MELUKIS BAYANGAN PADA CERMIN CEKUNG TANPA SINAR ISTIMEWA

Posted by on 07 December 2017 - 5:15 PM

Edutafsi.com - Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung dengan Hukum Pemantulan Snellius. Salah satu subtopik yang pasti akan dibahas dalam pembahasan cermin lengkung adalah cara melukis pembentukan bayangan. Pada kesempatan sebelumnya, edutafsi telah menjelaskan bagaimana cara melukis pembentukan bayangan pada cermin cekung dengan menggunakan sinar-sinar istimewa cermin cekung. Lalu, dapatkah kita melukis pembentukan bayangan tanpa menggunakan sinar-sinar istimewa? Jawabannya adalah bisa. Kita dapat melukis pembentukan bayangan pada cermin cekung tanpa harus menggunakan sinar-sinar istimewa, yaitu dengan memanfaatkan hukum Snellius untuk pemantulan cahaya. Bagaimana caranya? Simak ulasan di bawah ini.

A. Hukum Pemantulan Cahaya

Pada dasarnya, melukis bayangan dengan memanfaatkan hukum pemantulan cahaya sama konsepnya dengan melukis bayangan menggunakan sinar istimewa. Hanya saja pada cara ini, kita menggunakan sebarang sinar datang (sinar datangnya bukan sinar istimewa). Dengan menggunakan dua berkas sinar datang yang sebarang, maka kita dapat menentukan perpotongan sinar pantulnya.

Tentu saja untuk menggambar sinar pantul yang dihasilkan oleh kedua sinar datang yang dilukis, kita harus memperhatikan konsep pemantulan cahaya sesuai hukum Snellius. Yang perlu diingat, sudut datang selalu sama besar dengan sudut pantulnya.

Akan tetapi, karena cermin cekung berbentuk lengkung, maka penentuan garis normal pada cermin menjadi lebih sulit dibanding cermin datar. Pada cermin cekung, garis normal adalah garis yang menghubungkan titik pusat kelngkungan dengan titik jatuhnya sinar.

Melukis bayangan tanpa sinar istimewa

Dengan demikian, garis normal pada cermin cekung akan berubah-rubah tergantung pada titik jatuhnya sinar. Garis normal dapat dilukis dengan cara menarik garis lurus dari pusat kelengkungan menuju titik jatuhnya sinar.

Sebagai pengingat, berikut butir-butir hukum Snellius untuk pemantulan cahaya:
1). Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar
2). Besar sudut datang sama dengan sudut pantul (i = r).

B. Melukis Bayangan Tanpa Sinar Istimewa

Pada pembahasan sebelumnya, yaitu cara melukis bayangan pada cermin cekung menggunakan sinar istimewa, diberikan sebuah contoh pembentukan bayangan dari suatu benda yang diletakkan di antara titik fokus dan titik kelengkungan cermin cekung.

Pada pembahasan tersebut, berdasarkan sifat pemantulan sinar-sinar istimewa, jika benda diletakkan di depan cermin cekung di antara titik fokus (F) dan titik kelengkungan (M), maka akan dihasilkan bayangan yang nyata, terbalik, dan diperbesar.

Nah, mengacu pada hasil tersebut, dengan menggunakan konsep pemantula cahaya tentu akan dihasilkan sifat bayangan yang sama jika bendanya juga diletakkan di antara F dan M. Untuk itu, mari kita lihat cara melukis bayangan pada cermin cekung tanpa sinar istimewa.

#1 Menggambar Cermin dan Bagiannya
Langkah pertama tentu saja menggambar cermin cekung dan bagian-bagiannya. Bagian-bagian yang perlu digambar antaralain cermin cekung, sumbu utama, titik fokus (F), dan titik pusat kelengkungan cermin (M).

#2 Menggambar Benda
Langkah selanjutnya adalah menggambar benda. Benda umumnya digambar sebagai anak panah atau bentuk umum lainnya dan diletakkan sesuai posisi yang diminta. Pada contoh ini, benda diletakkan di antara titik fokus (F) dan pusat kelengkungan (M).

#3 Melukis Sinar Datang 1
Selanjutnya, kita dapat melukis sinar datang yang diambil dari ujung benda. Misal sinar datang dilukis miring ke atas seperti gambar (1). Setelah sinar datang dilukis, selanjutnya tarik garis putus-putus dari titik M ke titik jatuhnya sinar datang. Garis putus-putus inilah yang berperan sebagai garis normal.

Perhatikan pada gambar (1), besar sudut datang yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal adalah i. Selanjutnya, lukis garis untuk sinar pantul dengan besar sudut pantul (r) sama dengan besar sudut datangnya. Ingat hukum pemantulan (i = r).
Pembentukan bayangan tanpa sinar istimewa

Lebih kurang akan dihasilkan gambar seperti gambar (1) di atas. Perhatikan arah tanda panah yang menyatakan sinar datang dan sinar pantul.

#4 Melukis Sinar Datang 2
Langkah selanjutnya adalah melukis sinar datang lainnya. Kali ini sinar datang dilukiskan miring ke bawah (perhatikan garis miring yang berwarna hijau gelap). Kemudian ditarik garis putus-putus dari titik jatuhnya sinar datang menuju titik pusat kelengkungan (M).Garis tersebut berfungsi sebagai garis normal untuk sinar datang yang kedua.

Melukis pembentukan bayangan tanpa sinar istimewa

Selanjutnya, dengan tetap memperhatikan besar sudut datang, ditarik garis lurus sebagai sinar pantul dengan besar sudut pantul yang sama besar dengan sudut datangnya. Ingat hukum pemantulan (i = r). Garis sinar pantul akan menghasilkan perpotongan dengan garis sinar pantul yang pertama. Lihat gambar (2) di atas.

#5 Melukis Bayangan yang Terbentuk
Langkah terakhir adalah melukis bayanganya. Titik perpotongan dua sinar pantul yang dihasilkan menjadi titik posisi bayangan. Gambarkan anak panah dalam arah terbalik dan dengan ukuran yang lebih besar dibanding ukuran bendanya.
Melukis bayangan dengan hukum pemantulan cahaya

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa bayangan yang terbentuk berada di depan cermin sehingga sifatnya nyata. Selain nyata, bayangan juga bersifat terbalik dan diperbesar. Dengan demikian, hasil yang diperoleh sama dengan cara melukis bayangan menggunakan sinar istimewa.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara melukis pembentukan bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung tanpa menggunakan sinar-sinar istimewa. Jika bahan belajar yang anda baca bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.



Advertisements