Mengubah Informasi Nonverbal Menjadi Informasi Verbal

Posted by on 30 July 2016 - 4:22 PM

Informasi merupakan segala sesuatu yang mengandung ekspresi atau pesan yang dapat ditafsirkan. Informasi dapat disampaikan melalui berbagai media mulai dari tulisan, lisan, gambar, grafik, hingga simbol-simbol tertentu. Di era teknologi seperti sekarang ini, informasi menjadi salah satu kebutuhan yang terus berkembang dan dibutuhkan oleh semua kalangan. Manusia memanfaatkan berbagai media dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi. Kebutuhan akan informasi berkaitan dengan kebutuhan manusia akan hiburan dan ilmu pengetahuan. Manusia cenderung mencari informasi untuk menjawab berbagai pertanyaan atau masalah yang sedang dihadapi. Dalam penyampaiannya, informasi tidak selalu dinyatakan dengan satu atau beberapa kalimat, tapi bisa pula dinyatakan dengan gambar, simbol, diagram, grafik, dan sebagainya. Nah, berdasarkan bentuk penyajian ini, informasi dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk. Pada kesempatan ini kita akan membahas beberapa bentuk informasi dan cara menyatakan informasi tertentu ke dalam bentuk informasi lainnya.

Informasi Verbal dan Nonverbal

Secara garis besar, jika dilihat berdasarkan penyajiannya, maka informasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Informasi Verbal
2. informasi nonverbal

Informasi verbal adalah informasi yang dinyatakan dengan kata-kata atau kalimat. Informasi verbal biasanya disajikan menggunakan beberapa kalimat yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk paragraf yang padu. Informasi verbal umumnya kita temukan dalam sebuah karangan atau wacana baik itu wacana lisan maupun wacana tulis.

Karena dinyatakan dengan kata-kata atau kalimat yang jelas, maka informasi verbal cenderung lebih mudah dipahami daripada informasi nonverbal. Informasi verbal yang disajikan dalam bentuk kalimat atau paragraf umumnya memaparkan secara gamblang pesan atau gagasan yang ingin disampaikan.

Informasi nonverbal adalah informasi yang dinyatakan dalam bentuk visual berupa gambar, grafik, diagram, bagan, matriks, tabel, dan simbol tertentu. Informasi nonverbal biasanya memiliki ciri-ciri atau keterangan tertentu dan memerlukan pengamatan khusus.

Karena didominasi oleh bentuk visual, informasi nonverbal relatif lebih sulit dipahami. Hal itu terjadi karena sebagian besar informasi nonverbal disajikan secara singkat dan kurang gamblang sehingga membutuhkan penalaran lebih untuk menafsirkan pesannya.

Sebagai perbandingan, coba amati sebuah wacana yang menyajikan informasi verbal dalam bentuk paragraf dan informasi nonverbal berupa grafik. Seringkali, kita harus membaca gagasan dalam paragraf terlebih dahulu agar dapat membaca informasi di dalam grafik yang bersangkutan.

Baca juga : Memahami Makna Kata & Melatih Kemampuan Berbicara.

Meskipun sebagian besar informasi nonverbal cenderung lebih sulit dipahami, tapi informasi noverbal juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan informasi verbal. Informasi nonverbal bisa memaparkan suatu gagasan dengan lebih singkat dibanding informasi verbal.

Dengan kata lain, dengan menggunakan bentuk visual, kita bisa menyajikan informasi secara lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan kalimat. Kita bisa mengubah beberapa paragraf yang panjang menjadi sebuah grafik atau diagram yang sederhana tanpa mengurangi pesan atau gagasan yang ingin disampaikan.

Selain itu, informasi nonverbal dalam bentuk diagram yang dilengkapi dengan gambar akan terlihat lebih menarik. Jika diagram disajikan secara teratur dengan pengurutan yang tepat, maka informasi nonverbal tersebut akan cenderung lebih mudah dipahami karena lebih singkat, padat, dan jelas.

Bentuk Informasi Nonverbal

Dalam informasi nonverbal dikenal dua istilah yang umum yaitu informasi numerik dan informasi grafik. Informasi numerik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka sedangkan informasi grafik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk grafik atau tabel.

Informasi nonverbal biasanya digunakan sebagai penjelas, penunjuk, peringkas, atau sebagai pendukung gagasan. Bentuk yang umum digunakan untuk menyajikan informasi nonverbal antara lain tabel, grafik, diagram, bagan, peta, denah, dan matriks.

#1 Tabel 
Tabel adalah daftar berisi sejumlah informasi atau ikhtisar yang terdiri dari kolom, baris, kata, dan angka. Informasi dalam tabel disajikan secara bersistem atau berurut ke bawah dalam lajur atau deret tertentu sesuai dengan kategori kolom atau barisnya.

Berdasarkan penyajiaannya, tabel dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1. Tabel vertikal
2. tabel horizontal

Tabel horizontal adalah tabel yang menyajikan besaran di kolom pertama (sebelah kiri) secara berurutan di tiap barisnya sedangkan data berupa angka disajikan secara horizontal tersusun dari kiri ke kanan.

Tabel vertikal adalah tabel yang menyajikan besaran di baris pertama (bagian atas) secara berurutan di tiap kolomnya sedangkan data berupa angka disajikan secara vertikal tersusun dari atas ke bawah.

Baca juga : Jenis-jenis Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.

#2 Grafik 
Grafik adalah gambaran yang memperlihatkan hubungan antara dua besaran atau data yang melibatkan titik-titik dan garis. Grafik menunjukkan gambaran pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan berdasarkan data masing-masing besaran. Biasanya, grafik dibuat berdasarkan data dalam tabel.

Secara garis besar, grafik dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Grafik garis
2. Grafik batang
3. Grafik lingkaran

Grafik garis adalah grafik yang menyajikan gambaran naik turunnya data dalam bentuk garis yang dihubungkan dari titik-titik data secara berurutan. Grafik garis umumnya digunakan untuk melihat perubahan atau perkembangan dari waktu ke waktu.

Grafik batang adalah grafik yang menyajikan gambaran naik turunnya data dalam bentuk balok atau batang. Jenis grafik ini biasanya digunakan untuk melihat perbedaan tingkatan atau nilai dari beberapa aspek melalui perbedaan tinggi batang.

Grafik lingkaran adalah grafik yang menyajikan gambaran naik turunnya data dalam bentuk lingkaran. Grafik lingkaran biasanya digunakan untuk melihat persentase masing-masing aspek dari nilai keseluruhan.

#3 Diagram
Diagram adalah gambaran yang digunakan untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Diagram biasanya menggunakan beberapa alat bantu seperti garis, tanda panah, gambar, penomoran, dan sebagainya.

Berikut beberapa jenis diagram yang umum digunakan:
1. Diagram alir : menerangkan tahapan pelaksanaan
2. Diagram balok : dinyatakan dalam bentuk balok tiga dimensi
3. Diagram gambar : dilengkapi dengan gambar
4. Diagram garis : menggunakan garis atau kurva
5. Diagram lingkaran : membagi dan menghubungkan segmen dalam bentuk lingkaran
6. Diagram cabang : menunjukkan hubungan gagasan secara bercabang
7. Diagram pohon : gambaran visual penyebaran secara hierarki
8. Diagram bias : menggambarkan peristiwa dengan bidang atau kolom
9. Diagram peta : penggambaran berdasarkan peta
10. Diagram silsilah : gambaran visual hubungan kekerabatan

#4 Bagan
Bagan adalah gambaran secara analisis dan statistik mengenai suatu proses yang terjadi. Bagan merupakan rancangan, skema, atau alat peraga grafis yang digunakan untuk menyajikan data agar lebih mudah ditafsirkan.

#5 Peta 
Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas atau media lainnya yang menunjukkan letak geografis suatu wilayah, letak tanah, sungai, pegunungan, dan sebagainya. Peta merupakan representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, batas, sifat permukaan, dan sebagainya.

Baca juga : Cara Merumuskan Kesimpulan Secara Deduktif dan Induktif.

#6 Denah 
Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, gedung, jalan, gambar rancangan bangunan, dan sebagainya. Denah biasanya digunakan untuk menunjukkan letak atau keberadaan seluruh aspek yang terdapat di suatu wilayah agar lebih mudah ditemukan misalnya denah ruang ujian.

#7 Matriks 
Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran (terdiri dari baris dan kolom) sehingga butir-butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.

Mengubah Informasi Verbal ke Informasi Nonverbal

Untuk tujuan praktis, adakalanya kita harus mengubah informasi verbal menjadi informasi nonverbal. Untuk mengubah atau mengalihkan informasi verbal ke dalam bentuk visual, berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan:
1. Mencermati isi dan konsep informasi
2. Memastikan efektivitas visualisasi
3. Menentukan bentuk visual yang paling sesuai
4. Memilih lambang, bentuk, atau warna yang tepat
5. Membuat visualisasi sesuai konsep
6. Melengkapi visualisasi dengan keterangan yang dibutuhkan

Mengubah Informasi Nonverbal ke Informasi Verbal

Dalam upaya pemahaman, adakalanya kita harus mengubah informasi nonverbal menjadi informasi verbal. Untuk mengubah atau mengalihkan informasi nonverbal ke dalam bentuk kalimat, berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan:
1. Mencermati informasi nonverbal secara keseluruhan
2. Membaca judul dan subjudul
3. Mencermati penggunaan simbol dan keterangannya
4. Mencermati kata, frasa, dan angka dalam informasi nonverbal
5. Menafsirkan hubungan makna antar bagian dan keseluruhan
6. Merumuskan hubungan makna antar bagian dalam bentuk verbal
7. Merumuskan kesimpulan dalam bentuk kalimat.

Baca juga : Langkah-langkah Menyusun Karangan yang Baik.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment