JENIS-JENIS MAKNA KATA DALAM BAHASA INDONESIA

Posted by on 11 September 2015 - 1:23 AM

Dalam percakapan sehari-hari, seringkali kita mendengar kalimat yang mengandung sebuah atau beberapa kata dengan makna tertentu. Kata-kata tersebut terkadang mengandung makna yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Dengan kata lain, terkadang arti dari sebuah kata harus disesuaikan dengan konteks kalimatnya. Beberapa kata memiliki makna yang diketahui secara umum berdasarkan pengertiannya dan ada pula kata yang maknanya timbul dan berkembang karena situasi pembicaraan. Ketika seseorang mengatakan bahwa ia sedang makan, maka kita paham betul bahwa orang tersebut sedang memasukkan sesuatu ke dalam mulut, mengunyah, dan menelannya. Makna makan dalam kalimat tersebut kita ketahui berdasarkan pengertiannya. Begitupula halnya ketika seseorang mengatakan bahwa ia sedang makan telur mata sapi. Kata telur mata sapi sudah secara umum diketahui maknanya yaitu telur yang digoreng secara langsung tanpa diaduk terlebih dahulu sehingga bagian kuning dan putih telurnya menyerupai mata dan diidentikkan dengan mata sapi.

Jenis-jenis Makna

Secara umum terdapat 4 jenis makna dalam bahasa Indonesia, yaitu :
  1. Makna Leksikal
    Makna leksikal merupakan makta kata berdasarkan kamus atau leksikon yang sesuai dengan referensiya. Makna kata leksikal disebut juga makna kata berdefenisi, yaitu kata yang memiliki defenisi tertentu yang diketahui secara umum.

    Menurut Chaer 1994, makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan hasil observasi alat indera, atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita.

    Contoh :
    • Petani di desa itu gagal panen karena serangan hama tikus.
      Kata tikus dalam kalimat di atas mengandung makna leksikal yaitu sejenis binatang pengerat yang dapat menyebabkan penyakit tifus dan merusak tanaman.

    • Anak itu selalu minum susu sebelum tidur.
      Kata minum pada kalimat di atas mengandung makna leksikal yaitu kegiatan memasukkan zat cair ke dalam mulut dan menelannya.

  2. Makna Gramatikal
    Makna gramatikal adalah makna kata yang terjadi karena proses ketatabahasaan seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

    Contoh :
    • Batu seberat itu terangkat juga oleh adik.
      Penambahan awalan ter- pada kata angkat memberikan makna dapat dalam kalimat tersebut. Sehingga maksud dari kalimat tersebut adalah adik dapat mengangkat batu seberat itu.

    • Ketika bermain di taman, Dina terdorong ke parit.
      Penambahan awalan ter- pada kata dorong memberikan makna tidak sengaja sehingga maksud dari kalimat tersebut adalah ada seseorang atau sesuatu yang tanpa sengaja mengakibatkan Dina jatuh ke parit.

    Makna gramatikal dapat timbul karena hal berikut :
    FaktorContoh
    Bentuk kata
    • Rani duduk di kursi goyang.
    • Rani terduduk di atas tanah.
    Urutan kata
    • Tono memukul Dani.
    • Dani memukul Tono.
    Intonasi
    • Ibu memasak di dapur.
    • Ibu memasak di dapur?
    Kata tugas
    • Dian menari dan bernyanyi.
    • Dian menari atau bernyanyi.

  3. Makna Denotasi
    Makna denotasi adalah makna lugas atau makna yang sebenarnya. Makna denotasi terdiri dari satu alternatif yang artinya pasti sama menyangkut informasi faktual objektif.

    Contoh :
    • Rani sedang makan pisang goreng.
      Kalimat di atas mengandung makna yang sebenarnya yaitu Rani sedang memakan pisang yang digoreng menggunakan minyak goreng.

    • Kaki Ayah terjepit di pintu.
      Kalimat di atas mengandung makna lugas atau makna sebenarnya yaitu kaki (anggota tubuh bagian bawah yang digunakan untuk berjalan) Ayah terjepit di pintu.

  4. Makna Konotasi
    Makna konotasi adalah makna kiasan atau makna ungkapan idiomatis yang memerlukan beberapa penafsiran atau disebut juga makna tidak sebenarnya.

    Contoh :
    • Rani makan hati karena tingkah laku suaminya.
      Kata makan hati pada kalimat di atas memiliki makna kiasan yaitu tersiksa hati dan fikiran karena kelakuan suaminya yang kurang baik.

    • Kimi terkenal sebagai kutu buku di sekolahnya.
      Kata kutu buku pada kalimat di atas bukan berarti sejenis hewan yang menyerang kertas atau buku melainkan orang yang sangat rajin membaca dan sering terlihat sedang membaca.

    Makna konotasi terdiri dari dua jenis yaitu makna konotasi positif dan makna konotasi negatif. Konotasi positif adalah makna kata yang memiliki nilai rasa positif. Sebaliknya, konotasi negatif adalah makna kata yang memiliki nilai rasa negatif.
Jika dilihat berdasarkan ada tidaknya referen dari kata tersebut, makna kata terdiri dari dua jenis, yaitu :
  1. Makna Referensial
    Makna referensial adalah makna kata yang memiliki referen yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata tersebut. Kata 'kursi' termasuk kata bermakna referensial karena mempunyai referen yaitu salah satu jenis perabot rumah tangga yang digunakan untuk duduk.

  2. Makna Nonreferensial
    Makna nonreferensial adalah makna kata yang tidak memiliki referen yang diacu oleh kata tersebut. Kata 'sehingga' termasuk kata yang bermakna nonreferensial karena kata tersebut tidak memiliki referen.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment