Keterampilan Menyimak Wacana Lisan Secara Efektif

Posted by on 20 July 2016 - 7:49 PM

Menyimak merupakan kegiatan mendengar dan memamahi yang dilakukan secara khusus dengan terpusat pada objek yang disimak. Kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang umum dilakukan sehari-hari terlebih di dalam kelas. Di sekolah, murid harus menyimak dengan seksama penjelasan guru agar dapat menyerap pelajaran yang sedang diajarkan. Agar dapat menangkap poin-poin penting dari pembelajaran, tentu murid-murid harus memiliki keterampilan menyimak dengan baik dan tepat. Cara menyimak yang paling tepat adalah menyimak secara efektif. Menyimak secara efektif bermanfaat untuk mendapatkan data atau informasi yang akurat. Selain menyimak penjelasan guru ketika mengajar, adakalanya murid juga harus menyimak wacana lisan untuk mendukung pembelajaran. Wacana tersebut bisa berasal dari guru, berita televisi, berita radio, dan sebagainya. Keterampilan menyimak menunjukkan sejauh mana murid dapat memahami informasi yang ia dengar.

Ciri-ciri Wacana Lisan

Wacana lisan merupakan wacana yang disampaikan secara lisan melalui pembicaraan langsung atau tidak langsung. Agar informasi yang disampaikan dalam wacana lisan dapat diterima, maka pendengar harus menyimak dengan seksama.

Berbeda dengan wacana tulis yang dapat kita baca berulang-ulang, wacana lisan cenderung tidak dapat diulang karena berlalu begitu saja sehingga memerlukan daya simak yang lebih tinggi agar interaksi antara pembicara dan pendengar tidak terputus.

Berikut beberapa ciri-ciri wacana lisan:
1. Memerlukan daya simak yang tinggi
2. Cenderung sulit diulang terutama pembicaraan langsung
3. Dapat dilperjelas dengan gerakan anggota tubuh
4. Menyatukan partisipan dalam konteks yang sama
5. Relatif lebih pendek dari wacana tulis
6. Melibatkan unsur kebiasaan yang telah diketahui bersama
7. Dapat melibatkan interaksi dengan partisipan secara langsung

Contoh paling sederhana yang dapat kita jadikan bahan sebagai latihan untuk menyimak wacana lisan adalah kegiatan mendengar berita di televisi. Cobalah untuk menonton sebuah berita dan lihat sejauh mana kamu bisa menangkap informasi yang disampaikan oleh pembawa berita.

Defenisi dan Tujuan Menyimak

Perlu diperhatikan bahwa menyimak tidak sama dengan mendengar. Menyimak membutuhkan perhatian dan keseriusan yang lebih daripada sekedar mendengar. Ketika menyimak suatu pembicaraan, maka penyimak akan mendengar dan mencoba memahami.

Pada kegiatan mendengar, pendengar bisa saja tidak memahami isi pembicaraan karena tidak diiukuti dengan pemahaman dan bukan merupakan tujuan. Dalam kegiatan menyimak, pendengar berusaha memahami isi pembicaraan karena terdapat unsur tujuan yaitu memperoleh informasi.

Dengan kata lain, menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya. Pendengar dapat memperoleh informasi secara efektif jika kegiatan menyimak dilakukan dengan benar.

Tujuan utama menyimak adalah menangkap ide, gagasan, atau pesan yang terdapat pada materi atau bahan simakan. Jika dijabarkan, maka berikut beberapa tujuan dari menyimak:
1. Untuk memperoleh informasi dan fakta
2. Untuk menganalisis dan mengevaluasi fakta
3. Untuk memperoleh inspirasi dan pengetahuan
4. Sebagai sarana hiburan

Kegiatan menyimak melibatkan tiga unsur utama, yaitu pembicara atau narasumber, pendengar atau penyimak, dan bahan simakan. Bahan simakan atau bahan pembicaraan merupakan hal paling penting dalam komunikasi lisan khususnya kegiatan menyimak.

Teknik Menyimak Secara Efektif

Menyimak secara efektif merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan informasi. Jika keterampilan menyimak secara efektif sudah dikuasai, maka murid dapat memperoleh informasi secara akurat dari wacana lisan atau pembicaraan yang sedang ia simak.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menyimak wcana secara efektif antaralain kesiapan mental dan fisik, motivasi, sikap, menyimak secara keseluruhan, tanggap situasi, kontak dengan pembicara, merangkum isi pembicaraan, dan menanggapi hasil pembicaraan.

#1 Kesehatan Fisik dan Mental 
Kesehatan fisik dan mental merupakan hal penting yang harus kita perhatikan sebelum melakuan kegiatan menyimak. Saat menyimak dibutuhkan pikiran yang jernih dan tubuh yang fit agar kita dapat berkonsentrasi secara optimal.

#2 Motivasi 
Hal penting berikutnya adalah motivasi atau dorongan. Salah satu motivasi yang harus kita miliki sebelum mengikuti kegiatan menyimak tentulah tujuan. Dengan adanya dorongan berupa tujuan, maka kita akan lebih bersungguh-sungguh dalam menyimak karena kita tahu apa tujuan kita.

#3 Menghargai Pembicara
Sebagai penyimak kita harus bersikap objektif dan menghargai pembicara. Siapapun pembicara dan bagaimanapun pandangan kita terhadapnya, cobalah untuk memposisikan diri sebagai penyimak dan cobalah untuk mengharaginya dengan demikian kita dapat menyimak dengan lebih ikhlas.

#4 Menyimak Menyeluruh
Untuk menjadi penyimak yang baik, kita harus menyimak secara lengkap namun tetap pandai memilih bagian-bagian penting yang perlu diingat. Sama seperti membaca, kita harus bisa melihat poin-poin penting dari informasi yang disampaikan.

#5 Tanggap Situasi
Penyimak yang ideal adalah penyimak yang tanggap terhadap situasi dan kondisi. Penyimak perlu mengenal situasi pembicaraan, cepata menyesuaikan diri, dan memahami gaya pembicara sehingga dapat mengikuti kemana arah pembicaraan.

#6 Kontak dengan Pembicara
Agar proses menyimak lebih hidup, kita perlu melakukan kontak dengan pembicara melalui perhatian, senyuman, anggukan, dan tanda atau gerakan lain yang menunjukkan simpati terhadap pembicaraan tersebut. Dengan begitu akan terjalin hubungan antara pembicara dan penyimak.

#7 Merangkum Isi Pembicaraan
Sebagai penyimak, tentu kita bertugas untuk mendengar, menyimak, dan menangkap poin-poin penting yang disampaikan dan menyusun poin-poin tersebut sebaik-baiknya. Dalam hal ini tentu kita memerlukan sebuah catatan untuk mencatat poin penting yang kita tangkap dari pembicaraan.

#8 Menanggapi Hasil Pembicaraan
Setelah selesai menyimak, selanjutnya kita dapat memberi tanggapan berupa penilaian dan respon positif. Tanggapan ita terhadap hasil pembicaraan dapat kita jadikan acuan sejauh mana kita memahami pembicaraan tersebut.

Dengan demikian, teknik yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak secara efektif adalah dengan cara mendengarkan pembicara dengan konsentrasi penuh, menelaah isi pembicaraan, menyimak dengan kritis, dan membuat catatan sebagai rangkuman dari hasil kegiatan menyimak.

Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Menyimak

Keterampilan menyimak secara efektif dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berkaitan langsung dengan unsur-unsur yang terlibat, yaitu unsur pembicara, unsur penyimak, unsur materi, dan unsur situasi.

#1 Unsur pembicara
Meski kegiatan menyimak dilakukan oleh pendengar, namun pembicara secara tidak langsung juga akan mempengaruhi proses menyimak. Agar kegiatan menyimak dapat berlangsung secara efektif dan efisien, maka pembicara harus menguasai materi, bersikap percaya diri, berbicara secara sistematis, dan mampu berinteraksi dengan penyimak menggunakan gaya yang bervariasi.

#2 Unsur Penyimak
Sebagai penyimak, kita harus berusaha mendengar pembicara dengan konsentrasi dan serius karena kita punya tujuan untuk memperoleh informasi dari apa yang disampaikan oleh penyimak. Oleh karena itu, tentu kita harus punya minat atau motivasi yang kuat untuk menyimak.

Selain memiliki minat untuk menyimak, penyimak juga harus memiliki sifat objektif dan kooperatif. Sifat objektif berarti penyimak menggunakan pandangan terhadap bahan simakan bukan bergantung pada siapa pembicaranya.

Seorang penyimak juga harus bersikap kooperatif yaitu siap bekerjasama dengan pembicara untuk keberhasilan komunikasi tersebut. Bentuk kerjasama tersebut dapat ditunjukkan dengan cara menghargai pembicara, berinteraksi dengan pembicara, dan tidak menimbulkan keributan.

#3 Unsur Materi
Agar kegiatan menyima berlangsung secara efektif dan memberikan manfaat, tentu materi atau bahan simakan yang akan disampaikan harus aktual, sistematis, seimbang, dan bermanfaat. Baik pembicara maupun penyimak harus sama-sama bijak menyesuaikan materi pembicaraan.

#4 Unsur Situasi
Faktor terakhir yang sangat mempengaruhi kegiatan menyimak adalah dari unsur situasi. Agar kegiatan menyimak dapat berlangsung dengan baik, maka situasi atau kondisi lingkungan dimana proses menyimak berlangsung haruslah nyaman dan kondusif agar pembicara dan penyima tidak mengalami gangguan.



Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment