TEKNOLOGI BAYI TABUNG IN VITRO FERTILIZATION

Posted by on 28 September 2016 - 9:16 AM

Bayi tabung merupakan salah satu hasil dari bioteknologi di bidang kedokteran. Teknologi bayi tabung adalah teknik yang digunakan untuk mempertemukan sel telur dan sp3rma di dalam sebuah tabung dengan perlakuan dan kondisi khusus agar menyerupai tempat pembuahan secara alami sehingga terjadi pembuahan. Zigot yang terbentuk diinkubasi hingga menjadi beberapa sel embrio yang selanjutnya akan ditumbuhkan dalam inkubator hingga periode tertentu untuk kemudian ditanamkan ke dalam rahim. Istilah bayi tabung seringkali digunankan untuk menyatakan bayi hasil proses teknologi bayi tabung.

Meskipun teknologi bayi tabung menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat, tetapi teknologi bayi tabung dapat menjadi alternatif bagi pasangan suami istri yang mengalami kesulitan dalam memiliki keturunan karena faktor yang berakaitan dengan masalah rahim ataupun pembuahan.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa pasangan suamsi istri yang menggunakan teknologi bayi tabung. Pada kesempatan ini, bahan belajar sekolah akan membahas mengenai prinsip bayi tabung dan prosedur bayi tabung dengan teknik In vitro Fertilization.

Teknik-teknik pada Bayi Tabung

Secara garis besar, proses bayi tabung diawali dengan pengambilan sel telur dari seorang ibu yang baru saja mengalami ovulasi. Sel telur dan sel sp3rma dipertemukan di dalam tabung yang kondisinya sudah diatur sedemikian rupa menyerupai kondisi saluran telur agar terjadi pembuahan.

Hasil pembuahan akan dipelihara untuk beberapa saat di dalam tabung hingga mencapai tahap tertentu dan dipindahkan ke dalam inkubator. Selanjutnya, embrio dipindahkan atau ditransfer ke dalam rahim ibu dan akan berkembang hingga masa kelahiran.

Teknologi bayi tabung dapat dilakukan dengan beberapa metode atau teknik. Ada empat teknik yang dapat diterapkan dalam teknologi bayi tabung, yaitu:
1. Teknik In Vitro Fertilization (IVF)
2. Teknik Partial Zona Dessection (PZD)
3. Teknik Injeksi Sp3rma Intra Sitoplasma (ISIS)
4. Teknik Subzonal Sp3rm Intersection (SUZI)

Teknik In Vitro Fertilization adalah teknik bayi tabung yang mempertemukan sp3rma dan sel telur secara manual di dalam tabung uji makmal. Embrio yang dihasilkan kemudian dipindahkan dari inkubator ke rahim ibu. Proses bayi tabung dengan teknik IVF akan kita bahas lebih lanjut di bawah.

Teknik Partial Zona Dessection (PZD) adalah teknik bayi tabung yang dilakukan dengan cara membuat celah pada dinding sel telur. Celah tersebut dibuat untuk mempermudah pembuahan inti sel telur. Pada teknik ini, sp3rma akan disemprotkan ke sel telur melalui celah yang telah dibuat.

Teknik Injeksi Sp3rma Intra Sitoplasma (ISIS) adalah teknik yang dilakukan untuk mengatasi sp3rma yang mutu dan jumlahnya tidak normal. Pada teknik ini, satu sp3rma pilihan akan disuntikkan secara paksa ke dalam sitoplasma ovum.

Teknik Subzonal Sp3rm Intersection (SUZI) adalah teknik penyuntikan secara langsung sp3rma ke dalam sel telur. Hasil dari teknik pembuatan mikro manipulasi in vitro ini dianggap kurang memuaskan dibanding dengan teknik In Vitro Fertilization (IVF).

Proses Bayi Tabung Teknik In Vitro Fertilization

Proses bayi tabung yang paling umum dikembagkan dengan teknik In Vitro Fertilization (IVF). Teknik in vitro fertilization dilakukan dengan beberapa tahap mulai dari persiapan hingga pemantauan kehamilan.

#1 Persiapan
Sebelum melakukan proses bayi tabung, pasangan suami istri harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan tersebut berisi langkah penyuluhan dan serangkaian pemeriksaan seperti kondisi kandungan, hormonal, dan kondisi sp3rma. Jika ditemukan masalah atau penyakit akan dilakukan siklus pengobatan sebelum proses bayi tabung dapat dilakukan.

#2 Pematangan dan Pengambilan Sel Telur
Pada tahap pematangan sel telur, akan dilakukan penyuntikan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) untuk merangsang pematangan sel telur. Selanjtunya, pengambilan sel telur dilakukan dengan menggunakan alat berupa jarum khusus dengan bantuan ultrasonografi. Selanjutnya sel telur akan dipisahkan dari folikel yang berhasil disedot.

#3 Pengambilan Sp3rma
Salah satu yang menentukan keberhasilan teknik bayi tabung adalah cara pengambilan sp3rma. Teknik pengambilan sp3rma yang paling umum antara lain:
1. Microsurgical Sp3rm Aspiration (MESA)
2. Testicular Sp3rm Exrtraction (TESE)

Pada teknik MESA, sp3rma diambil dari epididimis dan vesicula seminalis (kantong sp3rma). Kedua tempat itu merupakan tempat pematangan dan penyimpanan sementara sp3rma. Sedangkan pada teknik TESE, sp3rma diambil langsung dari testis.

#4 Pembuahan Secara In Vitro
Sel telur yang sudah dipisahkan dimasukkan ke dalam tabung yang sudah dibubuhi medium biakan. Tabung disimpan di dalam inkubator yang suhunya sudah disesuaikan dengan rahim selanjutnya ditemukan dengan sp3rma agar terjadi pembuahan secara in vitro.

#5 Pemindahan Hasil Pembuahan
Hasil pembuahan selanjutnya dibiarkan mengalami pembelahan menghasilkan beberapa sel embrio dan kemudian dipindahkan ke dalam rahim. Embrio yang tidak ditransfer ke rahim dapat disimpan secara krioppreservasi dalam tabung berisi nitrogen cair.

#6 Pemantauan Kehamilan
Setelah embrio ditransfer ke rahim, maka akan dilakukan pemantauan untuk memastikan kehamilan. Perkembangan embrio hingga menjadi fetus akan terus dipantau sampai proses kelahiran.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements