Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah

Posted by on 20 April 2016 - 6:15 PM

Sistem peredaran darah merupakan salah satu sistem kehidupan yang memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup manusia. Darah bagaikan sungai yang mengalir dalam tubuh kita. Jika kehilangan banyak darah, maka nyawa akan terancam. Begitupula halnya jika terjadi gangguan pada sistem peredaran darah. Kondisi tubuh yang sehat identik dengan sistem peredaran darah yang lancar. Hal itu tidak terlepas dari beberapa fungsi darah yang sangat vital bagi kelangsungan hidup.

Darah berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sari makanan ke jaringan di seluruh tubuh. Selain itu, darah juga berfungsi untuk mengedarkan hormon hasil eksresi dari kelenjar hormon ke bagian tubuh yang membutuhkan.

Jika sistem peredaran darah lancar, maka fungsi-fungsi utama darah akan berjalan dengan optimal. Artinya kebutuhan oksigen dan sari makanan yang dibutuhkan oleh jaringan di seluruh tubuh akan terpenuhi. Sebaliknya, jika sistem peredaran darah tidak lancar maka akan menyebabkan beberapa gangguan dalam tubuh.

Selain fungsi utama tersebut, darah juga berfungsi untuk melawan bibit-bibit penyakit yang masuk ke tubuh. Itu sebabnya ketika sistem peredaran darah lancar, tubuh cenderung lebih sehat karena bibit penyakit yang masuk berhasil dikalahkan.

Sistem peredaran darah melibatkan beberapa komponen yang bekerja sama yaitu darah, pembuluh darah, dan jantung. Gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah berkaitan dengan gangguan pada masing-masing komponen tersebut.

Dengan demikian, secara garis besar gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu kelainan pada darah, penyakit pada pembuluh darah, dan penyakit atau gangguan pada jantung.

Baca juga : Gangguan atau Penyakit pada Sistem Pencernaan Makanan.

Kelainan Pada Darah

Kelainan atau gangguan yang terjadi pada darah berhubungan dengan karakter darah, jumlah sel darah, dan penurunan fungsi darah. Beberapa kelainan pada darah antaralain hemofilia, anemia, leukimia, leukopeni, hipotensi, hipertensi, talasemia, dan penyakit kuning pada bayi.

Hemofilia
Hemofilia merupakan kondisi kelainan darah yang ditandai dengan darah sukar membeku. Hemofilia merupakan kelainan atau penyakit yang disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan.

Leukimia
Leukimia merupakan penyakit yang ditandai dengan jumlah sel-sel darah putih jauh di atas normal. Jumlah sel darah putih yang berlebihan terjadi akibat pembelahan yang tidak terkendali. Leukimia juga dikenal sebagai kanker darah.

Leukopeni
Leukopeni adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya jumlah sel-sel darah putih sehingga fungsi-fungsi sel darah putih tidak berjalan optimal. Salah satu penyebab leukopeni adalah penyakit tifus.

Anemia
Anemia atau kurang darah merupakan kondisi yang terjadi karena kurangnya kadar Hemoglobin Hb atau jumlah zat besi dalam darah. Kondisi ini menyebabkan jumlah sel-sel darah merah berkurang. Anemia juga dapat dialami oleh korban kecelakaan yang banyak kehilangan darah.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Pernapasan.

Talasemia
Talasemia merupakan penyakit menurun yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan sel-sel darah merah dalam mengikat oksigen dan karbondioksida sehingga bentuknya menjadi tidak beraturan.

Hipotensi
Hipotensi merupakan penyakit yang ditandai dengan tekanan darah jauh di bawah normal yaitu lebih rendah dari 100 mmHg. Tekanan darah yang rendah tidak mencukupi untuk perfusi dan oksigenasi jaringan adekuat. Hipotensi biasa disebut tekanan darah rendah.

Hipertensi
Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan tekanan darah jauh di atas normal yaitu lebih besar dari 140 mmHg. Kondisi ini terjadi karena jumlah darah yang dipompah oleh jantung melebihi daya tampung dinding arteri. Hipertensi biasa disebut tekanan darah tinggi.

Penyakit Kuning
Penyakit kuning pada bayi (eritroblastosis fetalis) adalah penyakit yang ditandai dengan rusaknya eritrosit embrio akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Ekskresi.

Gangguan Pada Pembuluh Darah

Gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah yang berhubungan dengan pembuluh darah dapat diakibatkan oleh beberapa hal seperti pelebaran, pergeseran, atau penyumbatan pembuluh darah. Beberapa gangguan pada pembuluh darah antaralain varises, hemoroid, ateriosklerosis, atherosklerosis, embolus dan trombus.

Varises
Varises adalah pelebaran pembuluh darah di area betis. Varises ditandai dengan melebarnya pembuluh balik atau vena sehingga terlihat membesar dan menonjol di permukaan kulit. Penyakit ini biasanya dapat timbul pada orang yang terlalu sering berjalan jauh.

Hemoroid
Hemoroid atau ambeien adalah gangguan pembuluh darah yang ditandai dengan pelebaran pembuluh darah di sekitar anus. Penderita hemoroid mengalami pelebaran pembuluh balik di sekitar anus akibat terlalu banyak duduk, kurang bergerak, atau karena terlalu kuat mengejan.

Arteriosklerosis
Arteriosklerosis merupakan gangguan yang ditandai dengan pengerasan pembuluh nadi akibat adanya endapan zat kapur. Adanya timbunan atau endapat zat kapur menyebabkan pembuluh nadi mengeras dan mengalami penebalan dinding sehingga elastisitas arteri berkurang.

Atherosklerosis
Atherosklerosis merupakan gangguan pembuluh darah yang ditandai dengan pengerasan pembuluh nadi akibat adanya endapan lemak. Adanya endapan atau timbunan lemak menyebabkan timbulnya plak ateromatus sehingga terjadi peradangan.

Trombus dan Embolus
Trombus merupakan gangguan pembuluh darah yang ditandai dengan tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak. Sedangkan embolus merupakan penyumbatan pembuluh darah akibat benda yang bergerak.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Koordinasi.

Kelainan Pada Jantung 

Kelainan atau penyakit pada jantung yang menyebabkan terganggunya sistem peredaran darah yang paling umum terjadi adalah miokarditis, infark miokard, kelainan katup jantung, jantung koroner, gagal jantung kongestif, kardiomiopati, arritmia, dan penyakit jantung rematik.

Miokarditis
Miokarditis merupakan penyakit jantung berupa peradangan pada otot jantung. Penyakit ini ditandai dengan peradangan otot jantung yang terletak pada bagian tengah atau miokardium dinding jantung.

Kardiomiopati
Miokarditis yang berkelanjutan akan menyebabkan kardiomiopati yaitu kerusakan pada otot jantung sehingga dinding-dinding jantung tidak bergerak secara sempurna ketika memompah darah. Kardiomiopati berpotensi menimbulkan gagal jantung.

Infark Miokard
Infark miokard merupakan kematian otot jantung akibat penyumbatan pada arteri koroner. Akibatnya otot jantung tidak memperoleh suplai darah dan mengalami kerusakan.

Kelainan Katup Jantung
Sesuai dengan namanya, gangguan ini terjadi karena adanya kelainan pada katup jantung. Kelainan pada katup jantung menyebabkan fungsi katup untuk mengendalikan aliran darah di dalam jantung menjadi bermasalah. Kelainan yang timbul dapat berupa pengecilan, kebocoran, atau tidak menutup secara sempurna.

Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan gangguan pada jantung akibat penyempitan arterikoronaria yang mengangkut oksigen ke jantung.

Gagal Jantung Kongesif
Gagal jantung ditandai dengan berkurangnya kemampuan jantung untuk memompah darah ke seluruh tubuh. Dengan kata lain, tugas jantung untuk memompah darah tidak berjalan efektif. Hal ini terjadi karena jantung tidak lagi mampu memompah seperti biasanya.

Aritmia
Aritmia merupakan kelainan jantung yang berkaitan dengan irama atau detak jantung. Aritmia ditandai dengan detak jantung yang tidak normal (lebih cepat atau lebih lambat) akibat gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung yang berat atau ringan.

Penyakit Jantung Rematik 
Jantung rematik merupakan gangguan pada jantung yang ditandai dengan kerusakan katup jantung akibat demam rematik yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment