CARA MENENTUKAN SIFAT BAYANGAN PADA LENSA CEMBUNG

Posted by on 24 January 2018 - 8:28 AM

Edutafsi.com - Sifat Bayangan yang Dihasilkan Lensa Cembung. Pada bahan belajar sebelumnya, edutafsi telah memaparkan bagaimana sinar-sinar istimewa dan pembentukan bayangan pada lensa cembung. Dengan memanfaatkan sinar-sinar istimewa lensa cembung, kita dapat melukis pembentukan bayangannya sekaligus menentukan sifat bayangan yang dihasilkan. Menentukan sifat bayangan dengan cara melukis pembentukan bayangan merupakan cara yang umum dalam kajian optik geometris. Berbeda dengan lensa cekung, sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung lebih bervariasi. Sifat tersebut bergantung pada posisi benda di depan lensa. Berikut ini edutafsi bahas variasi sifat bayangan yang dihasilkan pada lensa.

A. Variasi Sifat Bayangan

Bayangan pada lensa dibentuk oleh perpotongan langsung sinar-sinar bias atau oleh perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias. Berdasarkan perpotongan tersebut dikenal dua jenis bayangan yaitu bayangan nyata dan bayangan maya. Bayangan nyata terbentuk oleh perpotongan lansung sinar-sinar bias sedangkan bayangan maya dibentuk oleh perpotongan perpanjangan sinar bias yang biasanya digambarkan sebagai garis putus-putus.

Secara umum, aspek yang ditinjau dalam menentukan sifat bayangan pada lensa hampir sama dengan cermin, hanya saja ada beberapa aturan yang agak berbeda. Berikut empat aspek umum yang ditinjau saat menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa berdasarkan lukisan pembentuan bayangannya.

#1 Letak Bayangan
Aspek yang pertama adalah letak atau posisi bayangan. Dari proses melukis pembentukan bayangan, akan diketahui dimana bayangan tersebut terbentuk apakah di depan atau di belakang lensa. Istilah depan dan belakang tergantung pada cara kita melukis pembentukan bayangannya. Umumnya, pada gambar bagian kiri merupakan bagian depan dimana benda diletakkan, maka bagian kanan menjadi bagian belakang lensa.

Pada beberapa buku, terkadang juga digunakan istilah sisi yang sama atau sisi yang berlawanan. Dalam hal ini, yang dilihat adalah apakah bayangan terbentuk pada sisi yang sama atau pada sisi yang berlawanan dengan bendanya. Jadi, jika benda dilukis di sisi bagian kiri (sebagai depan lensa) dan bayangan terbentuk di sisi yang sama (yaitu kiri), maka letak bayangan dikatakan berada di sisi yang sama dengan bendanya.

#2 Jenis Bayangan
Aspek selanjutnya yang ditinjau adalah jenis bayangan. Setelah posisi bayangan diperoleh, maka jenis bayangan yang dihasilkan dapat kita tentukan. Ada dua kemungkinan jenis bayangan yang dihasilkan pada lensa cembung, yaitu bayangan nyata atau bayangan maya. Berikut ini cara menentukan jenis bayangan berdasarkan posisi bayangannya.

Jika bayangan yang terbentuk berada di depan lensa (di sisi yang sama dengan posisi benda), maka jenis bayangannya adalah bayangan maya. Sebaliknya, jika bayangan yang terbentuk berada di belakang lensa (di sisi yang berlawanan dengan posisi benda), maka jenis bayangannya adalah bayangan nyata.

#3 Orientasi Bayangan
Orientasi bayangan menjelaskan bagaimana posisi bayangan terhadap bendanya. Terdapat dua kemungkinan orientasi bayangan yaitu tegak atau terbalik. Secara umum, jika bayangannya terbentuk di belakang lensa, maka orientasinya terbalik. Sedangkan jika bayangan berada di depan lensa (di sisi yang sama dengan benda), maka orientasinya tegak.

#4 Ukuran BayanganAspek berikutnya yang ditinjau untuk menentukan sifat bayangan adalah ukuran bayangan. Ukuran bayangan dimaksudkan untuk membandingkan ukuran bayangan terhadap ukuran benda sebanarnya. Dalam hal ini terdapat beberapa kemungkinan, yaitu apakah bayangannya diperbesar, diperkecil, atau berukuran sama besar dengan bendanya.

Ukuran tersebut (diperbesar atau diperkecil) dapat dengan jelas dilihat melalui gambar bayangan yang diperoleh pada proses melukis pembentukan bayangan. Jika pembentukan bayangan dilukis dengan benar (letak fokus dan kelengkungan lensa sudah sesuai) maka akan dihasilkan ukuran bayangan yang tepat.

B. Sifat Bayangan yang Dihasilkan Lensa Cembung

Berdasarkan ulasan di atas, maka dapat kita simpulkan ada empat aspek yang dapat kita tinjau untuk menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung. Keempat aspek tersebut antaralain:
1). Posisi bayangan : di depan atau belakang lensa?
2). Jenis bayangan : nyata atau maya?
3). Orientasi bayangan : tegak atau terbalik?
4). Ukuran bayangan : diperbesar atau diperkecil?

Untuk meninjau keempat aspek di atas, maka terlebih dahulu kita lukis pembentukan bayangan pada lensa cembung. Untuk melukis pembentukan bayangannya, kita dapat menggunakan sinar-sinar istimewa seperti yang telah dibahas pada bahan belajar sebelumnya. Sebagai contoh perhatikan kasus di bawah ini.

Contoh :
Jika F adalah titik fokus lensa cembung dan O adalah pusat optiknya, maka tentukanlah sifat bayangan dari suatu benda yang diletakkan di depan lensa, yaitu di antara titik fokus dan pusat optik.

Pembahasan :
Ingat kembali bahwa lensa cembung memiliki dua titik fokus, yaitu fokus utama dan fokus kedua. Pada lensa cembung, fokus utama berada di belakang lensa sedangkan fokus kedua berada di depan lensa. Jadi, pada contoh ini, benda diletakkan di antara fokus kedua dan pusat optik.

Dengan memanfaatkan sinar-sinar istimewa, kita dapat melukis pembentukan bayangan untuk benda yang diletakkan di antara fokus dan pusat optik lensa. Lebih kurang akan dihasilkan gambar seperti di bawah ini.

Menentukan sifat bayangan yang dihasilkan lensa cembung

Perhatikan bahwa bayangan terbentuk oleh perpanjangan sinar-sinar bias (yaitu garis yang digambar putus-putus). Bayangan yang dihasilkan biasanya juga digambar menggunakan garis putus-putus untuk menunjukkan bahwa bayangan tersebut dibentuk oleh perpotongan perpanjangan sinar bias dan bersifat maya.

Dari gambar di atas, maka dapat ditinjau beberapa poin berikut:
1). Posisi bayangan : di depan (sisi yang sama dengan benda)
2). Jenis bayangan : maya
3). Orientasi bayangan : tegak
4). Ukuran bayangan : lebih besar dari benda.

Berdasarkan keempat poin di atas, maka dapat kita simpulkan sifat bayangan yang dihasilkan. Sifat bayangan yang dihasilkan jika benda diletakkan di depan lensa cembung di antara fokus dan pusat optik adalah maya, tegak, dan diperbesar.

Perlu diperhatikan bahwa sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung bervariasi bergantung pada posisi benda. Itu artinya, jarak benda di depan lensa akan menentuan sifat bayangan yang terbentuk. Pengaruh posisi benda terhadap sifat bayangan pada lensa cembung akan edutafsi bahas pada bahan belajar selanjutnya.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung. Jika bahan belajar ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.


Advertisements