ATURAN PENGGUNAAN HURUF KAPITAL, HURUF MIRING, DAN SINGKATAN

Posted by on 21 September 2016 - 7:05 AM

Selain memperhatikan tanda baca, dalam kegiatan menulis kita juga harus memperhatikan penggunaan huruf kapital, huruf miring, dan singkatan. Meskipun terkesan sederhana, tetapi seringkali penggunaan huruf kapital, huruf miring, dan singkatan tidak sesuai dengan aturannya. Kesalahan tersebut bisa menimbulkan kesan berbeda dengan maksud yang diharapkan penulis atau bahkan menimbulkan kalimat ambigu yang menimbulkan perdebatan. Agar karya tulis yang dihasilkan sesuai dengan aturan penulisan dan ejaan yang telah ditentukan, maka penulis harus tahu kapan menggunakan huruf kapital atau huruf miring dalam tulisannya. Selain itu, penulis juga harus mengetahui tata cara penggunaan singkatan sehingga tidak salah dalam menggunakannya. Penulis harus tahu bahwa tidak semua kata dapat disingkat sesukanya dan setiap singkatan ada aturan penulisannya. Penggunaan huruf kapital, huruf miring, dan singkatan di dalam tulisan pada dasarnya memiliki tujuan tersendiri sesuai dengan tempat penggunaannya serta menjadi suatu penekanan atau penegasan terhadap suatu kata tertentu dalam kalimat. Pada kesempatan ini, Bahanbelajarsekolah.blogspot.com akan memaparkan beberapa aturan penggunaan huruf kapital, huruf miring, dan singkatan.

Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital atau huruf besar merupakan penanda awal kalimat atau kalimat baru dalam sebuah paragraf atau alinea dan digunakan sebagai huruf pertama pada kata-kata tertentu. Berikut dua belas penggunaan huruf kapital beserta contohnya.

#1 Pada Awal Kalimat
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Dengan kata lain, digunakan pada huruf awal setelah tanda titik.

Contoh :
1. Paman akan pergi ke kota pagi ini.
2. Bagaimana keadaan adikmu?
3. Kita harus bekerja keras. Setiap hari, kita harus semangat.

#2 Pada Petikan Langsung
Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama pada kalimat dalam petikan langsung.

Contoh :
1. Ibu berkata, "Sudah jangan menangis begitu."
2. "Aku tidak tahu kemana anak itu pergi," katanya.
3. Dani : "Apa kalian sudah melihat karyaku?"

#3 Penulisan Nama Tuhan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, agama, dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Contoh :
1. Tuhan, Allah, Yang Maha Pengasih
2. Tuhan akan selalu melindungi hamba-Nya
3. Seluruh penduduk desa itu menganut agama Islam.

#4 Pada Nama Orang
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Contoh :
1. Atika membeli buah-buahan untuk adiknya yang sedang sakit.
2. Guru memberi David tugas tambahan sebagai hukuman.
3. Tika dan Maura adalah murid terpintar di kelas.

Baca juga : Jenis-jenis Tanda Baca (Titik, Koma, dls.) dan Fungsinya.

#5 Pada Gelar Kehormatan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang dikuti nama orang.

Contoh :
1. Sultan Hasanuddin menemui pengawalnya di pasar.
2. Pagi ini, Haji Agus Salim akan memimpin rapat.
3. Kakak menceritakan kisah Nabi Ibrahim kepada adik.

Jika gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan tidak diikuti nama orang, maka tidak menggunakan huruf kapital.

Contoh :
1. Pria itu barus aja diangkat menjadi sultan.
2. Keluargaku akan pergi naik haji tahun ini.

#6 Pada Jabatan dan Pangkat
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabata dan pangkat yang diikuti nama orang.

Contoh :
1. Sepuluh pelajar berprestasi diundang oleh Presiden Joko Widodo.
2. Para undangan menyambut kedatangan Perdana Menteri Husein.
3. Pemenang olimpiade itu dibimbing oleh Profesor Budiono.

#7 Pada Nama Khas Geografi
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama khas geografi, nama kota, dan nama negara.

Contoh :
1. Tahun ini kita akan liburan ke Danau Toba.
2. Kapal itu berlayar menyebrangi Selat Sunda.
3. Katy Perry akan mengadakan konser di Jakarta.

#8 Pada Pengganti Nama
Huruf kapital juga digunakan sebagai huruf awal pada pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh :
1. Pemerintah mengadakan rapat terbuka di Departemen Pertanian.
2. Presiden dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara sore ini.

#9 Pada Unsur Nama Negara
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatatnegaraan, serta nama dokumen resmi.

Contoh :
1. Masalah itu sudah diatasi oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
2. Kita harus menjaga kesatuan dan persatuan Republik Indonesia.
3. Aturan itu tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945.

#10 Pada Singkatan Nama dan Gelar
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.

Contoh :
1. Prof. = profesor
2. Dr. = doktor
3. S.E = sarjana ekonomi

#11 Pada Nama Tahun dan Bulan
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada nama tahun, nama bulan, nama hari besar, atau peristiwa bersejarah.

Contoh :
1. Fosil itu ditemukan sebelum tahun Masehi.
2. Gads kecil itu lahir di bulan Agustus.
3. Seluruh warga berkumpul di lapangan untuk merayakan hari Kemerdekaan.

#12 Pada Kata Petunjuk Kekerabatan
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan pada kalimat percakapan yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.

Contoh :
1. Kapan Saudara akan pergi ke sana?
2. Jadi Bapak akan menyusul sore ini?
3. Kirimannya sudah saya terima Bu.

Baca juga : Pengertian, Fungsi, Ragam dan Bentuk Sastra.

Penggunaan Huruf Miring

#1 Untuk Nama atau Judul Buku
Huruf miring digunakan untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Contoh :
1. Kakak membeli majalah Bahasa dan Kesusastraan.
2. Kita harus mencari buku Kepompong karangan Abimana.
3. Ayah sedang membaca surat kabar Analisa.

#2 Untuk Penegasan
Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf bagian kata, kata, atau kelompok kata.

Contoh :
1. Huruf pertama kata pensil adalah p.
2. Gadis itu bukan menipu, tetapi ditipu.
3. Gaya bahasa dalam kalimat Hatiku terbakar karena cemburu adalah hiperbola.

#3 Untuk Kata Ilmiah atau Istilah Asing
Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing yang bekum disesuaikan ejaannya.

Contoh :
1. Indonesia pernah terluka karena politik devide et impera yang merajalela.
2. Nama ilmiah padi adalah Oriza sativa.

Penggunaan Singkatan

Singkatan adalah bentuk pendek dari suatu kata yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Berikut beberapa penggunaan singkatan.

#1 Nama dan Gelar
Penulisan singkatan untuk nama orang, nama gelar, sapaan, nama jabatan, atau pangat harus diikuti dengan tanda titik.

Contoh :
1. S.K.M = Sarjana Kesehatan Masyarakat
2. S.E. = Sarjana Ekonomi
3. M.A. = Master of Art
4. Sdr. = Saudara
5. Bpk. = Bapak

#2 Nama Lembaga
Penulisan singkatan untuk nama resmi lembaga pemrintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi , serta nama dokumern resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik.

Contoh :
1. DPR = Dewan Perwakilan Rakyat
2. MPR = Majelis Permusyawaratan rakyat
3. PBB = Perserikatan Bangsa-Bangsa
4. PT = Perseroan Terbatas
5. GBHN = Garis Besar Haluan Negara.

#3 Singakatan Umum
Penulisan singakatn umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik di bagian akhir singkatan.

Contoh :
1. dsb. = dan sebagainya
2. dll. = dan lain-lain
3. dst. = dan seterusnya

Baca juga : Pengertian, Unsur-unsur, dan Jenis-jenis Drama.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements