Jenis-jenis Kalimat Tanya Berdasarkan Tujuannya

Posted by on 01 August 2016 - 5:47 PM

Kalimat tanya atau kalimat interogatif merupakan salah satu jenis kalimat yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis kalimat ini biasa digunakan untuk menanyakan sesuatu, meminta klarifikasi, atau sekedar untuk mempertegas pernyataan. Dalam kegiatan wawancara, kalimat tanya menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh pewawancara. Sesuai dengan namanya, kalimat tanya bertujuan untuk memancing respons dalam bentuk jawaban. Dengan kata lain, kalimat tanya digunakan untuk menguak informasi dari narasumber atau lawan bicara. informasi yang akan diperoleh bergantung pada ketepatan kalimat tanya yang digunakan. Untuk memperoleh, memastikan, dan menilai informasi dibutuhkan kalimat tanya yang tepat. Kalimat tanya yang tepat adalah kalimat tanya yang memberi peluang besar untuk memperoleh jawaban yang tepat sesuai dengan respons yang diinginkan. Pada kesempatan ini, kita akan membahas beberapa jenis kalimat tanya beserta contohnya. Dengan pembahasan ini diharapkan murid dapat membedakan jenis-jenis kalimat tanya dan menggunakan kalimat tanya sesuai dengan jenis dan fungsinya.

Jenis-jenis Kalimat Tanya

Kalimat tanya tidak hanya digunakan untuk menanyakan sesuatu tapi juga untuk tujuan tertentu. Berikut fungsi kalimat tanya:
1. Untuk memperoleh informasi
2. Untuk menanyakan sesuatu
3. Untuk menemukan jawaban
4. Untuk menegaskan pernyataan
5. Untuk mengklarifikasi sesuatu
6. Untuk memohon atau meminta
7. Untuk menyindir atau menyanggah

Berdasarkan tujuan tersebut, kalimat tanya dapat dibedakan menjadi lima jenis yaitu kalimat tanya biasa, kalimat tanya retoris, kalimat tanya verifikasi, kalimat tanya perintah, dan kalimat tanya tersamar.

#1 Kalimat Tanya Biasa
Kalimat tanya biasa adalah kalimat tanya yang ditujukan untuk menanyakan sesuatu, menemukan informasi, dan menemukan jawaban sesuai dengan apa yang ditanyakan. Kalimat tanya biasa umum digunakan dalam wawancara, soal ujian, dan sebagainya.

Contoh :
1. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
2. Siapa presiden Amerika Serikat sebelum Obama?
3. Kapan pemilihin presiden akan dilakukan?
4. Di mana kantor pos terdekat di daerah ini?
5. Bagaimana kondisi paman setelah kecelakaan itu?

Baca juga : Cara Membedakan Fakta dan Opini beserta Contohnya.

#2 Kalimat Tanya Retoris
Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang bertujuan untuk mempertegas pernyataan. Kalimat tanya retoris tidak membutuhkan jawaban karena penanya sudah tahu jawabannya. Kalimat tanya retoris yang umum digunakan oleh pembicara saat orasi atau pidato disebut kalimat tanya oratoris.

Berikut ciri-ciri pertanyaan retoris :
1. Tidak membutuhkan jawaban
2. Berbentuk pertanyaan dan penegasan
3. Bisa menggunakan kata tanya atau tidak
4. Penanya dan yang ditanya sama-sama mengetahui jawabannya

Contoh:
1. Apalagi yang bisa kita kerjakan saat ini selain berdoa?
2. Mungkinkah ini hukuman dari Tuhan?
3. Kamu sudah tidak mencintainya lagi, iya kan?
4. Sanggupkah kita membangun prestasi dan mengharumkan nama bangsa?
5. Akankah kita biarkan para koruptor merajalela?

#3 Kalimat Tanya Klarifikasi
Kalimat tanya klarifikasi adalah jenis kalimat tanya yang bertujuan untuk memastikan atau mengklarifikasi sesuatu. Kalimat tanya ini hanya membutuhkan jawaban singkat berupa "Ya", "tidak", atau "bukan". Dalam bahasa Inggris, kalimat tanya ini dikenal dengan istilah yes-no question.

Berikut ciri-ciri kalimat tanya klarifikasi:
1. Menekankan kata-kata yang dipentingkan
2. Menggunakan partikel -kah
3. Menggunaka kata tanya apa atau apakah
4. Menggunakan unsur penegas (tidak atau bukan)

Contoh:
1. Jadi dia orang yang mencuri sepeda motormu?
2. Apakah kamu menyukai lelaki itu?
3. Apa Ibu bersedia membantu kami mencari Dian?
4. Gadis itu yang menyuruh Lia ke rumahmu?
5. Kamu jadi pergi ke Medan atau tidak?

Baca juga : Ciri-ciri Kalimat Efektif beserta Contohnya.

#4 Kalimat Tanya Perintah
Kalimat tanya perintah adalah kalimat tanya yang senilai dengan kalimat perintah. Artinya, pertanyaan yang diajukan sebenarnya bertujuan untuk memerintah. Dalam hal ini penanya sudah tahu jawabannya.

Contoh:
1. Sanggupkah kita mendisiplinkan diri?
2. Bisakan kamu datang tepat waktu?
3. Mengapa tidak kita akhiri saja permainan ini?
4. Mengapa tidak kau antar saja dia ke bioskop?
5. Tahukan cara mengerjakan tugas ini?

#5 Kalimat Tanya Tersamar
Sesuai dengan namanya, kalimat tanya tersamar adalah kalimat tanya yang bentuk ekspresinya berupa kalimat tanya namun maksudnya bukan untuk bertanya melainkan untuk tujuan-tujuan lain. Beberapa tujuan yang biasanya menggunakan kalimat tanya tersamar dapat dilihat pada tabel berikut.

TujuanContoh Kalimat Tanya
MemintaBisakah saya mengikuti program pelatihan ini?
MemohonBersediakah Bapak membantu keluarga kami?
MerayuKapan kita bisa jalan-jalan ke taman seperti dulu lagi?
MengajakBagaimana kalau nanti sore kita temui dia di rumahnya?
MeyakinkanApakah tampang saya terlihat seperti pencuri?
MenyindirApakah kamu tidak ingat sesuatu hari ini?
MenyanggahLoh, bukannya anda yang meminta saya untuk pergi?

Cara Membentuk Kalimat Tanya

Dari beberapa contoh kalimat tanya di atas, bisa kita lihat beberapa model atau cara membentuk kalimat tanya. Beberapa cara membentuk kalimat tanya yang umum dilakukan antaralain:
1. Memakai formula 5w+1h (What, who, when, why, how)
2. Membalikkan urutan kata
3. Menempatkan kata bukan, belum, atau tidak
4. Menggunakan intonasi berbeda

Kalimat AwalKalimat Tanya
sinta adalah murid berprestasiApakah Sinta murid berprestasi?
Delon akan mengeluarkan album baruAkankah Delon mengeluarkan album baru?
Dani sudah pergiDani sudah pergi belum?
Sisa makanan itu dibuangSisa makanan itu dibuang tidak?

Baca juga : Ciri-ciri dan Syarat Kalimat Komunikatif.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment