CONTOH SOAL HUKUM SNELLIUS TENTANG PEMANTULAN CAHAYA

Posted by on 23 January 2018 - 9:22 AM

Edutafsi.com - Hukum Pemantulan Cahaya. Contoh soal dan pembahasan tentang hukum pemantulan cahaya. Pada bab optika geometris, umumnya subtopik pertama yang akan dibahas adalah pemantulan cahaya. Pada subbab tersebut akan dibahas mengenai pengertian pemantulan cahaya, jenis pemantulan, dan hukum pemantulan cahaya. Hukum pemantulan cahaya juga dikenal sebagai hukum Snellius tentang pemantulan. Dari hukum tersebut dapat diketahui bagaimana prinsip pemantulan cahaya dan hubungan antara sinar datang dengan sinar pantulnya. Berikut ini edutafsi susun beberapa soal yang umum keluar mengenai pemantulan cahaya.

Contoh 1 : Bunyi Hukum Pemantulan
Berdasarkan hukum Snellius mengenai pemantulan cahaya, hubungan antara besar sudut datang dan besar sudut pantul dapat dinyatakan dengan ....
A. i = 2r
B. i = r
C. i = ½ r
D. i = ¼ r
E. i = r/s

Pembahasan :
Hukum pemantulan cahaya merupakan suatu hukum yang dicetuskan oleh ilmuwan Snellius. Sesuai dengan namanya, hukum ini menjelaskan bagaimana fenomena pemantulan cahaya terjadi dan menunjukkan bagaimana hubungan antara sinar datang, sinar pantul, dan garis normal dalam peristiwa tersebut.

Pemantulan cahaya dapat diartikan sebagai peristiwa dipantulkannya berkas cahaya ketika mengenai suatu bidang atau permukaan yang bersifat memantulkan. Bidang atau permukaan yang dapat memantulkan berkas cahaya disebut sebagai bidang pantul. Berdasarkan sifat pemantulannya, pemantulan cahay dibedakan mejadi pemantulan teratur dan pemantulan baur.

Berikut poin dalam hukum pemantulan cahaya:
1). Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul berada pada satu bidang datar
2). Besar sudut datang sama dengan sudut pantul

Sesuai dengan poin kedua pada hukum pemantulan cahaya, dapat dilihat bahwa besar sudut pantul pada peristiwa pemantulan akan sama dengan besar sudut datangnya. Jika sudut datang disimbolkan dengan (i) dan sudut pantul (r), maka berlaku persamaan i = r.
Jawaban : B

Contoh 2 : Istilah dalam Pemantulan Cahaya
Menurut hukum pemantulan cahaya, sinar datang, garis normal, dan sinar pantul berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar. Yang dimaksud dengan garis normal adalah ....
A. Garis lurus yang membagi bidang pantul menjadi dua bagian
B. Garis yang mengapit sinar datang dan sinar pantul
C. Garis yang tegak lurus dengan bidang pantul
D. Garis khayal sejajar permukaan pantul
E. Garis lurus dengan kemiringan tertentu

Pembahasan :
Dalam peristiwa pemantulan cahaya, terdapat beberapa istilah yang umum digunakan, yaitu sinar datang, sinar pantul, garis normal, sudut datang, dan sudut pantul. Sinar datang adalah garis yang menunjukkan berkas cahaya yang datang ke permukaan sedangkan sinar pantul adalah garis yang menunjukkan cahaya yang dipantulkan.

Garis normal adalah sebuah garis bantu yang tegak lurus terhadap bidang atau permukaan pantul. Besar sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal disebut sudut datang (i) sedangkan besar sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal disebut sudut pantul (r).
Jawaban : C

Contoh 3 : Besar Sudut Pantul
Suatu sinar mengenai suatu permukaan dan dipantulkan. Jika berkas cahaya datang dengan sudut 60o terhadap permukaan pantul, maka besar sudut pantulnya adalah .....
A. r = 60o
B. r = 40o
C. r = 30o
D. r = 20o
E. r = 10o

Pembahasan :
Untuk menjawab soal seperti ini, maka kita harus memahami defenisi dari sudat datang dan sudut pantul. Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal sedangkan sudut pantul adalah sudut yang dibentuk oleh garis normal dan sinar pantul.

Karena garis normal adalah garis yang tegak lurus dengan bidang pantul, maka besar sudut yang dibentuk oleh garis normal dengan bidang pantul adalah 90o. Dan karena sudut yang dibentuk oleh sinar datang terhadap bidang pantul adalah 60o, maka besar sudut datangnya adalah :
⇒ i = 90o - sudut antara sinar datang dan bidang pantul
⇒ i = 90o - 60o
⇒ i = 30o

Karena sudut datang sudah diketahui, maka besar sudut pantul juga dapat ditentukan. Sesuai dengan hukum pemantulan cahaya, besar sudut pantul sama dengan besar sudut datang, maka:
⇒ r = i = 30o
Jawaban : C

Contoh 4 : Jenis-jenis Pemantulan
Jika berkas sinar sejajar yang mengenai suatu permukaan atau bidang dipantulkan sebagai sinar yang menyebar ke segala arah, maka pemantulan tersebut disebut .....
A. Pemantulan teratur
B. Pemantulan difus
C. Pemantulan tidak teratur
D. Pemantulan divergen
E. Pemantulan konvergen

Pembahasan :
Berkas cahaya akan mengalami pemantulan ketika mengenai suatu bidang atau permukaan pantul. Berdasarkan karakter bidang pantulnya, pemantulan secara umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (pemantulan difus).

Pemantulan teratur terjadi ketika berkas cahaya sejajar mengenai bidang atau permukaan yang halus dan rata misalnya cermin datar, permukaan alumunium, dan sebagainya. Pada pemantulan teratur, berkas cahaya akan dipantulkan sebagai berkas yang sejajar pula.

Pemantulan baur atau pemantulan difus adalah pemantulan yang terjadi ketika berkas cahaya sejajar mengenai bidang atau permukaan yang kasar atau tidak rata misalnya kertas putih, partikel debu, dan sebagainya. Pada pemantulan baur, berkas cahaya dipantulkan sehinggga menyebar ke segala arah.
Jawaban : B

Contoh 5 : Besar Sudut Datang
Perhatikan gambar di bawah ini!

Contoh soal dan pembahasan hukum Snellius

Gambar tersebut menunjukkan suatu sinar yang dipantulkan oleh sebuah bidang pantul berbentuk datar. Jika sudut antara sinar datang dan sinar pantul adalah 70o, maka besar sudut datangnya adalah ....
A. 70o
B. 60o
C. 40o
D. 35o
E. 30o

Pembahasan :
Sama seperti soal nomor 3, untuk mengerjakan soal ini murid harus memahami pengertian dari sudut datang dan sudut pantul. Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dengan garis normal. Garis normal adalah garis tegak lurus bidang pantul. Pada hukum pemantulan cahaya disebutkan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul (i = r).

Karena besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul, maka jumlah sudut datang dan sudut pantul akan sama dengan besar sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan sinar pantul. Dengan demikian berlaku hubungan berkikut:
⇒ 70o = i + r

Karena i = r, maka persamaannya dapat disederhanakan menjadi :
⇒ 70o = i + i
⇒ 70o = 2i
⇒ i = 70o/2
⇒ i = 35o.
Jawaban : D

Contoh 6 : Pemantulan pada Cermin Datar
Salah satu benda yang dapat memantulan cahaya secara teratur adalah cermin datar. Jika sebuah benda diletakkan di depan sebuah cermin datar pada jarak s, maka sinar yang jatuh dengan sudut datang θ akan dipantulkan dengan sudut ....
A. r = 2θ
B. r = θ
C. r = ½θ
D. r = ¼θ
E. r = θ/s

Pembahasan :
Karena merupakan permukaan yang halus dan datar, maka pemantulan cahaya pada cermin datar merupakan pemantulan teratur dan memenuhi hukum Snellius untuk pemantulan. Sinar yang jatuh tegak lurus cermin dipantulkan dalam arah yang berlawanan, sedangkan sinar yang datang dengan sudut θ akan dipantulkan dengan sudut pantul sebesar θ sebab sudut pantul sama dengan sudut datang (r = i = θ).
Jawaban : B

Contoh 7 : Sifat Bayangan pada Cermin Datar
Jika sebuah benda yang tingginya 20 cm diletakkan di depan sebuah cermin datar pada jarak 10 cm, maka bayangan benda akan terbentuk di belakang cermin pada jarak ....
A. 20 cm
B. 15 cm
C. 10 cm
D. 8 cm
E. 5 cm

Pembahasan :
Cermin datar menghasilkan sifat bayangan yang sama untuk sebarang posisi benda. Berikut sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar:
1). Orientasi bayangan : tegak seperti benda
2). Ukuran bayangan : sama seperti benda
3). Jenis bayangan : bayangan maya
4). Bayangan menghadap berlawanan arah dengan benda
5). Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.

Sesuai dengan poin kelima di atas, jika benda diletakkan di depan sebuah cermin datar pada jarak 10 cm, maka bayangannya akan terbentuk pada jarak 10 c karena jarak bayangan sama dengan jarak benda.
Jawaban : C

Contoh 8 : Jarak Benda dan Bayangan
Sebuah benda diletakkan di depan cermin datar pada jarak 2 meter. Jika benda tersebut kemudian dipindahkan mendekati cermin sejauh 0,5 meter, maka jarak antara benda dan bayangan sekarang adalah ....
A. 3 meter
B. 2 meter
C  1,5 meter
D. 1 meter
E. 0,5 meter

Pembahasan :
Jarak mula-mula adalah 2 meter, karena benda dipindahkan mendekati cermin sejuah 0,5 meter, maka jarak benda ke cermin sekarang menjadi:
⇒ s = 2 - 0,5 = 1,5 m

Jika jarak antara benda dan bayangan kita misalkan x, maka jarak antara benda dan bayangan sekarang adalah:
⇒ x = s + s'
⇒ x = s + s
⇒ x = 2 x 1,5
⇒ x = 3 m
Jawaban : A

Demikianlah pembahasan contoh soal tentang hukum pemantulan cahaya atau hukum Snellius untuk pemantulan. Semoga bermanfaat membantu murid dalam memahami konsep pemantulan cahaya. Jika pembahasan soal ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements