Pengertian dan Perbedaan Lafal, Tekanan, Intonasi, Jeda

Posted by on 20 July 2016 - 11:39 PM

Lafal, tekanan, intonasi, dan jeda merupakan empat hal yang perlu diperhatikan ketika membaca, berbicara, atau menyimak. Ketika membaca sebuah wacana untuk orang lain, maka pembaca harus memperhatikan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat agar informasi yang ingin disampaikan dapat diserap oleh pendengar dengan benar. Ketika berbicara dalam kehidupan sehari-hari, kita juga menerapkan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda agar lawan bicara kita dapat menangkap apa yang kita bicarakan. Begitupula halnya dalam kegiatan menyimak. Agar tidak salah dalam memahami suatu kalimat atau informasi yang disampaikan, kita perlu memperhatikan bagaimana lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang digunakan oleh pembicara. Keterampilan menggunakan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda akan membantu kita dalam berkomonukasi secara komunikatif dan efektif. Dengan kata lain, pendengar atau lawan bicara akan lebih mudah memahami dan menanggapi apa yang kita ucapkan.

Pengertian Lafal

Lafal adalah cara mengucapkan bunyi bahasa yang cenderung dapat dilihat melalui bahasa lisan. Cara ini dipengaruhi oleh budaya atau kecenderungan seseorang atau kelompok dalam mengucapkan bunyi. Pelafalan seringkali dikaitkan dengan aksen atau logat suatu suku.

Sebuah kata dengan arti yang sama bisa saja dilafalkan secara berbeda oleh sekelompok orang yang berbeda kebudayaanya. Sebagai contoh, kata cepat cenderung dilafalkan sebagai 'cEpat' oleh suku Batak dan dilafalkan sebagai 'cepat' oleh suku Jawa.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal beberapa bunyi bahasa meliputi vokal (a, i, u, e, o), konsonan (semua abjad selain huruf vokal mulai dari b, c, d, hingga z), diftong (oi, ai, au), dan gabungan konsonan (kh, ng, ny, sy).

Baca juga : Keterampilan Menyimak Wacana Lisan secara Efektif.

Pada dasarnya, keberadaan lafal timbul karena adanya perbedaan konsonan dan vokal. Kata-kata yang dalam bahasa tulis tidak telalu terlihat perbedaan lafalnya akan terlihat jelas saat diucapkan. Akan tetapi, seringkali pelafalan dilakukan secara tidak tepat sehingga menimbulkan pelafalan tidak baku.
Pelafalan Tidak BakuPelafalan Baku
KacawKacau
SetasiunStasiun
RepisiRevisi
IjinIzin
PitnahFitnah

Pengertian Tekanan

Tekanan adalah sebuah penekanan pada bagian kata yang dianggap lebih penting atau harus ditegaskan dalam suatu kalimat. Tekanan perlu diberikan agar makan dari kalimat yang kita sampaikan lebih jelas dan pendengar dapat mengetahui maksudnya dengan benar. Secara umum ada tiga jenis tekanan yaitu tekanan dinamik, tekana nada, dan tekanan tempo.

#1 Tekanan Dinamik
Tekanan dinamik adalah tekanan keras yang ditujukan untuk memberikan penegasan terhadap sepatah kata karena dapat memberikan pengertian khusus. Tekanan dinamik memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Mengalihkan pembicaraan
2. Mengemukakan pertentangan
3. Mementingkan tekanan pada kata yang dipentingkan
4. Menyebutkan beberapa jenis benda atau hal yang berturut-turut

#2 Tekanan Nada
Tekanan nada adalah tekanan yang berhubungan dengan tinggi rendah suara dalam suatu tutur yang ditujukan untuk menyatakan suasana perasaan pembicara. Ketika sedang marah maka tekanan nada akan tinggi sehingga pengucapan cenderung lebih keras.

#3 Tekanan Tempo
Tekanan tempo merupakan tekanan yang berhubungan dengan cepat atau lambatnya suatu kata diucapkan. Dengan kata lain, tekanan tempo dilakukan dengan cara mempercepat atau memperlambat pengucapan pada bagian kata yang dianggap penting.

Baca juga : Membaca dan Memahami isi Buku dengan Metode SQ3R.

Pengertian Intonasi

Intonasi atau lagu kalimat merupakan ketepatan penyajian tinggi rendahnya nada kalimat. Intonasi merupakan paduan antara tekanan dan jeda yang menyertai suatu tutur dari awal hingga penghentian terakhir. Intonasi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya nada dan keras lembutnya tekanan pada kalimat.

Perbedaan intonasi dalam mengucapkan suatu kalimat dapat menimbulkan makna atau arti yang berbeda. Ketika kata pergi diucapkan dengan intonasi naik (pergi!), maka kata tersebut berarti mengusir. Tapi saat kata pergi diucapkan dengan intonasi datar (pergi), maka kata tersebut bisa bermaksud sebuah bujukan atau perintah halus.

Secara umum kita dapat memberikan intonasi berdasarkan jenis kalimat yang sudah umum sebagai berikut:
Jenis KalimatIntonasi
Kalimat tanyaNaik, agak panjang, dan menggunakan tanda tanya (?) di akhir kalimat
Kalimat beritaIntonasi akhir turun dan menggunakan tanda baca titik (.) di akhir kalimat
Kalimat perintahIntonasi tinggi dan menggunakan tanda seru (!) di akhir kalimat

Pengertian Jeda

Jeda adalah hentian sementara pada ujaran dan biasanya menggunakan tanda baca koma (,), titik (.), tanda spasi (_), titik koma (;), titik dua (:), tanda tanya (?), dan tanda seru (!). Jeda juga mempengaruhi perubahan makna dalam suatu kalimat.

Secara garis besar, jeda dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Jeda panjang : tanda titik ( . )
2. Jeda sedang : tanda koma ( , )
3. Jeda pendek : tanda spasi ( _ )

Baca juga : Teknik Membaca Cepat Untuk Pemula dan Lanjutan.

Posisi tanda baca yang digunakan sebagai jeda dalam suatu kalimat akan sangat mempengaruhi arti dari kalimat tersebut. Sebagai contoh, perhatikan tiga kalimat berikut ini:
1. Kata kakak, ayah Tio itu penjahat yang kejam
2. Kata kakak ayah, Tio itu penjahat yang kejam
3. Kata kakak ayah Tio, itu penjahat yang kejam


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment