Cara Membedakan Fakta dan Opini Beserta Contoh

Posted by on 01 August 2016 - 3:44 PM

Ketika membaca atau menyimak suatu wacana, kita tidak selalu menemukan kalimat atau paragraf yang berisi fakta. Dari keseluruhan wacana tersebut biasanya terdapat beberapa kalimat opini yang merupakan argumen dari penulis atau narasumber. Kalimat opini biasanya digunakan untuk menyatakan argumen atau sebagai pendukung fakta umum yang dibahas. Kalimat fakta dan kalimat opini biasanya saling terkait membentuk satu kesatuan ide di dalam wacana. Kadangkala, dalam mengungkapkan sebuah fakta kita perlu memperjelas fakta tersebut dengan deskripsi berupa opini. Begitupula sebaliknya, ketika mengungkapkan sebuah argumen atau pendapat, kita juga perlu memperjelas argumen tersebut dengan bukti-bukti berupa fakta. Oleh karena itu, sebagai pembaca atau pendengar, tentu kita harus pintar membedakan kalimat fakta dan kalimat opini agar informasi yang kita peroleh benar0benar tepat. Membedakan kalimat fakta dan opini juga sangat dibutuhkan untuk merumuskan suatu kesimpulan. Pada kesempatan ini, kita akan membahas pengertian dari fakta dan opini beserta ciri-cirinya. Dengan pembahasan ini diharapakan murid dapat mengenali sebuah kalimat apakah tergolong fakta atau opini berdasarkan ciri-ciri yang terlihat.

Pengertian dan Ciri-ciri Fakta

Secara sederhana, fakta dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang nyata atau benar-benar terjadi. Fakta tidak bersumber dari pendapat atau gagasan seseorang melainkan dari kenyataan yang telah diketahui secara umum. Dengan kata lain, fakta adalah informasi yang bersifat nyata dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Karena benar-benar terjadi dan disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kebenarannya, fakta cenderung sulit untuk dibantah. Sekalipun seseorang memiliki argumen yang kuat untuk menjatuhkan fakta tersebut, sebuah fakta tidak akan bisa dipungkiri.

Segala kejadian atau keadaan yang benar-benar terjadi dan pernah dilihat oleh manusia atau telah dilakukan suatu pengujian untuk memastikan kebenarannya pada khalayak umum merupakan fakta. Sebuah fakta dapat ditelusuri kebenarannya karena dapat diindera (dilihat, didengar, diraba).

Berikut ciri-ciri dari sebuah fakta:
1. Benar-benar terjadi dan nyata
2. Sudah teruji kebenarannya
3. Bersifat objektif (bukan pemikiran seseorang)
4. Memiliki data atau bukti akurat
5. Pernah diindera atau diuji oleh manusia
6. Umumnya dilengkapi dengan waktu dan tempat yang jelas

Contoh Fakta:
1. Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004.
2. Perusahaan Picasa diambilalih oleh Google pada 13 juli 2004.
3. Pada 6 Agustus 1945, Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima.
4. Medan adalah ibukota dari Sumatera Utara.
5. Murid sekolah menengah pertama mengenakan seragam putih biru.

Baca juga : Cara Merumuskan Kesimpulan Secara Deduksi dan Induksi.

Pengertian dan Ciri-ciri Opini

Opini adalah pendapat atau pikiran seseorang mengenai sesuatu. Opini bisa dalam bentuk pertimbangan atau saran dan biasanya dilengkapi dengan alasan-alasan untuk memperkuat atau membuktikan kebenarannya.

Meskipun opini dilengkapi dengan alasan atau fakta-fakta tertentu untuk memperkuat argumen, namun opini tidak bisa dipastikan kebenarannya karena belum teruji. Opini bersifat subjektif atau bersumber dari pemikiran seseorang.

Segala pernyataan atau keadaan yang belum tentu benar terjadi dan tidak pernah dilihat oleh manusia atau belum dilakukan pengujian untuk memastikan kebenarannya merupakan opini. Sebuah opini cenderung sulit ditelusuri kebenarannya karena tidak dapat diindera.

Berikut ciri-ciri dari sebuah opini:
1. Merupakan argumen dan belum tentu sesuai kenyataan
2. Belum teruji kebenarannya
3. Bersifat subjektif (berasal dari pemikiran seseorang)
4. Menyertakan alasan sebagai pendukung namun bukti tidak akurat
5. Sulit ditelusuri kebenarannya
6. Menggunakan kata-kata opini atau prediksi

Contoh Opini:
1. Menurut saya, Google adalah perusahaan berbasis teknologi terhebat.
2. Perkembangan teknologi di indonesia bisa dibilang sangat pesat.
3. Bermain di pantai jauh lebih seru daripada bermain di supermarket.
4. Jika rajin mengkonsumsi apel, kulit kita akan halus.
5. Suaranya sangat merdu seperti suara dari surga.

Baca juga : Mengubah Informasi Nonverbal Menjadi Informasi Verbal.

Cara Membedakan Fakta dan Opini

Perbedaan antara fakta dan opini, bisa kita lihat dari ciri-cirinya. Jika sebuah kalimat menunjukkan lebih banyak ciri-ciri fakta, maka kalimat tersebut adalah fakta. Sebaliknya, jika sebuah kalimat menunjukkan lebih banyak ciri-ciri opini, maka kalimat tersebut adalah opini.

#1 Telusuri Kebenarannya
Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan meneliti apakah peristiwa atau pernyataan yang ada di dalam kalimat tersebut benar-benar terjadi atau tidak. Caranya adalah menemukan bukti-bukti yang akurat untuk menelusuri kebenarannya misalnya waktu, tempat, proses kejadian, dan sebagainya.

Jika pernyataan dalam kalimat dapat ditelusuri kebenarannya, karena dapat dilihat, didengar, atau dibuktikan, maka kalimat tersebut termasuk fakta. Sebaliknya, jika hanya pernyataan yang tak dapat diindera dan sulit dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Contoh :
Fakta : Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
Opini : seharusnya Indonesia sudah merdeka sebelum 1945.

#2 Objektif atau subjektif
Langkah selanjutnya, kita bisa mengamati sifat dari kalimat tersebut apakah bersifat objektif atau bersifat subjektif. Kalimat yang bersifat ojektif cenderung mengungkapkan kejadian apa adanya sesuai kenyataan sedangkan kalimat yang bersifat subjektif cenderung melibatkan perasaan atau pemikiran penulis.

Contoh :
Fakta : Bandung adalah ibukota provinsi Jawa Barat.
Opini : Medan adalah kota metropolitan yang paling indah di Indonesia.

#3 Memeriksa Kata Khusus
Kalimat yang bersifat subjektif biasanya menggunakan kata-kata opini atau prediksi seperti saya rasa, seharusnya, menurutku, bisa jadi, kemungkinan, dianggap, bisa disebut, dan sebagainya. Jika sebuah kalimat menggunakan kata-kata seperti itu, maka kalimat tersebut adalah opini.

Contoh :
Fakta : SBY terpilih menjadi presiden RI untuk periode 2009-2014.
Opini : Kemungkinan Indonesia akan menjadi negara adikuasa pada 2036.

#4 Menalar Kalimat
Cara terakhir yang bisa kita lakukan untuk memastikan apakah sebuah kalimat tergolong fakta atau opini adalah dengan melibatkan nalar atau perasaan. Jika sebuah kalimat menimbulkan rasa tidak setuju atau cenderung tidak masuk akal, maka kalimat tersebut merupakan opini.

Contoh :
Fakta : Matahari terbit dari Timur dan tenggelam di Barat.
Opini : Pemuda itu kejam sekali seperti iblis yang keluar dari neraka.

Baca juga : Jenis-jenis Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment