Syarat-syarat Kalimat yang Cermat dan Santun

Posted by on 31 July 2016 - 12:06 PM

Dalam komunikasi, ketersampaian pesan merupakan poin penting yang menjadi tujuan utama. Selain itu, menjaga hubungan baik antara pembicara dan pendengar juga perlu diperhatikan. Dengan kata lain, selain menyampaikan pesan tertentu kita juga harus saling menjaga perasaan dalam berbicara. Selain menggunakan kalimat yang komunikatif, kita juga harus menggunakan kalimat yang cermat dan santun dalam berkomunikasi. Jika kalimat komunikatif dibutuhkan agar komunikasi berlangsung efektif, kalimat yang cermat dan santun dibutuhkan agar komunikasi berlangsung dengan baik dan sesuai rencana sehingga dihasilkan hubungan yang harmonis. Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari syarat-syarat kalimat komunikatif. Pada kesempatan ini, kita akan membahas kriteria-kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah kalimat tergolong kalimat yang cermat dan santun. Melalui pembahasan ini, diharapkan murid dapat mengetahui syarat-syarat kalimat santun sehingga dapat berbicara dengan sopan menggunakan kalimat-kalimat yang santun.

Syarat-syarat Kalimat Santun

Kalimat yang cermat dan santun adalah kalimat yang tepat dalam pemilihan kata atau diksi. Dalam pemilihan kata atau diksi yang tepat, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan, yaitu menggunakan konotasi yang baik, menghindari kalimat yang ambigu, menggunakan kata acuan yang tepat, dan memperhatikan situasi kebahasaan.

#1 Menggunakan Konotasi yang Baik
Kriteria pertama yang harus dipertimbangkan agar memperoleh kalimat yang santun adalah penggunaa konotasi. Untuk memperoleh kalimat yang santun, kita harus cermat dalam memilih kata atau diksi yang tepat yaitu dengan cara memperhatikan konotasi kata apakah konotasi tersebut terdengar sopan atau tidak.

Penggunaan konotasi yang baik untuk menimbulkan kesan sopan berkaitan dengan nilai rasa dari makna suatu kata. Nilai rasa ini dpengaruhi oleh beberapa faktor seperti budaya, lokasi, masa, konteks kalimat, dan sebagainya. Adakalanya konotasi yang baik terdengar tidak sopan dalam konteks kalimat tertentu yang berbeda penerapannya.

Suatu kalimat akan bernilai santun jika kita menggunakan kata-kata yang berkonotasi baik secara umum dan menghindari penggunaan kata-kata berkonotasi tidak baik yang dapat menyinggung perasaan.

Kata-kata yang berkonotasi baik dan sopan antara lain istri, asisten, gaji, hamil, tunawisma, dan sebagainya. Sedangkan kata-kata yang berkonotasi tidak baik dan kurang sopan antara lain bini, pembantu, upah, bunting, gelandangan, dan sebagainya.

Konotasi BaikKonotasi tidak Baik
Andre menjemput istrinya ke lokasi kerjaAndre menjemput bininya ke lokasi kerja
Dian bekerja sebagai asisten rumah tangga di kotaDian bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kota
Setiap awal bulan, Rina bertugas mengirim gaji pegawaiSetiap awal bulan, Rina bertugas mengirim upah pegawai
Dea mengurangi aktivitas karena sedang hamilDea mengurangi aktivitas karena sedang bunting
Karena kehabisan modal, pria itu menjadi tunawisma di JakartaKarena kehabisan modal, pria itu menjadi gelandangan di Jakarta

Baca juga : Contoh Kalimat Konotasi Positif dan Konotasi Negatif.

#2 Menghindari kalimat yang Ambigu
Kalimat ambigu adalah kalimat yang bermakna ganda sehingga menimbulkan kebingungan dan dapat menyebabkan kesalahpahaman. Makna ganda biasanya timbul karena penggunaan kata atau jeda yang tidak tepat. Agar suatu kalimat tergolong kalimat cermat dan santun, maka kalimat tersebut tidak boleh bermakna ganda.

Agar tidak bermakna ganda, maka kita harus cermat dalam memilih kata dan menggunakan jeda. Penggunaan jeda yang salah dapat menimbulkan makna kalimat yang berbeda sehingga dapat mengurangi nilai rasa dari kalimat tersebut. Agar tidak timbul makna ganda, maka penulisan harus dilafalkan dengan jeda dan intonasi yang jelas.

Kalimat AmbiguMakna
Pemimpin perusahaan itu sudah tidak beruangTidak memiliki ruang
Tidak mempunyai uang
Demi kamu/ anjing Dani akan dipindahkan ke hutan Pemindahan anjing dilakukan demi kamu
Demi kamu anjing/ Dani akan dipindahkan ke hutanDani dipindahkan demi kamu/ menganggap kamu anjing

#3 Menggunakan Kata Acuan yang Tepat
Kalimat yang cermat dan santun dapat diperoleh dengan penggunaan kata acuan yang tepat. Dengan menggunakan kata acuan yang tepat, maka kesalahan dalam penafsiran dapat kita hindari. Dengan demikian, informasi yang ingin disampaikan dapat diterima oleh pendengar dan memiliki nilai rasa yang santun.

Kalimat yang menggunakan kata acuan tidak tepat akan menimbulkan kebingungan karena terkesan ambigu. Akibatnya, maksud yang ditangkap oleh pendengar belum tentu sama dengan maksud yang ingin disampaikan oleh pembicara. Dengan kata lain, kalimat tersebut mengandung beberapa kemungkinan.

Penggunaan Kata AcuanMakna
Anda memasuki kawasan bebas parkir/Boleh parkir sesukanya di daerah itu
Tidak boleh parkir di daerah itu
Area ini adalah tempat parkirBoleh parkir di tempat itu
Dilarang parkir di siniTidak boleh parkir di tempat itu

Dari ketiga contoh kalimat di atas, kalimat pertama merupakan kalimat yang menggunakan kata acuan tidak tepat yaitu daerah bebas parkir. Kalimat pertama menimbulkan kebingungan karena ada dua kemungkinan maknanya. Agar lebih jelas maksudnya, maka kalimat pertama dapat diganti dengan kalimat kedua atau ketiga sesuai dengan maksud yang diinginkan.

Baca juga : Syarat-syarat Penggunaan kalimat Komunikatif. 

#1 Memperhatikan Situasi Kebahasaan
Kriteria selanjutnya yang juga harus diperhatikan oleh pembicara agar memperoleh kalimat yang cermat dan santun adalah situasi kebahasaan. Situasi kebahasaan dapat diamati melalui gerak-gerik pembicara. Saat berkomunikasi sebaiknya pembicara tidak menggunakan gerak-gerik yang berlawanan dengan makna kalimat dan terkesan kurang santun.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment