PERKEMBANGBIAKAN VIRUS : DAUR LITIK DAN LISOGENIK

Posted by on 14 April 2015 - 1:16 PM

Virus dapat hidup di dalam dan di luar sel-sel hidup yang menjadi inangnya. Virus dapat berkembang biak dalam sel bakteri, sel tumbuhan, dan sel hewan. Salah satu jenis bakteri yang paling sering dijadikan sebagai contoh untuk menjelaskan perkembangbiakan virus adalah bakteriofag. Bakteriofag adalah virus yang menyerang sel bakteri. Baktriofag merupakan parasit interseluler yang tidak memiliki peralatan untuk mensintesis protein dan sistem konversi energi. Oleh karena itu, bakteriofag membutuhkan bakteri hidup sebagai inang untuk melakukan siklus reproduksinya.

Perkembangbiakan virus terdiri dari dua siklus atau daur yaitu :
  1. Siklus litik
    Siklus ini disebut litik karena pada siklus inilah terjadi penghancuran sel bakteri oleh bakteriofag. Siklus litik diawali dengan menempelnya virus pada bakteri hingga hancurnya DNA bakteri dan terbentuknya virus baru.

    Berikut tahapan dalam siklus litik :
    1. Virus menempel pada bakteri
    2. Virus melakukan penetrasi
      Setelah menempel, virus mencoba untuk membentuk lubang pada dinding sel bakteri menggunakan enzim. Enzim tersebut melarutkan dinding sel bakteri sehingga terbentuk lubang. Melalui lubang itulah virus memasukkan DNA-nya ke dalam bakteri.

    3. Pembentukan komponen virus
      DNA yang masuk ke dalam bakteri mengambil alih tugas DNA bakteri dan menggunakan metabolik bakteri untuk menghasilkan komponen-komponen virus, seperti kapsid, ekor, serabut ekor, dan kepala. Pada tahap mulai terbentuk virus baru.

    4. Penghancuran dinding sel bakteri
      Virus yang baru terbentuk kemudian mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri. Setelah dinding bakteri hancur, virus-virus baru dapat keluar dan menyerang sel-sel bakteri lainnya sehingga bakteri mengalami kematian. Virus yang telah menginfeksi sel lain pun mengulangi siklus litiknya kembali.

    Siklus litik yang menghasilkan virus-virus baru ini hanya membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk setiap siklusnya.

    Baca juga : Tipe dan Tahap Perkecambahan Pada Tumbuhan.

  2. Siklus Lisogenik
    Siklus lisogenik merupakan siklus perkembangbiakan virus apabila bakteri yang menjadi inangnya memiliki daya tahan yang kuat sehingga virus menjadi tidak virulen.

    Pada siklus ini, virus hanya menempelkan DNA-nya pada DNA bakteri dan tidak langsung mengambil alih metabolisme sel inang. DNA yang menempel disebut profage. 

    Berikut tahapan siklus lisogenik :
    1. Penetrasi
      Virus yang menempel pada bakteri berusaha memasukkan DNA-nya ke dalam bakteri. Tahap ini tidak jauh berbeda dengan siklus lisis. Virus melakukan penetrasi materi genetik DNA ke dalam tubuh bakteri.

    2. Pembentukan Profage
      DNA yang berhasil masuk ke dalam tubuh bakteri kemudian menempel pada DNA bakteri dan membentuk profage yang merupakan cikal bakal terbentuknya virus baru.

    3. Pembelahan Profage
      Ketika bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga anakan sel bakteri pun mengandung profage. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah bakteri yang mengandung profage menjadi sangat banyak. 
      Siklus Litik dan Lisogenik Virus

    4. Pembentukan virus baru
      Jika keadaan lingkungan mendukung dan sistem imunitas bakteri menurun, profage akan menjadi virulen (mampu menyebabkan penyakit dan merusak jaringan tubuh) dan menghancurkan bakteri. Virus-virus baru yang terbentuk siap menyerang sel-sel lainnya dan terus berkembang biak.
Baca juga : Jenis-jenis Protein, Sumber dan manfaatnya.


Edutafsi.com adalah blog tentang bahan belajar. Gunakan menu atau penelusuran untuk menemukan bahan belajar yang ingin dipelajari.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment