HUKUM PEMANTULAN CAHAYA DAN JENIS-JENIS PEMANTULAN

Posted by on 06 November 2017 - 7:40 PM

Edutasfi.com - Pemantulan Cahaya dan Cermin Datar. Salah satu karakteristik cahaya adalah dapat mengalami refleksi atau pemantulan. Kita dapat melihat bayangan saat bercermin karena cermin yang kita gunakan dapat memantulkan cahaya yang diterimanya. Cermin yang digunakan sehari-hari umumnya terbuat dari sebidang kaca yang sisi belakangnya telah dilapisi dengan cat logam. Cahaya yang datang pada kaca akan dipantulkan oleh lapisan cat logam yang ada pada sisi belakang cermin sehingga kita dapat melihat bayangan yang dihasilkan. Lalu bagaimana sifat pemantulan cahaya pada cermin datar? Pada kesempatan ini, edutasfi akan memaparkan hukum pemantulan cahaya dan sifat bayangan yang terbentuk oleh cermin datar.

A. Hukum Pemantulan Snellius

Pemantulan cahaya dapat terjadi karena cahaya mengenai permukaan yang bersifat memantulkan cahaya. Ketika berkas cahaya mengenai suatu permukaan pantul, maka berkas cahaya tersebut akan dipantulkan kembali dengan sudut pantul yang sama dengan sudut datangnya.

Pada hukum pemantulan cahaya terdapat beberapa istilah umum yang digunakan, yaitu sinar datang, sinar pantul, garis normal, sudut datang, dan sudut pantul. Sinar datang dan sinar pantul digambarkan sebagai garis lurus dengan anak panah untuk menunjukkan arah pantulan.

Garis normal merupakan sebuah garis yang tegak lurus dengan permukaan pantul. Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal sedangkan sudut pantul adalah besar sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dan garis normal.

Hukum pemantulan snellius

Pada pemantulan cahaya berlaku hukum Snellius. Dua butir utama hukum Snellius yaitu :
1). Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal berpotogan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.
2). Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul (i = r).

B. Jenis-jenis Pemantulan

Berdasarkan sifat pemantulannya, pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur.

#1 Pemantulan Teratur
Pemantulan teratur adalah pemantulan cahaya oleh permukaan-permukaan pantul yang halus dan rata misalnya cermin datar. Pada pemantulan teratur, berkas-berkas sinar sejajar yang mengenai permukaan datar dipantulkan juga sebagai berkas-berkas sinar sejajar.

Baca juga : Pembahasan Contoh Soal Pemantulan Cahaya.

#2 Pemantulan Baur
Pemantulan baur adalah pemantulan yang cahaya oleh permukaan-permukaan pantul yang kasar dan tidak rata misalnya kertas HVS. Pada pemantulan baur, berkas-berkas sinar sejajar yang mengenai permukaan kasar dipantulkan ke segala arah. Dalam hal ini, berkas-berkas tidak sejajar satu sama lain.

Salah satu perbedaan antara pemantulan teratur dan pemantulan baur adalah sifat cahayanya. Pada pemantulan teratur, berkas cahayanya bersifat menyilaukan sedangkan pada pemantulan baur berkas cahaya pantulnya tidak menyilaukan.

Sinar matahari mengalami pemantulan baur oleh permukaan rata dan oleh partikel-partikel debu di udara sehingga kita dapat melihat benda-benda di sekeliling kita meskipun benda tersebut tidak secara langsung terkena sinar matahari.

C. Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar

Untuk melukiskan bayangan yang dihasilkan oleh sebuah cermin datar, kita dapat menggunakan sinar-sinar penting yang berasal dari benda. Sinar yang digunakan biasanya hanya sinar yang dihasilkan oleh ujung-ujung benda.

Cara menentukan bayangan benda pada cermin datar dapat dilakukan dengan cara berikut:
1). Pilih sinar yang dihasilkan ujung benda
2). Sinar yang jatuh tegak lurus cermin dipantulkan dalam arah berlawanan
3). Sinar yang jatuh dengan sudut datang i dipantulkan dengan sudut pantul r (dimana i = r)
4). Tarik perpanjangan sinar-sinar pantul ke belakang
5). Perpotongan perpanjangan sinar pantul membentuk bayangan benda.

Berikut beberapa sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar :
1). Bersifat maya (tidak dapat ditangkap oleh layar)
2). Bayangan tegak seperti benda
3). Sama besar dengan benda (m = 1)
4). Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin
5). Tinggi bayangan sama dengan tinggi benda
6). Pertukaran sisi (bayangan menghadap berlawanan benda).

Pada pembahasan ini kita sudah mempelajari bagaimana sifat pemantulan cahaya pada cermin datar. Lalu bagaimana sifat pemantula cahaya pada cermin lengkung? Bagaimana sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung atau cermin cembung? Untuk mempelajari pemantulan cahaya pada cermin lengkung, anda dapat melihatnya melalui link di bawah ini.

Baca juga : Ciri-ciri dan Sifat Pemantulan pada Cermin Cekung.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pemantulan cahaya dan sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar. Jika pembahasan ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia di bawah ini.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements