JENIS-JENIS PERUBAHAN ATAU PERGESERAN MAKNA KATA

Posted by on 11 September 2015 - 4:54 PM

Dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa kata yang mengandung makna lebih dari satu ketika digunakan dalam konteks kalimat yang berbeda. Perbedaan makna dapat timbul karena beberapa faktor seperti proses penambahan awalan, pengurutan kata, intonasi, hingga tanda baca yang berbeda. Tak hanya berbeda, makna yang terkandung pada sebuah kata juga dapat berkembang dan mengalami perubahan. Pada kesempatan ini kita akan membahas beberapa jenis perubahan makna, dan faktor yang menyebabkan perubahan.

Penyebab Perubahan Makna Kata

Secara umum, perubahan makna dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini :
Proses gramatikal 
Adanya afiksasi, reduplikasi, dan komposisi dalam proses gramatikal menghasilkan makna-makna gramatikal yang berubah dari makna sebelumnya. Misalnya pemberian awalan ter- pada kata "terjatuh" menimbulkan makna gramatikal tidak sengaja.

Perkembangan ilmu dan teknologi
Perubahan makna suatu kata juga dapat timbul akibat perkembangan ilmu dan teknologi. Misalnya kata "layar" yang dulu dikaitkan dengan kapal tetapi sekarang lebih identik dengan barang elektronik seperti layar televisi atau layar komputer.

Perbedaan sosial budaya
Berbedanya latar sosial dan budaya di berbagai tempat menyebabkan perubahan makna pada kata-kata tertentu. Misalnya kata "kamu" di beberapa daerah menunjukkan satu orang tetapi di beberapa daerah lain, kata kamu bisa menunjukkan beberapa orang sekaligus.

jenis perubahan makna

Pandangan hidup dan ukuran norma dalam masyarakat kadangkala menyebabkan suatu kata memiliki nilai rasa rendah (kurang menyenangkan) atau justru menjadi memiliki nilai rasa tinggi (menyenangkan). Misalnya kata "bini" yang dinilai lebih rendah daripada kata "istri".

Baca juga : Ciri-ciri Bahasa Baku dan Contoh Kalimat.

Konteks kalimat
Konteks kalimat memiliki pengaruh kepada perubahan makna secara kontekstual yaitu adanya hubungan antara ujaran dan situasi pada waktu ujaran dipakai. Misalnya kaki adik terkena duri saat melintasi kaki gunung.

Perbedaan penafsiran
Perbedaan penafsiran sama halnya dengan perbedaan referen atau sumber yang dijadikan acuan dalam mengartikan suatu kata. Misalnya makna kata gaya dalam ilmu fisika berbeda dengan kata gaya dalam bidang fashion karena referennya sudah jauh berbeda.

Proses asosiasi
Proses asosiasi atau mengaitkan suatu kata berdasarkan pesamaan sifatnya menimbulkan makna yang berbeda. Misalnya kata kursi dan kata jabatan. Asosiasi kedua kata tersebut menimbulkan perubahan makna pada kata kursi yang berarti kedudukan.

Proses penyingkatan
Proses penyingkatan adakalanya menyebabkan suatu singkatan kata lebih sering digunakan daripada kata sebenarnya. Misalnya kata meninggal yang merupakan bentuk penyingkatan dari meninggal dunia. Karena biasa digunakan, kata meninggal memiliki makna yang sama dengan meninggal dunia.

Pertukaran tanggapan indera
Dalam penggunaan bahasa, adakalanya terjadi pertukaran tangaapan indera yang satu dengan indera lainnya misalnya kata "pedas" yang seharusnya ditanggapi oleh indera pengecap yaitu lidah tertukar menjadi ditanggapi oleh indera pendengaran atau telinga untuk menjelaskan kata-kata yang pedas.

Baca juga : Ciri-ciri Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia.

Jenis-jenis Perubahan Makna

  1. Membaik (Amelioratif)
    Ameliorasi adalah proses perubahan makna yang menyebabkan makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi daripada sebelumnya. Misalnya :
    • Tuli >> tuna rungu. ↑
    • Bini >> istri, nyonya. ↑
    • Perempuan >> wanita. ↑
    • Buta >> tuna netra. ↑
    • Bui >> lembaga pemasyarakatan. ↑
    • Beranak >> melahirkan. ↑

  2. Memburuk (Peyoratif)
    Peyorasi adalah proses perubahan makna yang menyebabkan makna sekarang dirasakan lebih buruk atau lebih rendah daripada sebelumnya. Misalnya :
    • Pergi >> kabur. ↓
    • Sekelompok >> gerombolan. ↓
    • Menurunkan >> melengserkan. ↓
    • Nikah >> kawin. ↓
    • Hamil >> bunting. ↓

  3. Meluas (Generalisasi)
    Generalisasi adalah proses perubahan makna yang menyebabkan makna sekarang lebih luas daripada sebelumnya. Misalnya :
    • Berlayar : kapal layar >> seluruh kapal.
    • Ikan : biota air >> lauk pauk.
    • Ibu : otangtua kandung wanita >> wanita yang lebih tua. 
    • Kepala : anggota tubuh >> ketua atau pemimpin.
    • Jurusan : arah/tujuan >> spesialisai/bidang ilmu yang ditekuni.

  4. Menyempit (Spesialisasi)
    Spesialisasi adalah proses perubahan makna yang menyebabkan makna sekarang lebih sempit daripada sebelumnya. Misalnya :
    • Sarjana : orang pintar >> lulusan strata satu di perguruan tinggi.
    • Pembantu : orang yang membantu >> pekerja rumah tangga.
    • Guru : mengajarkan sesuatu >> pengajar di sekolah.
    • Pendeta : orang pintar >> ahli agama kristen.
    • Madrasah : sekolah >> sekolah berasaskan islam.

  5. Persamaan Sifat (Asosiatif)
    Asosiatif adalah makna yang muncul karena adanya persamaan sifat. Misalnya :
    • Mencatut : menarik >< mengambil yang bukan miliknya.
    • Amplop : surat >< uang sogokan.
    • Kursi : tempat duduk >< jabatan.
    • Parasit : makhluk kecil >> orang yang merugikan.
    • Bunga : kembang >> gadis cantik.

  6. Pertukaran Tanggapan (Sinestesia)
    Sinsetesia adalah makna yang muncul karena pertukaran tanggapan dua indera. Misalnya :
    • Kata-katanya kasar.
    • Suaranya sedap didengar.
    • Kata-katanya pedas.
    • Rencana busuknya tercium.
    • Pendengarannya sangat tajam.



Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment