PEMBAHASAN SOAL UN FISIKA TENTANG HUKUM OHM

Posted by on 12 April 2015 - 11:23 PM

Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus yang mengalir melalui suatu kawat penghantar berbanding lurus dengan besar beda potensial dan berbanding terbalik dengan besar hambatan. Related topics :
  1. Rumus Umum Listrik Statis 
  2. Rangkaian Resistor
  3. Hukum Kirchhoff
  4. Rangkaian Seri RLC
Hukum Ohm merupakan sebuah teori yang menjelaskan hubungan antara kuat arus, tegangan, dan resistansi. Berdasarkan hukum Ohm, semakin besar tegangan yang diberikan maka akan semakin besar kuat arus yang dihasilkan.

Sebaliknya, jika resistansi atau nilai hambatan yang dimiliki kawat penghantar semakin besar, maka kuat arus yang dihasilkan akan semakin kecil. Secara matematis, hukum Ohm dapat ditulis sebagai berikut :

V = I.R

Dengan :
V = besar tegangan (V)
I = kuat arus yang mengalir (A)
R = besar hambatan (Ω)


Kumpulan Soal UN 
  1. (UN 2008/2009) Perhatikan rangkaian listrik seperti pada gambar. Kuat arus yang terukut pada amperemeter adalah ....
    A. 0,1 AmpereD. 1,5 Ampere
    B. 0,5 AmpereE. 3,0 Ampere
    C. 1 Ampere

    Hukum Ohm

    Pembahasan :
    Sesuai dengan hukum Ohm :
    V = I.R
    ⇒ 1,5 = I (R + rd)
    ⇒ 1,5 = I (1,4 + 0,1)
    ⇒ 1,5 = 1,5 I
    ⇒ I = 1 Ampere (Opsi C).
  2. (UN 2005/2006) Perhatikan gambar di bawah ini!

    Hukum Ohm
    Jika amperemeter menunjukkan skala 0,6 A, maka nilai yang terukur pada voltmeter adalah ....
    A. 1,5 voltD. 6,2 volt
    B. 3,4 volt E. 7,4 volt
    C. 4,5 volt

    Pembahasan :
    Besar tegangan yang akan terukur oleh voltmeter merupakan hasil kalai kuat arus dengan besar hambatan total. Jadi, kita cari terlebih dahulu besar hambatan totalnya.
     1 = 1 + 1
    Rp 4 8
     1 = 2 + 1
    Rp 8 8
     1 = 3
    Rp 8
    Rp = 8
    Rp = 2,67 Ω
     
    Maka besar hambatan totalnya :
    R total = Rp + R
    ⇒ R total = 2,67 + 3
    ⇒ R total = 5,67 Ω.

    Sesuai dengan hukum Ohm, maka besar tegangan yang terukur voltmeter adalah :
    V = I.Rtotal
    ⇒ V = 0,6 (5,67)
    ⇒ V = 3,402 volt (opsi B).


  3. (UN 2006/2007) Perhatikan gambar di bawah. Jika sebuah hambatan yang nilainya 4R dirangkaikan secara pararel pada titik P dan Q, maka nilai arus listrik pada rangkaian akan menjadi ....
    A. 2 AmpereD. 6 Ampere
    B. 3 AmpereE. 9 Ampere
    C. 4 Ampere

    Hukum Ohm
    Pembahasan :
    Sebelum hambatan 4R dipasang, maka dapat kita hitung berapa besar hambatannya sebagai berikut :
    V = I.Rs
    ⇒ 12 = 3 (2R + 2R)
    ⇒ 12 = 3 (4R)
    ⇒ R = 1 Ω.

    Setelah hambatan 4R dirangkai, maka rangkaian akan menjadi seperti gambar di bawah ini.

    Hukum Ohm

    Besar hambatan total dari rangkaian di atas adalah
     1 = 1 + 1
    Rp 4 4
     1 = 2
    Rp 4
     1 = 1
    Rp 2
    Rp = 2 Ω

    Sesuai dengan hukum Ohm, maka kuat arusnya menjadi :
    V = I.Rtotal
    ⇒ V = I.Rp
    ⇒ 12 = I (2)
    ⇒ I = 6 Ampere (Opsi D).


  4. (UN 2007/2008) Jika voltmeter menunjukkan nilai 1 volt, maka nilai hambatan R adalah ....
    A. 7 ΩD. 22 Ω
    B. 11 ΩE. 25 Ω
    C. 17 Ω

    Hukum Ohm

    Pembahasan :
    Voltmeter yang dipasang pada rangkaian akan menunjukkan besar tegangan pada ujung-unjung hambatan 2 ohm. Karena ketiga hambatan disusun seri, maka kuat arus yang mengalir di setiap resistor adalah sama besar. Oleh karena itu, kita cari terlebih dahulu kuat arus yang mnegalir dalam rangkaian.

    Berdasarkan hukum Ohm :
    V = I.R total
    12 = I (R + 5 + 2)
    12 = I (R + 7)
    I =    12
    (R + 7)

    Besar tegangan yang terukur voltmeter :
    V = I. R2
    1 =    12 .(2)
    (R + 7)
    R + 7 = 24
    R = 24 - 7
    R = 17 Ω (Opsi C).





Edutafsi.com adalah blog tentang bahan belajar. Gunakan menu atau penelusuran untuk menemukan bahan belajar yang ingin dipelajari.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment