PEMBAHASAN UN BAHASA INDONESIA TENTANG PUISI

Posted by on 31 January 2018 - 6:14 PM

Edutafsi.com - Puisi. Pembahasan soal ujian nasional bidang studi bahasa Indonesia tentang puisi untuk tingkat menengah atas. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa singkat dan menekannkan pemakaian kata bermakna konotatif. Beberapa model soal ujian nasional tentang puisi antara lain menentukan suasana yang digambarkan dalam puisi, menentukan maksud atau isi puisi, amanat dari isi puisi, dan gaya bahasa yang digunakan penulis. Pada kesempatan ini, edutafsi akan membahas beberapa soal tentang puisi yang pernah keluar dalam ujian nasional tahun-tahun sebelumnya. Semoga bisa menjadi gambaran untuk murid sekaligus sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional tahun ini.

Soal 1 : Menentukan Suasana yang Digambarkan Puisi

Bacalah puisi berikut ini dengan seksama!
Sinar
Di sudut hitam itu
Kulihat betapa tajam sinarmu
Menusuk hati dan jiwaku
Namun apa daya
Ketika kucoba menangkapnya
Sinar itu menghilang bagai ditelan badai
Hari ini pun meredup
Bagai malam ditinggalkan sang rembulan
Tak ada harapan
Tak ada sinar
Dan sinar itu tak akan kembali
(Karya Rian Ardiani)

Puisi berjudul sinar di atas menggambarkan suasana ...
A. Kebimbangan
B. Kekecewaan
C. Kebahagiaan
D. Ketakutan
E. Keheningan

Pembahasan :
Suasana yang digambarkan dalam sebuah puisi biasanya tergambar dari pemilihan atau pemakaian kata-kata tertentu yang mencerminkan suasana tersebut. Hal ini biasanya berkaitan dengan isi hati dari sang penyair sehingga kata-kata yang digunakan biasanya disesuaikan untuk menggambarkan isi hati tersebut.

Pada puisi berjudul "Sinar" ini, suasana yang ingin digambarkan oleh penyair adalah kekecewaan. Suasana tersebut tergambar dari beberapa kata sifat atau kata bermakna keadaan yang digunakan seperti misalnya "Namun apa daya", "Hari ini pun meredup", "Tak ada harapan", dan sebagainya.
Jawaban : B

Soal 2 : Menentukan Maksud dari Larik Puisi

Maksud larik terakhir dari puisi pada soal nomor satu di atas adalah ....
A. Harapan untuk memiliki seseorang yang dikagumi dan dicintai
B. Keinginan untuk memiliki seseorang yang menjadi dambaan hati
C. Keinginan untuk mencintai seseorang, tetapi banyak hambatan
D. Usaha untuk memiliki orang yang dicinta mendapatkan tantanga
E. Kekecewaan seseorang karena gagal mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Pembahasan :
Maksud dari sebuah puisi biasanya akan berhubungan dengan suasana yang digambarkan oleh puisi tersebut. Seperti yang dibahas pada soal nomor satu, puisi ini menggambarkan kekecewaan, sehingga maksud dari puisi ini juga tidak jauh dari nuansa kekecewaan. Mari perhatikan larik terakhir puisi ini.

Baris dari larik terakhir puisi ini adalah "Dan sinar itu tak akan kembali". Hal itu menggambarkan adanya kekecewaan karena apa yang diharapkan tidak berhasil diraih. Ketika sesorang mengungkapkan larik terakhir puisi ini tentu sebenarnya ia berharap sinar itu datang kembali, yang artinya ia berharap sesuatu yang ia inginkan dapat ia capai. Tapi kenyataannya tidak sehingga membuatnya kecewa.
Jawaban : E

Soal 3 : Menentukan Maksud dari Sebuah Puisi

Bacalah puisi berikut ini denga seksama!
Karangan Bunga
Tiga anak kecil 
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
"Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
siang tadi"

Maksud dari puisi tersebut adalah ...
A. Menggambarkan peristiwa kedukaan
B. Menceritakan tiga anak kecil datang
C. Menggambarkan anak kecil yang malu
D. Menceritakan peristiwa sore itu
E. Menunjukkan pita hitam dalam karangan bunga

Pembahasan :
Jika dilihat sekilas dari judulnya, mungkin maksud dari puisi ini bisa saja berbagai hal yang biasanya melibatkan karangan bunga. Namun pada salah satu baris dalam puisi tersebut digunakan kata "Pita hitam" dalam rangkaian bunga yang umumnya digunakan untuk menyatakan duka. Hal itu didukung dengan baris berikutnya "Sebab kami ikut berduka". Dengan demikian, maksud dari puisi ini adalah menggambarkan peristiwa kedukaan.
Jawaban : A

Soal 4 : Menentukan Amanat dari Sebuah Puisi

Amanat dari puisi berjudul "Karangan Bunga" di atas adalah ....
A. Perjuangan sekelompok anak kecil yan ikut berduka
B. Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan
C. Berjuanglah untuk mempertahankan golongan tertentu
D. Hendaklah kita menghargai pengorbanan yang membela kebenaran
E. Segala perjuangan bila tidak dilandasi dengan keimanan akan terkalahkan.

Pembahasan :
Pada puisi tersebut digambarkan suasana duka dan bagaimana tiga gadis kecil yang meluangkan waktu mereka membawa karangan bunga dengan pita hitam untuk menunjukkan bahwa mereka ikut berduka atas gugurnya pemuda yang membela kebenaran. Dengan demikian, amanat yang inding disampaikan oleh penyair adalah agar kita menghargai pengorbanan mereka, orang-orang yang rela mengorbankan nyawa demi mebela kebenaran.
Jawaban : D

Soal 5 : Menentuan Gambaran Suasana dalam Puisi

Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan seksama!
Gerimis yang Diam-diam
Pada suatu temaram subuh
Yang dingin oleh perjalanan musim
Adakah kau lihat di atas atap rumah-rumah
Gerimis yang menyebar diam-diam
Datang dari kelam langit
Pada saat itu
Adakah kau cair pikirkan
Bahwa sang mahadurjana
Fitnah yang merajalela di mana-mana
Merasuki tiap jengkal tanah-tanah di bumi
Dari kelam kehidupan diam-diam
Seperti desis gerimis?

Suasana yang digambarkan oleh kutipan puisi tersebut adalah ....
A. Kekacauan
B. Kekhawatiran
C. Kesunyian
D. Keraguan
E. Kesedihan

Pembahasan :
Jika diperhatikan makna dari tiap baris puisi di atas, maka ada satu hubungan antara satu dengan lainnya dan hal itu menggambarkan "kekhawatiran". Suasana kekhawatiran tersebut tergambar dari beberapa kata atau kata keadaan yang digunakan dalam puisi itu misalnya : mahadurjana, fitnah merajalela, menyebar diam-diam, merasuki tiap jengkal tanah, dan sebagainya. Kata-kata tersebut menunjukkan kekhawatiran seseorang (penyair) akan suatu fenomena yang tengah terjadi di tengah masyarakat.
Jawaban : B

Soal 6 : Menentukan Makna dari Isi Puisi
Maksud dari isi larik pertama puisi "Gerimis yang Diam-diam" di atas adalah ....
A. Cuaca dingin yang tidak diharapkan oleh masyarakat
B. Masyarakat agar waspada akan datangnya hujan deras
C. Munculnya fenomena kehidupan yang tidak disadari masyarakat
D. Masyarakat agar menjaga lahan dan rumahnya masing-masing
E. Menyadarkan bahwa hidup ini penuh misteri yang tak terduga.

Pembahasan :
Karena puisi menggunakan kata-kata yang bermakna konotatif, maka tentu saja makna kata yang digunakan pada larik pertama tidaklah menjelaskan makna sebenarnya melainkan hanyalah sebuah kiasan. Maksud dari larik tersebut adalah munculnya suatu fenomena kehidupan yang tidak disadari oleh masyarakat. Maksud ini tercermin dari ungkapan "Adakah kau lihat di atas atap rumah, gerimis yang menyebar diam-diam". (Dalam hal ini penyair merasa khawatir itu tidak disadari).
Jawaban : C

Soal 7 : Menentukan Objek yang Dibicarakan dalam Puisi
Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan seksama!
AKU
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Karya Chairil Anwar).

Objek yang dibbicarakan dalam puisi tersebut adalah ....
A. Kekecewaan si Aku karena dikucilkan oleh lingkungan
B. Ketidakpuasan si Aku dalam menjalankan masa remajanya
C. Pemberontakan si Aku atas ketidakbebasan yang dialaminya
D. Keinginan si Aku dalam hidup seribu tahun lagi
E. Harapan si Aku meraih cita-cita yang diinginkan.

Pembahasan :
Objek adalah sesuatu yang menjadi penderita atau yang dibahas dalam suatu karya tulis. Objek yang dibicarakan dalam puisi tersebut adalah "Kekecewaan si Aku karena dikucilkan oleh lingkungannya". Hal itu tergambar dari beberapa baris misalnya "Aku ini binatang jalang", "Dari kumpulannya terbuang" dan "Tak perlu seduh sedan itu".

Ketiga baris tersebut menjelaskan bahwasanya si Aku merasa dikucikan dan tidak dipedulikan oleh lingkungannya (Aku ini binatang jalang, terbuang dari kumpulan) serta merasa tidak ingin dikasihani (tak perlu seduh sedan itu). Jadi, dari sisi tersebut terlihat ada kekecewaan dari si Aku.
Jawaban : A

Soal 8 : Menentukan Isi Puisi
Isi puisi Aku tersebut adalah ....
A. Kekerasan hati si Aku dalam menghadapi keberhasilan hidup
B. Kekecewaan si Aku karena orang-orang sekitarnya tidak peduli
C. Kebebasan si Aku dalam megarungi kehidupan
D. Ketulusan si Aku dalam menghadapi cobaan hidup
E. Keinginan si Aku yang tidak dapat dihalangi oleh siapapun.

Pembahasan :
Isi puisi dapat ditentukan dengan membaca keseluruhan baitnya. Meskipun apresiasi dan sudut pandang orang berbeda-beda (bisa saja mengartikan isi puisi tersebut secara berbeda), namun setidaknya ada benang merah yang menunjukkan hal yang sama.

Pada soal sebelumnya telah disebutkan bawha objek yang dibicarakan dalam puisi "Aku" ini adalah kekecewaan si Aku karena dikucilkan oleh lingkungannya. Secara keseluruhan, isi dari puisi tersebut adalah menceritakan mengenai ketulusan si Aku dalam menghadapi cobaan hidup walaupun sekitranya tidak peduli dengan apa yang ia hadapi.
Jawaban : D

Soal 9 : Gaya Bahasa Penulis dalam Puisi
Bacalah puisi berikut ini dengan seksama!
KAU
Kau ajari aku memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang lama tak kudengarkan

Kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan
Yang lama tersingkur dalam benak
Tahukah kau? Semua itu membuat
Kekagumanku tandas untukmu

Kau izinkan aku duduk di beranda hatimu
Agar cukup kudongakkan kepalaku
Untuk melihat apa yang disimpan di sana
Dan mengambil sebongkah cinta untukku

Kau yang ajari aku sisa hidup
Menghitung karunia yang tak terhingga
Bersama sapu tangan jingga di langit biru

Dan
Marilah kita bersandar
Di setiap kasih yang kita tegakkan
Mari kita berteduh
Di bawah pilar kebersamaan yang kita bangun

Gaya romantisme pengarang dalam puisi tersebut tergambar secara dominan pada bait ....
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
E. Kelima

Pembahasan :
Pada dasarnya setiap puisi mengandung gaya bahasa tersendiri termasuk puisi berjudul "Kau" ini. Jika dibaca baitnya secara keseluruhan memang menggambarkan nuansa romantisme. Namun, dari beberapa bait tersebut, gaya romantisme maling dominan pada bait ketiga.

Pembahasan UNBK Bahasa Indonesia tentang puisi

Jika diperhatikan pada bait ketiga ini terdapat beberapa kata yang mencerminkan romantisme misalnya kata cinta dan hati. Gaya romantisme sendiri merupakan gaya pengarang dalam mengungkapkan gagasan di setiap bait puisi tersebut.
Jawaban : C

Demikianlah pembahasan beberapa soal ujian nasional bahasa Indonesia tentang puisi. Jika pembahasan soal ujian nasional tentang puisi ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements