Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Ekskresi

Posted by on 22 April 2016 - 6:07 PM

Sistem ekskresi manusia merupakan sistem organ yang melibatkan ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. Ginjal berperan dalam pembentukan urin, paru-paru bertugas mengeluarkan ekskret berupa karbondioksida dan uap air, hati bertugas dalam ekskresi empedu, dan kulit bertugas mengekskresikan keringat. Sistem ekskresi merupakan salah satu sistem organ manusia yang mempunyai pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup. Jika sistem ekskresi berjalan dengan baik, maka zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan akan dapat dikeluarkan dengan semestinya. Sebaliknya, jika sistem ekskresi mengalami gangguan maka zat sisa yang seharusnya dikeluarkan akan menimbulkan masalah bagi tubuh.

Karena organ ekskresi terdiri dari ginjal, paru-paru, hati, dan kulit, maka kita akan lihat gangguan-gangguan yang terjadi pada organ-organ tersebut.

Gangguan Pada Ginjal

Gangguan atau penyakit yang terjadi pada ginjal dapat berupa penyumbatan, infeksi, alergi racun, kegagalan fungsi dan sebagainya. Beberapa penyakit pada ginjal antara lain nefritis, batu ginjal, gagal ginjal, albuminuria, anuria, glikosuria, hematuria, diabetes melitus, ketosis, diabetes insipidus, dan oligouria.

Nefritis
Nefirits merupakan gangguan pada ginjal yang ditandai dengan peradangan pada nefron atau glomerulus. Radang dapat terjadi akibat infeksi bakteri Streptococcus. Nefirits dapat memicu penyakit uremia dan oedema.

Uremia
Uremia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan masuknya kembali asam urin ke pembuluh darah. Kondisi ini biasanya dipicu atau menyertai nefritis.

Oedema
Oedema atau edema merupakan gangguan sistem ekskresi yang ditandai dengan penimbunan air di kaki karena proses rabsorbpsi air terganggu. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh nefritis.

Batu Ginjal
Batu ginjal merupakan gangguan pada ginjal yang ditandai dengan terbentuknya batuan kecil akibat penimbunan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kantong kemih.

Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan kondisi medis yang menunjukkan adanya kegagalan fungsi pada ginjal dalam menyaring darah dan pembentukan urin. Gagal ginjal menimbulkan kematian dan penderita biasanya akan menjalani cuci darah.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Koordinasi.

Albuminuria
Albuminuria adalah gangguan ginjal yang ditandai dengan adanya albumin dalam urin. Kondisi ini merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium. 

Anuria
Anuria merupakan kelainan pada ginjal yang ditandai dengan tidak terbentuknya urin akibat kerusakan pada glomerulus. Anuria juga dapat timbul akibat peradangan pada glomerulus atau nefritis.

Glikosuria
Glikosuria merupakan gangguan ginjal yang ditandai dengan ditemukannya glukosa pada urine. Kondisi ini merupakan indikasi adanya kerusakan pada tabung ginjal.

Hematuria
Hematuria merupakan gangguan ginjal yang ditandai dengan ditemukannya sel darah merah dalam urin. Kondisi ini merupakan indikasi adanya peradangan pada organ urinaria atau iritasi akibat gesekan pada batu ginjal.

Ketosis
Ketosis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan ditemukannya senyawa keton dalam darah. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang melakukan diet karbohidrat. 

Oligouria
Oligouria merupakan kondisi medis yang ditandai dengan sedikitnya jumlah urine yang terbentuk akibat tingginya reabsorbsi air oleh pembuluh darah.

Poliuria 
Poliuria merupakan gangguan sistem ekskresi berupa pembentukan urine dalam jumlah yang berlebihan akibat rendahnya reabsorpsi air oleh pembuluh darah.

Diabetes Melitus
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya kandungan glukosa pada urin penederita. Penyakit ini terjadi akibat kekurangan hormon insulin. Kondisi kekurangan insulin terjadi karena pankreas hanya menghasilkan sedikit insulin.

Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus merupakan suatu penyakit yang menyebabkan penderita mengeluarkan urin terlalu banyak sehingga penderita dapat mengalami dehidrasi. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan hormon ADH yang dihasilkan oleh hipofisis.

Baca juga : Kumpulan Soal dan jawaban Sistem Eksresi.

Gangguan Pada Paru-paru

Karena paru-paru juga merupakan organ dari sistem pernapasan, maka penyakit yang akan kita bahas sama dengan gangguan paru-paru pada sistem respirasi yaitu asma, pneumonia, tuberkulosis, bronkitis, emfisema, asbestosis, dan kanker paru-paru.

Asma
Asma merupakan gangguan pada paru-paru berupa penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Penyakit ini menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk bernafas.

Pneumonia
Pneumonia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan terisinya alveoulus oleh cairan sehingga oksigen sulit untuk masuk. Penyakit ini bisa timbul akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan gangguan paru-paru yang ditunjukkan dengan gelaja batuk berat disertai darah. Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan merupakan penyakit menular.

Bronkitis
Bronkitis merupakan gangguan paru-paru yang ditandai dengan peradangan pada bagian bronkus. Penyakit ini biasanya timbul akibat infeksi, polusi, atau asap rokok.

Emfisema
Emfisema merupakan kondisi medis yang ditandai dengan berkurang atau hilangnya elastisitas alveolus atau gelembung-gelembung dalam paru-paru. Kondisi ini menyebabkan karbondioksida terperangkap di dalam paru-paru. 

Asbestosis
Asbestosis merupakan gangguan paru-paru yang ditandai dengan penebalan pleura akibat terjadinya endapan serat asbes yang terhirup ke dalam paru-paru. Asbestosis dapat memicu kanker paru-paru.

Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru merupakan gangguan akibat berkembangya sel-sel kanker di dalam paru-paru. Kanker paru-paru dapat terjadi akibat kebiasaan merokok atau karena logam berat yang terhirup.

Baca juga : Kumpulan Soal dan jawaban Sistem Respirasi.

Gangguan Pada Hati

Gangguan pada hati dapat terjadi karena beberapa faktor seperti peradangan akibat infeksi virus, penyumbatan, sel asing, dan sebagainya. Beberapa gangguan pada hati yang berhubungan dengan sistem ekskresi antaralain kanker hati, hepatitis, penyakit kuning, dan sirosis hati.

Kanker Hati
Kanker hati merupakan gangguan pada hati akibat berkembangnya sel-sel kanker dalam hati. Kanker hati yang paling sering terjadi adalah kanker hati hepatocellular carcinoma yang merupakan bentuk komplikasi dari hepatitis kronis.

Penyakit Kuning
Penyakit kuning merupakan kondisi medis yang ditandai dengan berubahnya warna darah menjadi kekuningan akibat tersumbatnya saluran empedu sehingga empedu tidak dapat dialirkan ke usus dua belas jari dan masuk ke dalam darah.

Hepatitis
Hepatitis merupakan gangguan pada hati yang ditandai dengan tubuh berwarna kuning. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A atau hepatitis B.

Sirosis Hati
Sirosis hati merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya goresan di dalam hati akibat banyaknya jaringan ikat. Penyakit ini merupakan serangan lanjutan dari hepatitis B dan C.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Gerak.

Gangguan Pada Kulit

Gangguan kulit dapat timbul akibat alergi, serangan tungau, infeksi, dan karena faktor hormon. Beberapa gangguan yang terjadi pada kulit sebagai salah satu organ ekskresi adalah biduran, kudis, eksim, gangren,

Biduran
Biduran merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan timbulnya benjolan-benjolan pipih dan lebar dan terasa gatal. Gangguan ini biasanya timbul karena udara dingin dan alergi.

Kudis
Kudis atau scabies merupakan penyait kulit yang terjadi karena infeksi tungau Sarcoptes scabies. Kudis ditandai dengan gejala gatal-gatal terutama pada malam hari dan lebih sering ditemukan pada bagian lipatan-lipatan tubuh.  

Eksim
Eksim atau alergi merupakan gangguan pada kulit yang terjadi karena infeksi atau iritasi bahan luar yang tertelan saat makan atau bahan alergen yang menyentuh kulit.

Gangren
Gangren merupakan kelainan pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh peredaran darah yang buruk di bagian tertentu misalnya karena penekanan atau pembalutan yang terlalu ketat.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment