RANGKUMAN MATERI FISIKA KELAS XI SMA SEMESTER GANJIL

Posted by on 20 February 2018 - 3:10 PM

Edutafsi.com - Ringkasan Teori Fisika kelas sebelas semester gasal. Di kelas sebelas, materi fisika yang dipelajari sebenarnya sebagian besar merupakan materi lanjutan dari pelaaran yang telah dipelajari di kelas sepuluh. Pada rangkuman bahan belajar fisika ini, materi akan dibagi menjadi lima  bab, yaitu kinematika dengan analisis vektor, gaya gravitasi, gerak harmonik, usaha dan energi, serta impuls dan momentum. Rangkuman ini hanyalah ringkasan singkat atau pembahasan secara garis besar yang disusun berdasarkan peta konsep edutafsi. Untuk pembahasan lebih lanjut, anda dapat memilih topik pelajaran yang ingin dipelajari.

Bab 1 Kinematika dengan Analisis Vektor

Pada bab ini akan dibahas beberapa subtopik, yaitu karakteristik gerak melalui analisis vektor, persamaan gerak, perpindahan, kecepatan rata-rata, kecepatan sesaat, percepatan, dan sebagainya. Poin penting yang harus dikuasai pada bab ini antaralain mampu menyusun persamaan gerak suatu benda, menentukan kecepatan atau percepatan jika persamaan posisi diketahui atau sebaliknya.

Pada semester sebelumnya telah dipelajari bahwa besaran fisika dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan satuan atau arahnya. Berdasarkan arah dan nilainya, besaran fisika dibedakan menjadi besaran vektor dan besaran skalar. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah sehingga harus diselesaikan dengan konsep analisis vektor.

Dalam pelajaran kinematika, beberapa besaran yang tergolong besaran vektor adalah perpindahan, kecepatan, dan percepatan. Perpindahan merupakan besaran yang menyatakan perubahan posisi suatu benda yang diukur dari titik awal dan titik akhir. Kecepatan merupakan besaran yang menyatakan perubahan perpindahan persatuan waktu sedangkan percepatan menyatakan perubahan kecepatan persatuan waktu.

Pada bab ini, murid diharapkan dapat menganalisis persamaan gerak suatu benda berdasarkan konsep vektor, mampu menentukan kecepatan suatu benda jika persamaan posisinya diketahui, atau menentukan percepatan benda jika persamaan kecepatannya diketahui, analisi perpaduan dua gerak, dan kinematika gerak melingkar.

Bab 2 Gaya Gravitasi

Pada bab ini akan dibahas beberapa subtopik, yaitu gaya gravitasi, kuat medan gravitasi, percepatan gravitasi, potensial gravitasi, dan hukum Kepler tentang gerak planet. Poin penting yang harus dikuasai pada bab ini antaralain memahami interaksi antar benda bermassa, kuat medan gravitasi di suatu titik, faktor yang mempengaruhi percepatan gravitasi, dan hubungan periode revolusi dengan jari-jari planet.

Dalam materi gaya gravitasi, terdapat beberapa besaran fisika yang harus dipahami. Besaran tersebut antaralain gaya gravitasi, gaya berat, kuat medan gravitasi, percepatan gravitasi, massa, jarak antara benda, tetapan umum gravitasi, kecepatan, jari-jari, dan ketinggian. Selain itu, pada materi gaya gravitasi juga dipelajari beberapa istilah fisika seperti aphelium, perihelium, revolusi, kecepatan minimum, dan sebagainya.

Gaya gravitasi adalah gaya tarik-menarik dari dua massa yang terpisah pada jarak tertentu. Besar gaya gravitasi berbanding lurus dengan hasil kali massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Gaya gravitasi disebut juga sebagai gaya berat dan besarnya sama dengan hasil kali massa dengan percepatan gravitasi di mana benda tersebut berada.

Kuat medan gravitasi atau seringpula disebut sebagai percepatan gravitasi merupakan suatu besaran yang menyatakan gaya gravitasi persatuan massa benda yang dialami benda tersebut di suatu titik tertentu. Kuat medan gravitasi berbanding lurus dengan gaya gravitasi, semakin kuat medan gravitasinya maka semakin besar pula gaya gravitasi yan dialami benda.

Hukum Kepler terdiri dari dua, yaitu hukum I dan hukum II Kepler. Hukum I menyatakan bahwa lintasan planet berbentuk elips dan matahari di salah satu titik fokusnya. Hukum II menyatakan perbandingan kuadrat periode revolusi planet terhadap pangkat tiga jari-jari rata-rata planet selalu tetap untuk setiap planet.

Bab 3 Gerak Harmonik

Pada bab ini akan dipelajari beberapa subtopik, yaitu elastisitas, gerak harmoni sederhana, gaya pegas, hukum Hooke, susunan pegas, modulus elastisitas, dan sebagainya. Poin penting yang harus dikuasai pada bab ini antaralain memahami beberapa istilah dalam gerak harmonik sederhana seperti periode, frekuensi, gaya pemulih, gerak harmonik, tegangan, regangan, persamaan dan energi pada gerak harmonik sederhana.

Elastisitas merupakan ukuran kecenderungan suatu benda untuk kembali ke kondisi semula jika gaya luar yang bekerja padanya ditiadakan. Elastisitas bergantung pada pada molekul penyusun dan struktur molekul penyusun bahan. Secara umum, berdasarkan nilai elastisitasnya, benda dapat dibedakan menjadi benda elastis dan benda plastis.

Salah satu dasar dalam pembahasan elastisitas adalah hukum Hooke. Menurut hukum Hooke, pertambahan panjang suatu benda sebanding dengan besar gaya yang dialaminya. Artinya, semakin besar gaya (gaya tarik) yang dialami oleh suatu benda, maka akan semakin besar pertambahan panjangnya. Dengan kata lain, untuk menghasilkan pertambahan panjang yang lebih besar, gaya yang diberikan juga harus lebih besar.

Gerak harmonik adalah gerak bolak-balik melalui suatu titik keseimbangan dengan jumlah getaran dalam setiap detik konstan. Jumlah getaran yang dihasilkan dalam setiap detik disebut frekuensi, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali gerak bokai-balik disebut periode. Pada gerak harmonik terdapat gaya yang selalu mengarah pada titik keseimbangan yang disebut gaya pemulih.

Bab 4 Usaha dan Energi

Pada bab ini akan dipelajari beberapa subtopik, yaitu jenis-jenis usaha, bentuk-bentuk energi, hubungan usaha dan energi, laju energi (daya), dan penerapan konsep energi pada beberapa kasus. Poin penting yang perlu diperhatikan dalam materi ini antaralain memahami konsep usaha dan hubungannya dengan energi, serta bagaimana mengaplikasikan konsep tersebut untuk memecahkan beberapa contoh kasus.

Beberapa besaran fisika yang dibahas dalam bab ini anaralain besaran gaya, usaha, energi, daya, waktu, perpindahan, kecepatan, massa, ketinggian, dan percepatan gravitasi. Gaya merupakan besaran vektor yang dapat mempengaruhi benda seperti merubah bentuk benda atau membuat suatu benda bergerak atau berpindah posisi.

Usaha merupakan hasil kali antara besar gaya yang bekerja pada suatu benda dengan perpindahan yang dialaminya. Besar usaha yang dilakukan oleh suatu gaya berbanding lurus dengan besar gaya dan perpindahannya. Semakin besar gaya yang diberikan, maka semakin besar usahanya. Secara garis besar, usaha dapat dibedakan mejadi usaha positif, usaha negatif, dan usaha nol.

Energi dapat dibedakan menjadi energi potensial dan energi kinetik. Energi potensial merupakan energi yang dimiliki benda karena posisi atau ketinggian sedangkan energi kinetik merupakan energi yang dimiliki benda karena kecepatannya. Jumlah energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki suatu benda disebut energi mekanik.

Pilih Topik Pelajaran

Kinematika analisis vektor
KINEMATIKA - VEKTOR
  • A. Persamaan Gerak
    B. Vektor Posisi
    C. Vektor Kecepatan
    D. Vektor Percepatan
    E. Perpaduan Dua Gerak
  • Pelajari >>
Gaya gravitasi
GAYA GRAVITASI
  • A. Gaya Gravitasi
    B. Kuat Medan Gravitasi
    C. Percepatan Gravitasi
    D. Potensial Gravitasi
    E. Hukum Kepler
  • Pelajari >>
Usaha dan Energi
USAHA DAN ENERGI
  • A. Pengertian & Jenis Usaha
    B. Bentuk-bentuk Energi
    C. Hubungan Usaha dan Energi
    D. Laju energi
    E. Kekekalan Energi Mekanik
  • Pelajari >>
Impuls dan momentum
IMPULS DAN MOMENTUM
  • A. Pengertian Momentum
    B. Pengertian Impuls
    C. Hubungan Impuls dan Momentum
    D. Hukum Kekekalan Momentum
    E. Tumbukan
  • Pelajari >>

Bab 5 Impuls dan Momentum

Pada bab ini akan dipelajari beberapa subtopik seperti momentum, impuls, hukum kekekalan momentum, tumbukan, dan beberapa kasus mengenai momentum. Beberapa poin penting yang harus dipahamai anataralain memahami konsep momentum, hubungan momentum dan impuls, mengidentifikasi jenis-jenis tumbukan, konsep kekekalan momentum, dan penerapan hukum kekekalan momentum pada berbagai contoh kasus.

Momentum adalah besaran turunan yang menyatakan tingkat kesulitan suatu benda untuk dihentikan. Besar momentum suatu benda sama dengan hasil kali massa benda dengan kecepatannya. Besar momentum berbanding lurus dengan gaya yang dibutuhkan untuk menghentikan suatu benda. Semakin besar momentum benda maka akan semakin sulit untuk dihentikan dan semakin besar pula gaya hambat yang dibutuhkan.

Impuls merupakan besaran yang setara dengan momentum. Besar impuls sama dengan hasil kali gaya dengan selang waktu. impuls bekerja dalam waktu yang sangat singkat. Jika dihubungkan dengan momentum benda, maka impuls dapat diartikan sebagai perubahan momentum, yaitu selisih antara momentu benda di kondisi akhir dengan meomentum benda mula-mula.

Hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa jumlah momentum total dua benda sebelum dan sesudah proses (tumbukan) selalu konstan. Hukum kekekalan momentum berlaku jika resultan gaya luar sama dengan nol. Tumbukan antar dua benda dapat dibedakan menjadi tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak lenting sama sekali.

Demikianlah rangkuman materi fisika kelas XI semester gasal yang dapat edutafsi bagikan. Semoga bermanfaat dan berguna bagi proses pembelajaran. Jika rangkuman ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements