Langkah-langkah Menyusun Karangan yang Baik

Posted by on 23 July 2016 - 3:51 PM

Melalui kegiatan mengarang, para murid dilatih untuk menulis dan menuangkan ide atau gagasan mereka ke dalam karya tulis. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan murid-murid memiliki keterampilan menulis yang baik sehingga berguna bagi kehidupan mereka suatu hari nanti. Membuat karangan tentu tidak sembarangan. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar karangan yang dihasilkan sesuai dengan kaidah penulisan dan dapat menjalankan fungsinya untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca. Agar lebih terarah, penulis harus terlebih dahulu mengenali syarat-syarat penulisan paragraf, jenis-jenis karangan, dan pola-pola pengembangan paragraf. Dengan mengetahui jenis karangan dan pola pengembangan yang akan digunakan, maka pekerjaan penulis menjadi lebih mudah dan terarah. Sebelum membahas cara menyusun karangan, berikut kami ulas beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar dihasilkan karangan yang baik.

Syarat-syarat Karangan yang Baik

Karangan merupakan rangkaian kalimat yang mengungkapkan fikiran atau gagasan penulis dalam satu kesatuan tema yang utuh. Artinya, semua paragraf di dalam karangan haruslah memiliki hubungan keterkaitan sehingga membentuk kesatuan ide yang padu.

Pada dasarnya, karangan berfungsi untuk menyampaikan ide atau gagasan penulis tentang topik tertentu. Maka poin terpenting yang harus diperhatikan adalah sejauh mana karangan tersebut dapat ditangkap dan dipahami oleh pembaca. Apakah pembaca dapat memahami gagasan penulis atau tidak.

Agar gagasan atau fikiran yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pembaca, maka penulis juga harus menyusun karangan dengan baik. Sebuah karangan dikatakan baik jika telah memenuhi beberapa syarat, yaitu memiliki kesatuan, koherensi, urutan fikiran, kalimat utama, dan kalimat penjelas.

Baca juga : Pengertian, Unsur, Syarat-syarat dan Jenis Paragraf.

#1 Kesatuan
Sebuah karangan dikatakan baik jika semua kalimat yang membangun paragraf-paragraf mengacu pada satu tema atau satu fikiran. Dengan kata lain, ketika membaca paragraf-paragrafnya, kita langsung tahu apa topik atau tema yang dibahas dalam karangan tersebut.

#2 Koherensi
Koherensi adalah keterpaduan dalam suatu paragraf. Paragraf dikatakan koherensi jika semua kalimat yang membangun paragraf saling berhubungan. Karangan akan padu jika semua paragraf di dalamnya saling berhubungan atau saling mendukung.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun koherensi:
1. Pengulangan kata kunci
2. Penggunaan kata ganti
3. Perincian dan urutan isi paragraf
4. Penggunaan kata atau frasa konjungsi

#3 Perincian dan Urutan
Sebuah karangan dapat dikatakan baik jika menggunakan perincian dan urutan pikiran yang jelas. Artinya, kalimat yang mengandung pikiran utama dikembangkan menjadi paragraf dan menghubungkannya dengan paragraf-paragraf lain yang berisi pikiran penjelas.

#4 Kalimat Utama dan Penjelas
Sebuah paragraf yang baik harus memiliki kalimat utama yang jelas. Kalimat utama merupakan kalimat inti yang dikembangkan menjadi paragraf utuh. Selain itu, setiap kalimat utama harus didukung dengan kalimat penjelas. Letak kalimat utama harus disesuiakan dengan jenis karangan yang digunakan.

#5 Penggunaan Tanda Baca dan Ejaan
Agar menjadi sebuah karangan yang padu, penggunaan tanda baca harus sesuai dengan fungsinya masing-masing. Penggunaan tanda titik, koma, titik koma, huruf kapital, huruf miring, penulisan kata serapan, dan sebagainya harus pada tempatnya.

Baca juga : Perbedaan antara Lafal, Intonasi, Tekanan, dan Jeda.

Cara Menyusun Karangan

Untuk menyusun sebuah karangan dapat diawali dengan berlatih menulis paragraf. Setelah paragraf-paragraf tersusun, barulah digabungkan menjadi wacana yang utuh. Langkah-langkah menyusun karangan dimulai dengan menentukan topik, merumuskan tema, membuat kerangka karangan, mengumpulkan bahan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.

#1 Menentukan Topik
Topik adalah inti utama dari seluruh isi karangan. Tidak semua topik dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis karangan. Oleh karena itu, penentuan topik karangan harus disesuaikan dengan jenis karangan yang akan dibuat apakah karangan narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, atau persuasi.

#2 Merumuskan Tema
Tema adalah perumusan dari topik atau pokok fikiran utama yang akan dijadikan landasan dan tujuan yang akan dicapai. Tema dirumuskan dalam bentuk kalimat lengkap dan disusun berdasarkan topik yang telah dipilih.

Setelah topik dan tema ditentukan, biasanya kita juga dapat menentukan judulnya secara langsung karena pada dasarnya topik, tema, dan judul saling berhubungan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh penentuan topik dan tema dberikut ini.

Topik : Pelajar dan Media Sosial
Tema : Meningkatkan pengetahuan dan minat belajar melalui media sosial interaktif
Judul : Belajar Lewat Media Sosial

Berikut beberapa tips memilih tema karangan:
1. Jangan memilih tema yang lingkupnya terlalu luas
2. Pilih tema yang kita senangi dan dapat kita kembangkan
3. Pilih tema yang sumber bahannya mudah diperoleh

Baca juga : Jenis-jenis dan Ciri-ciri Karangan Beserta Contoh.

#3 Membuat Kerangka Karangan
Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka karangan. Kerangka karangan adalah rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan. Kerangka inilah yang akan menjadi acuan bagi penulis dalam mengembangkan karangan sehingga lebih terarah.

Berikut beberapa fungsi kerangka karangan:
1. Memudahkan penyusunan karangan agar lebih teratur
2. Memudahkan penempatan bagian
3. Menghindari pengulangan pembahasan
4. Membantu pengumpulan data

Syarat-syarat kerangka karangan:
1. Maksud yang diungkapakan harus jelas
2. Tiap bagian hanya mengandung satu gagasan
3. Penggunaan simbol harus konsisten
4. Penyusunan harus logis dan sistematis

Tahapan-tahapan dalam menyusun kerangka karangan:
1. Mencatat gagasan-gagasan penting yang relevan
2. Mengatur urutan gagasan secara sistematis
3. Memeriksa kembali urutan gagasan
4. Membuat kerangka terperinci secara lengkap

#4 Mengumpulkan Bahan
Setelah kerangka karangan selesai, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan poin-poin yang ada di dalam kerangka. Bahan dapat dicari melalui berbagai sumber seperti buku, majalah, surat kabar, laporan penelitian, makalah, dan sebagainya.

Dalam mengumpulkan bahan, kita juga perlu menyeleksi bahan yang benar-benar penting yaitu bahan-bahan yang sesuai atau relevan dengan tema kita. Berikut beberapa hal penting dalam menyeleksi bahan:
1. Catat hal penting semampunya
2. Coba untuk membaca lebih cermat sebagai referensi
3. Perbanyak diskusi untuk memastikan bahan yang tepat

#5 Mengembangkan Kerangka Karangan
Langkah selanjutnya adalah mengembangkan kerangka menjadi paragraf atau karangan. Proses pengembangan bergantung pada jenis karangan, metode, dan pola pengembangan yang ingin kita gunakan. Untuk mengetahui pola-pola pengembangan paragraf, simak pembahasannya melalui link di bawah.

Baca juga : Pola-pola Pengembangan Paragraf Beserta Contohnya.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment