PENGERTIAN, UNSUR-UNSUR DRAMA DAN JENIS DRAMA

Posted by on 20 September 2016 - 8:53 AM

Drama adalah bentuk karya sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang panjang dan bebas. Drama bertujuan untuk menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan peristiwa atau kejadian serta emosi melalui lakuan dalam dialog. Sebuah karya drama biasanya merupakan potret suka duka kehidupan manusia, beserta konflik yang mewarnainya. Sebagai karya yang dipentaskan, drama termasuk salah satu bentuk karya sastra yang paling populer hingga saat ini. Hampir setiap hari kita melihat drama dalam bentuk sinetron atau film yang ditayangkan di televisi ataupun media internet. Salah satu keunggulan drama dibanding karya sastra lainnya seperti puisi dan prosa adalah adanya lakon atau penokohan yang memberikan kesan tersendiri dalam drama sehingga menjadi lebih menarik untuk ditonton. Dibandingkan puisi dan prosa, drama cenderung lebih mudah untuk dipahami. Penonton dapat menikmati sebuah pertunjukkan drama dan memahami pesan yang disampaikan tanpa harus melakukan interpretasi atau penafsiran mendalam seperti halnya puisi. Pada kesempatan ini, Bahanbelajarsekolah.blogspot.com akan membahas unsur-unsur drama dan hal-hal yang diperlukan dalam pementasan drama.

Unsur-unsur Drama

Secara garis besar, unsur-unsur drama dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Unsur intrinsik (dalam)
2. Unsur ekstrinsik (luar)

A. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur dari dalam yang membangun sebuah drama. Unsur-unsur tersebut merupakan komponen penyusun sebuah kraya drama dan menjadi syarat mutlak dalam pembuatan drama. Berikut beberapa unsur yang termasuk unsur intrinsik.

#1 Tema dan Judul
Tema dan judul merupakan unsur yang selalu ada dalam setiap karya sastra termasuk drama. Tema adalah ide atau bahasan pokok yang dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan cerita drama. Sebuah drama dibangun dan dikembangkan berdasarkan tema yang telah ditentukan.

Judul merupakan identitas dari sebuah karya drama yang menjadi tanda pengenal layaknya nama manusia. Dalam sebuah karya drama, judul memegang peran yang penting karena judul bertugas untuk menunjukkan isi cerita secara singkat sesuai dengan tema yang telah dipilih. Judul drama harus dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik minat penonton.

#2 Tokoh atau Perwatakan
Tokoh atau perwatakan adalah watak yang diciptakan dalam suatu drama. Watak atau tokoh drama tersebut akan diperankan melalui sebuah pementasan atau akting.

Berdasarkan watak atau sifatnya, tokoh dalam drama dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Protagonis : tokoh dengan watak baik, mendukung cerita
2. Antagonis : tokoh dengan watak jahat, menentang cerita
3. Tritagonis : tokoh pembantu, mendampingi protagonis atau antagonis

#3 Dialog atau Percakapan
Dialog adalah percakapan antar tokoh. Dialog merupakan salah satu daya tarik dalam sebuah drama sebab sepanjang pementasan atau pertunjukkan drama, dialog antar tokoh merupakan unsur yang paling ditonjolkan.

Beberapa kriteria penting yang harus ada dalam dialog antaralain:
1. Dialog harus menunjang gerak laku tokohnya
2. Mengungkapkan kejadian yang terjadi dalam cerita
3. Mengungkapkan fikiran-fikiran tokoh
4. Dialog di antas pentas harus lebih tajam daripada ujaran sehari-hari
5. Dialog harus simpaikan secara wajar dan alami

Baca juga : Pengeetian, Fungsi, Ragam dan Bentuk Sastra.

#4 Alur atau Plot
Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang dijalin dengan seksama sedemikian rupa sehingga dapat menggerakkan jalan cerita melalui awalan ke arah klimaks dan penyelesaian. Beberapa jenis alur yang digunakan dalam sebuah drama, antaralain:
1. Alur maju : mulai peristiwa paling awal sampai terkahir
2. Alur mundur : mulai peristiwa akhir, berbalik ke peristiwa paling awal
3. Alur campuran : perpaduan antara alur maju dan alur mundur

#5 Latar atau Setting
Latar atau setting adalah keterangan mengenai tempat, ruang, dan waktu di dalam naskah drama. Secara garis besar, latar dalam drama dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Latar tempat : penggambaran lokasi atau tempat kejadian dalam cerita drama.
2. Latar waktu : penggambaran waktu kejadian dalam cerita drama.
3. Latar suasana : penggambaran suasana atau budaya yang melatarbelakangi cerita drama.

#6 Amanat atau Pesan
Sebuah karya sastra biasanya sarat akan pesan atau amanat. Dalam drama, pesan atau amanat yang ingin disampaikan disajikan melalui alur dan percakapan antar tokohnya. Sebuah drama yang baik haruslah mengandung pesan moral bagi penonton agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang baik.

#7 Bahasa
Bahasa menjadi salah satu ciri khas dalam sebuah karya drama. Bahasa yang digunakan dalam drama memiliki kekhasan yang diangkat berdasarkan budaya masyrakat, kehidupan sehari-hari, pendidikan, kondisi sosial budaya, atau berdasarkan hal-hal yang sedang hangat dan populer di kalangan masyarakat.

B. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang datang dari luar namun masih mempengaruhi sebuah cerita yang disajikan dalam drama. Unsur-unsur ekstrinsik tidak terlibat secara langsung dalam sebuah cerita tetapi unsur ini sangat mempengaruhi perkembangan sebuah drama.

Berikut beberapa faktor yang tergolong unsur ekstrinsik dalam sebuah drama:
1. Kondisi ekonomi dan politik
3. Kondisi sosial budaya
3. Kesehatan dan psikologis pemain dan kru
4. Faktor pendidikan
5. Kebijaka pemerintah

Baca juga : Pengertian Gaya Bahasa, Jenis-jenis Majas dan Contohnya. 

Jenis-jenis Drama

Berdasarkan penyajian kisah atau lakonnya, drama dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:
1. Tragedi : menampilkan cerita kesedihan
2. Komedi : menampilkan cerita lucu
3. Tragekomedi : perpaduan antara tragedi dan komedi
4. Tablo : mengutamakan gerak dan tidak ada dialog
5. Farce : menampilkan cerita secara ringan menyerupai dagelan
6. Sendratari : menampilkan cerita dalam bentuk tarian
7. Melodrama : menampilkan cerita diiringi musik dan melodi
8. Opera : menampilkan cerita dalam bentuk nyanyian dan diiringi musik

Proses Pementasan Drama

Menampilkan sebuah karya drama dalam bentuk pertunjukan tentu tidak semudah menonton sinetron. Drama dapat dipentaskan setelah melewati beberapa tahap yang melibatkan banyak unsur. Berikut langkah-langkah dalam pementasan drama:
1. Penyusunan naskah drama
2. Pembedahan terhadap naskah drama
3. Reading : calon pemain membaca naskah untuk mengenali peran
4. Casting : pemilihan peran
5. Pendalaman terhadap peran yang akan dimainkan
6. Blocking : pengaturan teknis pentas oleh sutradara
7. Running : latihan secara lengkap
8. Gladiresik : latihan sebelum pementasan
9. Pementasan : semua sudah siap untuk ditampilkan

Di balik kesukesan pementasan drama, terdapat beberapa pelaku yang saling bekerja sama. Para pelaku dalam pementasan drama antaralain:
1. Penulis naskah : orang yang mempunyai ide naskah dan menulisnya
2. Sutradara : mengatur peran, pemain, artistik, dan biaya produksi
3. Pemain : aktor atau aktris yang memerankan tokoh dalam drama
4. Penata artistik : menyampaikan ide-ide kepada sutradara
5. Penata rias : bertanggung jawab terhadap tata rias pemain
6. Penata kostum : menyediakan kostum yang dibutuhkan dalam pementasan
7. Narator : menceritakan mengenasi isi cerita kepada penonton

Baca juga : Jenis-jenis Tanda Baca dan Fungsinya.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements