebut dalam pembelajaran unsur? Pada dasarnya susunan tersebut tentu sudah melewati berbagai pertimbangan sesuai perkembangan sistem periodik. Susunan tersebut menunjukkan adanya keteraturan sifat-sifat unsur dalam sistem periodik. Sifat-sifat tersebut meliputi jari-jari atom, keelektronegatifan, energi ionisasi, afinitas elektron, kerekatifan, dan sifat logam.

#1 Jari-jari Atom dan Ion

Jari-jari atom adalah jarak antara kulit atom terluar dengan inti atom yang dihitung dari pusat inti. Sesuai dengan model atom modern atau mekanika kuantum, atom digambarkan sebagai sebuah dimensi ruang menyerupai bola. Dengan demikian, jari-jari atom sekaligus menyatakan ukuran atom itu sendiri.

Jika atom kita pandang sebagai sebuah bola, maka tentu besar kecilnya bola tersebut bergantung pada panjang diameter bola itu. Dengan kata lain, ukuran jari-jari bola menentukan besar kecilnya bola. Semakin panjang jari-jarinya maka akan semakin besar ukuran bolanya dan begitu sebaliknya.

Pada unsur-unsur, meskipun mereka disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya, ternyata hal itu tidak menunjukkan hal yang sebanding dalam hal jari-jari atom. Semakin besar nomor atom bukan berarti jari-jari atomnya akan lebih besar sebab ada kecederungan yang berbeda.

Sifat-siaft periodik unsur

Berdasarkan hasil pengamatan, hubungan antara jari-jari atom dengan nomor atom menunjukkan kecenderungan sebagai berikut :
1). Dari atas ke bawah dalam satu golongan, jari-jari semakin besar
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, jari-jari semakin kecil.

Kecenderungan tersebut terjadi karena beberapa faktor seperti jumlah kulit dan besar muatan inti. Dalam satu golongan, semakin banyak kulit atom maka semakin besar jari-jarinya. Akan tetapi, dalam satu periode, semakin besar muatan inti, jari-jarinya justru semakin kecil.

Ketika terjadi pelepasan atau penyerapan elektron, maka dapat terbentuk ion tunggal. Ion memiliki jari-jari yang berbeda dengan jari-jari atom netralnya. Perbedaan tersebut cukup signifikan. Ion positif memiliki jari-jari lebih kecil sedangkan ion ngeatif memiliki jari-jari lebih besar.

#2 Keelektronegatifan atau Kereaktifan

Keelektronegatifan adalah suatu besaran yang menyatakan kecenderungan suatu atom untuk menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia. Nilai keelektronegatifan suatu atom bersifat relatif dan umumnya hanya berupa harga perbandingan terhadap atom lainnya.

Kecenderungan sifat keelektronegatifan dalam sistem periodik, yaitu:
1). Dari atas ke bawah dalam satu golongan, keelektronegatifan semakin berkurang
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, keelektronegatifan semakin bertambah.

Kecenderungan sebuah atom untuk melepas atau menyerap elektron menunjukkan kereaktifan suatu atom. Atom dikatakan reaktif jika cenderung mudah melepas atau menyerap elektron. Unsur logam yang paling rekatif adalah golongan logam alkali sedangkan unsur nonologam yang paling reaktif adalah golongan halogen.

#3 Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah nilai energi minimum yang dibutuhkan oleh sebuah atom netral untuk melepas sebuah elektron terluar untuk membentuk ion positif. Nilai energi ionisasi dipengaruhi oleh jari-jari atom dan jumlah elektron terluar atau muatan inti.

Kecenderungan sifat energi ionisasi dalam sistem peridik, yaitu:
1). Dari atas ke bawah dalam satu golongan, energi ionisasi berkurang
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, energi ionisasi bertambah.

#4 Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah energi yang dibebaskan oleh suatu atom ketika menerima sebuah elektron. Energi tersebut umumnya dibebaskan dalam wujud gas. Harga afinitas elektron sukar untuk ditentukan secara langsung dan lebih bervariasi sehingga sulit dikaji kecenderungannya.

Kecenderungan sifat afinitas elektron dalam sistem periodik, yaitu:
1). Dari atas ke bawah dalam satu golongan, afinitas elektron cenderung berkurang
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah
3). Semua unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif
4). Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.

#5 Sifat Logam dan Nonlogam

Tidak hanya menampilkan informasi mengenai nomor atom dan nomor massa, pada sistem periodik unsur umumnya juga disajikan data mengenai unsur logam dan logam. Data tersebut ditampilkan dengan cara membedakan warna antara logam dan nonlogam pada tabel.

Sifat logam berkaitan dengan kecenderungan atom melepas elektron membentuk ion positif sedangkan sifat nonlogam berkaitan dengan kecenderungan atom dalam menarik atau menyerap elektron. Dengan kata lain, sifat logam bergantung pada nergi ionisasi.

Kecenderungan sifat logam dan nonlogam dalam sistem periodik adalah sebagai berikut:
1). Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai sifat-sifat periodik unsur. Jika artikel yang anda baca bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements