Pengertian, Ciri-ciri dan Jenis-jenis Klausa

Posted by on 07 August 2016 - 1:04 PM

Frase, klausa, dan kalimat merupakan tiga istilah penting yang dipelajari dalam sintaksis bahasa Indoenesia. Sekilas, ketiga istilah tersebut memang memiliki kesamaan yaitu sama-sama terdiri dari beberapa kata atau merupakan gabungan kata. Meskipun secara sederhana terlihat sama, namun tentu saja ketiga istilah tersebut adalah tiga istilah yang berbeda. Karena frase, klausa, dan kalimat merupakan tiga istilah yang berbeda, maka penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan ketiga istilah tersebut. Perbedaan antara frase, klausa, dan kalimat dapat dilihat berdasarkan pengertian dan ciri-cirinya. Pada artikel sebelumnya telah dibahas pengertian, ciri-ciri, dan jenis frase dalam bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis klausa. Melalui pembahasan ini diharapkan murid dapat memahami ciri-ciri sebuah klausa dan mampu membedakan klausa dengan frase atau kalimat. Selain itu, pembahasan ini juga bertujuan agar murid dapat membedakan jenis-jenis klausa dan dapat menentukan inti klausa dalam sebuah kalimat majemuk.

Pengertian dan Ciri-ciri Klausa

Klausa adalah kelompok kata yang sudah memiliki subjek dan predikat, tetapi belum berintonasi akhir. Klausa merupakan satuan gramatikal yang memiliki tataran di antara frasa dan kalimat. Artinya, sebuah klausa lebih lengkap daripada frase namun belum selengkap kalimat.

Klausa sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sebuah klausa berpotensi untuk menjadi sebuah kalimat jika diberi intonasi akhir atau tanda titik. Intonasi akhir (tanda baca berupa tanda titik) merupakan salah satu pembeda antara kalusa dan kalimat. Kadangkala, klausa tidak terlihat berbeda dengan kalimat karena memiliki unsur yang sama hanya saja belum dilengkapi intonasi akhir.

Untuk membedakan klausa dengan frase sangatlah mudah. Frase merupakan gabungan kata yang unsur-unsurnya tidak berfungsi sebagai subjek dan predikat. Sedangkan klausa adalah gabungan kata yang ditandai dengan adanya subjek dan predikat. Dengan kata lain, perbedaan paling mencolok terletak pada ada tidaknya subjek dan predikat.

Perbedaan antara kalusa dan frase juga dapat dilihat dari gagasan yang diwakili oleh gabungan kata tersebut. Pada frase, gabungan kata hanya memilii satu jabatan di dalam kalimat misalnya sebagai kata kerja, sebagai kata benda, kata sifat, atau kata keterangan. Sedangkan pada klausa, gabungan kata memiliki dua atau lebih jabatan dan biasanya sebagai subjek dan predikat.

Baca juga : Pengertian, Ciri-ciri dan Jenis-jenis Frase.

Karena sudah memiliki subjek dan predikat, klausa menyampaikan gagasan yang lebih luas dibandingkan frase. Sebuah klausa dapat menyampaikan kesatuan gagasan layaknya sebuah kalimat hanya saja belum dilengkapi dengan intonasi final. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh pada tabel di bawah ini.

Gabungan KataKeterangan
Sangat cantikFrase
Gadis itu cantikKlausa
Gadis itu sangat cantik.Kalimat
di kamarFrase
Adik menyanyiKlausa
Adik sedang menyanyi di kamar.Kalimat

Untuk membedakan klausa dengan frase dan kalimat, kita dapat mengenali ciri-cirinya. Berikut beberapa ciri-ciri klausa:
1. Memiliki satu predikat
2. Tidak memiliki intonasi akhir dan tanda baca
3. Dapat menjadi kalimat jika diberi intonasi final
4. Merupakan bagian dari kalimat plural
5. Dapat diperluas dengan menambahkan atribut fungsi

Dalam konstruksinya yang terdiri dari Subjek (S) dan predikat (P), klausa juga dapat disertai dengan objek (O), Pelengkap atau keterangan (Pel/K), ataupun tidak. Dalam hal ini, inti dari sebuah klausa adalah S dan P. Dalam praktiknya, unsur S sering dihilangkan misalnya dalam kalimat plural dan dalam kalimat yang merupakan jawaban.

Contoh :
Klausa 1 : Tomi bersama dengan istrinya
Klausa 2 : Tomi datang
Klausa 3 : Tomi membawa oleh-oleh
Kalimat : Bersama dengan istrinya, Tomi datang membawa oleh-oleh.

Pada contoh di atas, klausa 1 memiliki pola S-P-Pel, klausa 2 memiliki pola S-P, dan klausa 3 memiliki pola S-P-O. Ketika ketiga klausa tersebut digabungkan untuk membentuk sebuah kalimat, maka unsur subjek (S) pada klausa 1 dan klausa 3 dihilangkan sehingga dihasilkan kalimat seperti di atas.

Baca juga : Cara Menentukan Diksi dan Ungkapan Kata yang Tepat.

Jenis-jenis Klausa

Jenis-jenis klausa dapat dibedakan dari beberapa sudut pandang antaralain berdasarkan sifatnya, berdasarkan kelengkapan unsur internalnya, berdasarkan ada tidaknya unsur negasi pada predikat, berdasarkan kategori primer predikatnya, dan berdasarkan kemungkinannya untuk menjadi kalimat.

Dilihat berdasarkan sifatnya, maka klausa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Klausa inti
2. Klausa Bawahan

Klausa inti adalah klausa yang dapat berdiri sendiri dan merupakan klausa pokok atau induk kalimat. Di dalam sebuah kalimat majemuk, klausa inti berkedudukan sebagai induk kalimat dan dapat berdiri sendiri tanpa anak kalimat.
KalimatKlausa inti
Akibat tidur terlalu malam, Andi terlambat bangun.Andi terlambat bangun
Ayah pergi ke kota, ketika adik sedang tidur.Ayah pergi ke kota
Lia menjadi juara pertama karena rajin belajar.Lia menjadi juara pertama
Ketika berada di desa, Pak Tono menikah lagi.Pak Tono menikah lagi
Dea rajin berlatih agar menjadi pemenang.Dea rajin berlatih

Klausa bawahan adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri karena belum lengkap. Dalam kalimat majemuk, klausa bawahan berkedudukan sebagai anak kalimat yang berfungsi memperluas subjek, objek, keterangan, atau pelengkap.

Untuk menentukan klausa bawahan atau anak kalimat, kita dapat melihat beberapa karakternya. Klausa bawahan biasanya memiliki kata hubung sebagai berikut:
1. Kausal : sebab, karena
2. Tujuan : supaya, agar
3. Waktu : ketika, sejak, pada saat, setelah
4. Batas : selain, kecuali
5. Perluasan subjek atau objek : bahwa
6. Sebab akibat : sehingga
7. Perlawanan : meskipun, walaupun

KalimatKlausa bawahan
Akibat tidur terlalu malam, Andi terlambat bangun.Akibat tidur terlalu malam
Ayah pergi ke kota, ketika adik sedang tidur.Ketika adiks sedang tidur
Lia menjadi juara pertama karena rajin belajar.Karena rajin belajar
Ketika berada di desa, Pak Tono menikah lagi.Ketika berada di desa
Dea rajin berlatih agar menjadi pemenang.Agar menjadi pemenang

Baca juga : Pengertian Parafrasa, Ciri-ciri dan Cara Membuatnya.

Berdasarkan kelengkapan unsur intinya, klausa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Klausa lengkap : memiliki unsur inti (S dan P) yang lengkap
2. Klausa tak lengkap : hanya memiliki unsur S atau P saja

Berdasarkan ada tidaknya unsur negasi, klausa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Klausa positif : tidak terdapat unsur negasi
2. Klausa negatif : terdapat unsur negasi berupa bukan, tidak, belum, jangan

Berdasarkan kategori primer predikatnya, klausa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Klausa verbal : predikat berupa frase verba (kata kerja)
2. Klausa nonverbal : predikat berupa frase nonverba

Berdasarkan kemungkinan untuk menjadi kalimat, klausa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Klausa bebas : dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal
2. Klausa terikat : bergabung dengan klausa lain membentuk kalimat plural

Jenis KlausaContoh
Klausa lengkapAdi bersama temannya
Klausa tak lengkapBersama temannya
Klausa positifAdik menangis
Klausa negatifAdik tidak menangis
Klausa verbalDia membantu korban banjir
Klausa nonverbalAnak itu penari latar
Klausa bebasAdi rajin belajar
Klausa terikatAgar Adi juara

Baca juga : Jenis-jenis Kalimat Tanya Berdasarkan Tujuannya.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment