Pengertian, Bagian, Jenis-jenis dan Fungsi Kamus

Posted by on 21 July 2016 - 8:43 AM

Ketika membaca sebuah wacana ilmiah seringkali kita menemukan sebuah kata atau istilah yang sulit dimengerti. Hal itu terjadi karena kita baru pertama kali mendengar kata tersebut atau karena penggunaan katanya yang sedikit berbeda dengan pemahaman kita. Adakalanya kita kesulitan untuk memahami makna sebuah kata baik makna gramatikal ataupun makna leksikalnya. Begitupula ketika sedang berbicara atau menyimak pembicaraan. Tak jarang, pembicaraan menjadi sedikit mengambang karena kita tidak mengerti makna dari kata atau istilah yang digunakan oleh lawan bicara kita. Keadaan seperti ini tentu akan menjadi penghambat dalam berkomunikasi dan dalam pembelajaran. Di kelas, hampir semua bidang study melibatkan istilah-istilah yang agak asing bagi kita misalnya bahasa ilmiah dalam biologi, besaran dan satuan dalam fisika, lambang-lambang dalam kimia, dan sebagainya. Kesulitan untuk memahami istilah-istilah tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri dalam belajar. Untuk mengatasi kendala itu, maka tidak ada salahnya menggunakan kamus.

Pengertian dan Bagian Kamus

Kamus adalah buku yang memuat kata-kata beserta keterangan arti atau maknanya, pemakaiannya, atau terjemahannya. Kamus merupakan alat bantu yang ditujukan untuk membantu kita dalam memahami makna sebuah kata. Kamus biasanya ditulis secara alfabetis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan yang disusun menurut abjad dan disertai dengan keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahan dari kata tersebut.

Beberapa kamus khusus juga menyertakan hal-hal lain yang berhubungan atau mendukung makna dari sebuah kata seperti gambar ilustrasi, tanda khusus, lambang, bahasa isyarat untuk tuna rungu, dan sebagainya.

Secara garis besar, kamus dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Petunjuk penggunaan kamus
2. Batang tubuh kamus
3. Indeks (kata untuk mempermudah pencarian)

Bagian petunjuk berisi petunjuk penggunaan dan biasanya terletak di bagian awal atau pembuka kamus. Batang tubuh kamus terdiri dari beberapa bagian yaitu lema, label, makna atau definisi, dan sublema. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dari masing-masing bagian tersebut.

Baca juga : Perbedaan Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda.

#1 Lema
Biasanya, lema atau entri dasar merupakan kata asli atau kata yang tidak diberi imbuhan apapun. Akan tetapi, pada beberapa kamus lema dapat berupa kata tunggal, kata majemuk, kata ulang, afiks, bahkan akronim yang disusun secara alfabetis.

Lema umumnya ditulis dengan cetak tebal dan sebagian menggunakan pemenggalan berdasarkan pedoman EYD. Jika sebuah lema mengandung banyak makna yang berlainan, maka lema akan ditulis kembali di bawah lema pertama dengan pemberian nomor.

#2 Sublema
Sublema merupakan bagian yang memuat kata yang bersangkutan dengan kata asli yang teah mengalami proses afiksasi. Sublema biasanya ditambahkan untuk memperjelas makna dan penggunaan dari sebuah kata atau ungkapan.

#3 Label
Label merupakan penjelasan mengenai ragam bahasa, bidang ilmu, kelas kata, dan daerah atau negara asal dari sebuah kata yang dimaksud. Label umumnya berupa singkatan yang sudah umum misalnya a (adjektiva), n (nomina), v (verba), ling (linguistik), dan sebagainya.

#4 Makna
Makna atau definisi merupakan bagian yang berisi penjelasan mengenai medan makna dari kata atau lema yang bersangkutan. Untuk kata dengan banyak arti dan masih dalam satu medan makna yang sama, maka penjelasannya diberikan penomoran.

Jenis-jenis Kamus

Jenis-jenis kamus dapat dibedakan berdasarkan penggunaan bahasa, berdasarkan ukuran, dan berdasarkan lingkup isinya. Berikut akan kita bahas jenis-jenis kamus berdasarkan ketiga pembeda tersebut.

#1 Jenis Kamus Berdasarkan Bahasa
Berdasarkan bahasa yang digunakan, kamus dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Kamus Ekabahasa
2. Kamus Dwibahasa
3. Kamus Multibahasa

Kamus ekabahasa adalah kamus yang hanya menggunakan satu bahasa. Kamus ini memuat kata-kata atau entry yang dijelaskan dengan menggunakan bahasa yang sama biasanya berupa definisi, sinonim, dan contoh penggunaan dalam kalimat. Contoh kamus ekabahasa adalah kamus besar bahasa Indonesia (KBBI).

Kamus dwibahasa adalah kamus yang menggunakan dua bahasa yang berbeda. Kamus dwibahasa umunya memuat kata dari sebuah bahasa yang makna atau definisinya dijelaskan dalam bahasa lain. Jadi, kamus ini berupa terjemahan misalnya kamus Indonesia-Inggris.

Kamus multibahasa adalah kamus yang menggunakan lebih dari dua bahasa yang berbeda. Sama seperti kamus dwibahasa, kamus multibahasa umumnya memuat penjelasan sebuah kata dalam bahasa tertentu yang dijelaskan dalam bahasa lain misalnya kamus Indonesia-Inggris-Arab.

Baca juga : Teknik Menyimak Wacana Lisan Secara Efektif.

#2 Jenis Kamus Berdasarkan Ukuran
Berdasarkan ukurannya, kamus dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Kamus Besar
2. Kamus Terbatas

Kamus besar adalah kamus yang memuat semua kosa kata termasuk gabungan kata, idiom, ungkapan, pribahasa, singkatan, akronim, dan semua bentuk gramatikal dari bahasa tersebut baik yang masih digunakan ataupun yang tidak digunakan lagi.

Kamus besar merupakan dokumentasi kebahasaan dari waktu ke waktu sehingga lebih lengkap daripada kamus terbatas. Kamus besar umumnya digunakan sebagai acuan untuk menyusun kamus-kamus lain yang sifatnya terbatas.

Kamus terbatas adalah kamus berukuran sedang atau kecil yang memuat kata yang didaftarkan sebagai lema dalam jumlah terbatas. Artinya, jumlah kata yang dimasukkan sebagai lema dan makna atau penjelasannya dibatasi sehingga tidak selengkap kamus besar. Contoh kamus terbatas misalnya kamus saku, kamus pelajar, dan sebagainya.

#3 Jenis Kamus Berdasarkan Isi
Secara garis besar, berdasarkan isinya kamus dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Kamus Umum
2. Kamus Khusus

Kamus umum adalah kamus yang memuat semua kata dalam sebuah bahasa misalnya kamus umum bahasa Indonesia (KUBI). Kamus umum mencakup segala topik yang ada dalam sebuah bahasa sehingga cakupannya lebih luas.

Kamus khusus adalah kamus yang hanya memuat kata-kata khusus dari suatu bidang tertentu atau sebagian kata dalam sebuah bahasa dengan penggolongan tertentu. Berikut beberapa kamus khusus:
1. Kamus ejaan : menampilkan ejaan yang benar
2. Kamus sinonim : menampilkan persamaan kata
3. Kamus antonim : menampilkan lawan kata
4. Kamus homonim : menampilkan kata-kata berhomonim
5. Kamus idiom : menampilkan makan ungkapan
6. Kamus singkatan : menampilkan singkatan dalam satu bahasa
7. Kamus etimologi : menjelaskan asal-usul kata
8. Kamus istilah : menjelaskan makna istilah khusus
9. Kamus terjemahan : menterjemahkan kata ke bahasa lain
10. Kamus peribahasa : menerangkan makna peribahasa

Baca juga : Teknik Memahami Isi Buku Pelajaran dengan Metode SQ3R.

Fungsi dan Penggunaan Kamus

Sesuai dengan definisi dan jenis-jenis kamus, maka kita dapat melihat beberapa fungsi dari kamus, yaitu:
1. Untuk mengetahui makna kata
2. Untuk mengetahui pengucapan (lafal)
3. Untuk mengetahui ejaan kata yang benar
4. Untuk mengathui cara pemenggalan kata
5. Untuk mengetahui penggunaan kata baku dan tidak baku
6. Untuk mengetahui informasi asal-usul kata
7. Untuk mencari makna istilah-istilah penting

Berdasarkan fungsi tersebut, maka berikut beberapa penggunaan kamus:
1. Sebagai sarana untuk pengkajian bahasa
2. Sebagai alat rujukan langsung
3. Sebagai acuan memahami kata
4. Sebagain standar pembakuan bahasa
5. Sebagai acuan menyusun kamus yang terbatas


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment