Cara Menentukan Diksi Pilihan Kata dan Ungkapan yang Tepat

Posted by on 02 August 2016 - 10:20 PM

Kata adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Semua morfem bebas termasuk kata. Kata merupakan penyusun kalimat dan pembangun sebuah paragraf. Gabungan beberapa kata yang membentuk kesatuan ide dapat memaparkan suatu gagasan yang bisa dimengerti. Gagasan tersebut hanya bisa tersampaikan jika gabungan kata tersebut melibatkan kata-kata yang tepat. Memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat dalam berbahasa merupakan faktor utama yang menentukan efektivitas komunikasi. Ketepatan dalam pemilihan kata sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam penyampaian informasi. Jika kata yang dipilih tepat, maka gagasan yang dimaksud akan bisa dimengerti. Sebaliknya, jika kata yang dipilih tidak tepat, maka akan timbul kesalahpahaman. Pemilihan kata yang tepat tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan menulis tetapi juga dalam kegiatan berbicara. Ketepatan pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memahami makna kata dan seberapa banyak kosa kata yang dikuasainya. Hal ini erat kaitannya dengan pilihan kata atau diksi. Pada kesempatan ini, kita akan membahas pengertian diksi, syarat-syarat kesesuaian diksi, dan unsur-unsur bahasa yang berhubungan dengan pemilihan kata.

Pengertian dan Fungsi Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Dengan kata lain, diksi berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk memilih kata-kata yang tepat dalam menyampaikan gagasannya baik secara tertulis maupun secara lisan. Pilihan kata yang tepat akan menumbuhkan pemahaman dari pihak pembaca atau pendengar sehingga gagasan yang diberikan dapat diterima dengan tepat sesuai harapan.

Ketika menyusun kalimat, kita dituntut untuk cermat dalam memilih kata yang tepat. Ketepatan kata adalah suatu keadaan dimana kata yang kita pilih dapat menimbulkan gagasan yang sama antara imajinasi yang difikirkan oleh pembaca atau pendengar dengan apa yang dipikirkan dan dimaksud oleh penulis atau pembicara.

Secara rinci diksi berkaitan dengan beberapa poin berikut:
1. Pemilihan kata-kata yang tepat
2. Pembentukan dan pengelompokan kata yang tepat
3. Penggunaan ungkapan (idiom) yang sesuai
4. Pemilihan gaya bahasa yang sesuai situasi
5. Pemilihan nuansa-nuansa makna dan nilai rasa yang baik
6. Penguasaan kosa kata atau pembendaharaan kata

Dari enam poin di atas, bisa kita simpulkan bahwa diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata tetapi juga mencakup persoalan gaya bahasa, nilai rasa, ungkapan-ungkapan, karakteristik, nilai artistik dan sebagainya.

Diksi terdiri dari beberapa elemen di antaranya fonem (bunyi bahasa), silabel (suku kata), konjungsi (penghubung), nomina (kata benda), verba (kata kerja), hubungan, infleksi, dan uterans.

Baca juga : Ciri-ciri Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia.

Seperti yang telah dibahas, ketepatan pilihan kata (diksi) bertujuan agar gagasan yang ingin disampaikan dapat diterima secara tepat sesuai keinginan. Dengan demikian, diksi memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Membuat pembaca atau pendengar mengerti apa yang kita maksud
2. Menghindari kesalahpahaman dalam penafsiran
3. Mencapai target komunikasi yang efektif
4. Membentuk gaya ekspresi yang tepat sesuai situasi
5. Melambangkan gagasan secara verbal

Syarat-syarat Kesesuaian Diksi

Kesesuaian diksi menandakan bahwa pilihan kata yang kita gunakan sudah sesuai. Kesesuaian tersebut bergantung pada unsur-unsur yang mempengaruhi bahasa. Pada dasarnya ada tiga faktor yang mempengaruhi bahasa yaitu pokok persoalan yang dibahas, hadirin yang terlibat, dan diri kita sendiri.

Kesesuaian diksi hanya tercapai jika pilihan kata yang kita pakai sudah tepat dari segi ketepatan bentuk, ketepatan makna gramatikal, dan ketepatan makna leksikal sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda antara pembicara dan pendengar.

Kesesuaian diksi juga terkait dengan situasi dan nilai rasa. Dalam hal ini kita harus menggunakan pilihan kata dan gaya bahasa yang sesuai agar tidak merusak suasana atau menyinggung perasaan pendengar atau lawan bicara.

Berikut beberapa poin penting atau syarat yang perlu kita pertimbangkan saat menentukan pilihan kata (diksi) yang tepat:
1. Kenali perbedaan makna denotasi dan konotasi
2. Kenali bentuk-bentuk dan kelas kata
3. Kenali penggunaan kata-kata bersinonim
4. Bedakan hubungan makna kata secara cermat
5. Tafsirkan makna kata secara objektif pastikan dengan kamus
6. Kenali makna dan penggunaan imbuhan asing
7. Gunakan ungkapan (idiom) yang sesuai dan sepadan
8. Gunakan kata umum dan kata khusus secara cermat
9. Kenali perubahan dan pergeseran makna kata
10. Gunakan kata abstrak dan konkret secara cermat

Selain beberapa poin di atas, untuk mencapai kesesuaian diksi kita juga harus memperhatikan lingkungan komunikasi yang terlibat. Dengan kata lain kita harus menyesuaikan bahasa dengan situasi dan kondisi agar tidak menyinggung perasaan dan merusak suasana.

Untuk mencapai kondisi tersebut, berikut beberapa syarat yang harus kita pertimbangkan:
1. Dalam situasi formal, hindari unsur sub-standart
2. Dalam situasi khusus, gunakan kata-kata ilmiah
3. Dalam situasi umum, gunakan kata-kata populer
4. Untuk pembaca umum, hindari jargon dalam tulisan
5. Hindari pemakaian kata-kata slang
6. Dalam penulisan, hindari kata percakapan
7. Hindari pemakaian idiom yang sudah usang
8. Hindari penggunaan bahasa artifisial
9. Hindari konotasi yang tidak baik atau makna yang merendahkan
10. Hindari kata-kata yang sensitif

Baca juga : Jenis-jenis Makna Kata dalam Bahasa Indonesia.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment