Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis dan Contoh Karangan

Posted by on 22 July 2016 - 9:21 PM

Mengarang atau menulis sebuah karangan merupakan salah satu kegiatan dalam bidang studi bahasa Indonesia. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, para murid sudah diajarkan untuk menulis sebuah karangan mulai dari menceritakan pengalaman pribadi saat liburan hingga menulis sebuah karangan dengan tema tertentu yang lebih ilmiah. Dalam kegiatan membaca, para murid juga menemukan karangan dalam bentuk wacana. Wacana yang kita baca dari sebuah buku disajikan dengan jenis karangan yang berbeda-beda. Masing-masing jenis karangan juga memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis lainnya. Pada kesempatan ini, kita akan membahas jenis-jenis karangan dan mengenali ciri-cirinya. Dengan pembahasan ini diharapkan murid dapat mengenali jenis-jenis karangan berdasarkan ciri-ciri yang terlihat dan dapat menulis sebuah karangan dengan jenis yang diinginkan.

Pengertian Karangan

Karangan adalah sebuah karya tulis yang mengungkapkan fikiran atau gagasan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan merupakan rangkaian dari hasil fikiran atau ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Karangan terdiri dari beberapa paragraf yang saling berhubungan satu sama lainnya. Tiap paragraf mengandung gagasan utama dan dilengkapi dengan gagasan penjelas. Setiap paragraf dalam karangan menampilkan satu kesatuan fikiran. Karangan dibuat untuk menyampaikan ide atau gagasan tentang segala sesuatu kepada pembaca.

Setiap karangan disusun berdasarkan tema tertentu. Tema karangan adalah sesuatu yang akan disampaikan atau segala hal yang menjadi pokok masalah dalam karangan. Itu sebabnya, sebelum menulis sebuah karangan penulis lebih dulu menentukan tema karangannya.

Berdasarkan sifatnya, karangan dibedakan menjadi karangan fiksi dan karangan nonfiksi. Karangan fiksi adalah karangan yang ditulis menggunakan sisi imajinatif pengarang. Karangan non fiksi adalah karangan yang ditulis berdasarkan fakta atau kejadian yang benar-benar terjadi.

Untuk menyusun karangan, kita dapat membuat sebuah kerangka karangan, yaitu rencana kerja yang meuat garis-garis besar suatu karagan. Kerangka biasanya terdiri dari judul dan poin-poin penting yang akan dibahas. Kerangka sengaja dibuat sebagai acuan dalam mengembangkan karangan.

Baca juga : Pengertian, Unsur, Syarat dan Jenis-jenis Paragraf.

Jenis-jenis dan Ciri Karangan

Berdasarkan bentuknya, karangan dibedakan menjadi lima jenis yaitu karangan narasi, deskripsi, argumentasi, eksposisi, dan persuasi. Kelima jenis karangan tersebut merupakan jenis karangan yang umum kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

#1 Karangan Narasi
Karangan narasi adalah jenis karangan yang berisi rangkaian peristiwa atau kejadian yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita atau plot. Karangan narasi umumnya menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian tersebut.

Karangan narasi merupakan jenis karangan yang bersifat fiksi atau nonilmiah. Cerita dalam karangan narasi biasanya disajikan berdasarkan urutan waktu sehingga dikembangkan dengan pola proses. Jenis karangan ini biasanya digunakan dalam cerpen, dongeng, novel, dan sebagainya.

Berikut beberapa ciri-ciri dari karangan narasi:
1. Menyajikan serangkain peristiwa atau kejadian
2. Melibatkan toko dan konflik sebagai inti karangan
3. Disajikan dengan urutan kronologis yang jelas
4. Memiliki setting yang disampaikan dengan jelas
5. Bertujuan untuk menghibur pembaca

Contoh Karangan Narasi
Di sebuah desa terpencil yang terletak di seberang sungai Muarai, hiduplah seorang gadis yang tinggal bersama ibu dan adiknya. Orang-orang memanggil gadis itu Dewi. Dewi memiliki paras yang cantik dengan warna kulit yang putih seperti salju. Dewi menjadi bunga desa di tempat tinggalnya.

Berbeda dengan Dewi, sang adik yang bernama Rani justru berkulit hitam gelap. Orang-orang sering mengejeknya dan membanding-bandingkannya dengan sang kakak. Hal itu membuat Rani sangat sedih dan menjadi marah kepada Dewi.

Suatu malam, ketika sang ibu telah tertidur lelap, Dewi dan Rani bertengkar hebat. Rani sangat marah karena Dewi juga mengejeknya dan meminta ia untuk menjauhi Dewi. Karena kesal, Rani mendorong Dewi hingga jatuh dan tak sadarkan diri. Melihat darah mengalir dari kepala Dewi, Rani pergi meninggalkan rumah sambil menangis.

Baca juga : Teknik Menyimak Wacana Lisan secara Efektif.

#2 Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah jenis karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan segala sesuatu yang dilukiskan dalam karangan tersebut.

Karangan deskripsi menggambarkan sebuah objek sedemikian rupa agar pembaca seolah-olah melihat secara langsung objek yang digambarkan oleh penulis. Dalam hal ini, penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata yang tepat agar dapat ditangkap oleh pembaca.

Berikut beberapa ciri-ciri dari karangan deskripsi:
1. Menggambarkan suatu objek tertentu
2. Bersifat objektif sesuai dengan kondisi objek
3. Melibatkan observasi panca indera
4. Bertujuan menciptakan kesan atau pengalaman pembaca
5. Penulis dapat menggunakan metode realistis atau impresionistis.

Contoh Karangan Deskripsi
Hari ini adalah hari pertama Rio memasuki ruang kelasnya. Saat ini, Rio duduk di bangku kelas X. Kelas tersebut terletak di sebelah ruang perpustakaan. Ruangan itu berukuran cukup luas dan mampu menampung 40 murid. Di dalam kelas terdapat 41 meja, 41 kursi, sebuah papan tulis dan sebuah lemari buku. Lemari diletakkan di sudut ruangan sebelah kanan tepat di sebelah meja guru. Di dinding kelas, terdapat beberapa gambar pahlawan dan dua buah hiasan bunga.

#3 Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi atau karangan paparan adalah jenis karangan yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu hal dengan tujuan memberikan informasi atau pengetahuan sejelas-jelasnya kepada pembaca. Karangan eksposisi bersifat ilmiah dan nonfiksi.

Karena bersifat ilmiah, karangan eksposisi umumnya disertai dengan suatu fakta berupa data statistik, angka-angka, grafik, contoh ilustrasi, atau fakta lain yang bertujuan untuk memperjelas pemaparan. Karangan eksposisi biasanya digunakan dalam berita atau artikel ilmiah.

Berikut beberapa ciri-ciri karangan eksposisi:
1. Menjelaskan informasi atau pengetahuan baru
2. Menyatakan sesuatu yang faktual sesuai data
3. Tidak berusaha mempengaruhi pembaca
4. Menunjukkan analisis secara objektif
5. Menunjukkan suatu proses

Contoh Karangan Eksposisi
Selain cat pabrik yang dibuat menggunakan bahan kimia, kita juga dapat menggambar menggunakan cat alami yang dibuat dari tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Kita dapat memanfaatkan daun singkong untuk membuat cat warna hijau, kunyit untuk warna jingga, dan bunga kertas untuk warna merah. Pembuatan cat alami dari tumbuhan sangat sederhana. Cukup haluskan tumbuhan yang kita gunakan, tambahkan sedikit air, kemudian jemur di bawah panas matahari selama satu jam.

Baca juga : Cara Memahami Isi Buku Pelajaran dengan Metode SQ3R.

#4 Karangan Argumentasi
Sesuai dengan namanya, karangan argumentasi adalah jenis karangan yang berisi alasan-alasan untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat atau argumen. Karangan argumentasi harus disertai dengan fakta dan data sebagai pendukung untuk memperkuat argumen.

Berikut beberapa ciri-ciri karangan argumentasi:
1. Berisi argumen dan alasan-alasan
2. Mencoba meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan
3. Dilengkapi dengan bukti-bukti atau fakta
4. Penulis harus menghindari keterlibatan emosi
5. Menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

Contoh Karangan Argumentasi
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menjadi salah satu kejahatan terbesar yang terus menjamur di Indonesia. Korupsi tidak hanya dilakukan oleh para pejabat tinggi namun juga oleh pejabat kecil. Korupsi juga menjamur di berbagai instansi pemerintahan termasuk instansi pendidikan. Korupsi seolah menjadi penyakit menular yang menjalar dari pemimpin teratas hingga bawahan dan sulit untuk disembuhkan.

Sepanjang semester pertama tahun 2016, tidak kurang dari sepuluh pejabat negeri diperiksa KPK karena kasus korupsi. Televisi dan surat kabar juga dipenuhi dengan berita korupsi yang seperti tiada habisnya. Berdasarkan data rekapitulasi penindakan dana korupsi, per 31 mei 2016 KPK melakukan penyelidikan 37 perkara, penyidikan 35 perkara, penuntutan 26 perkara, dan eksekusi 29 perkara.

#5 Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah jenis karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan. Karangan persuasi mengandung bujukan, ajakan, atau rayuan yang bertujuan mempengaruhi pembaca dengan pendekatan psikologis.

Berikut beberapa ciri-ciri karangan persuasi:
1. Berisi bujukan dan bersifat mengajak
2. Dilengapi alasan kuat berupa data atau contoh prospek
3. Menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan kepercayaan
4. Berusaha mendapat kesepakatan dengan pembaca

Baca juga : Teknik Membaca Cepat Untuk Pemula dan Lanjutan.

Contoh Karangan Persuasi
Sampah menjadi salah satu masalah di ibukota yang hingga kini masih belum terselesaikan. Kepadatan penduduk yang terus bertambah dan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan menjadi kendala tersendiri dalam mengelolah sampah. Banyak masyarakat di daerah pinggiran sungai yang membuang sampah ke sungai. Padahal, mereka tahu bahwa sampah yang mereka buang pada akhirnya akan menimbulkan masalah untuk mereka sendiri.

Selain mencemari air sungai, sampah yang bertumpuk juga menyumbat aliran sungai dan menyebabkan sungai meluap di saat musim penghujan. Alhasil, ribuan rumah penduduk terkena banjir dan sebagian besar terpaksa harus mengungsi. Aktivitas pendidikan pun menjadi terkendala.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan. Untuk menghindari banjir dan menjaga kelestarian sungai, maka kita harus sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya yaitu dengan mengikuti sistem pembuangan yang telah ditetapkan pemerintah.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment