SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA PRASEJARAH HINGGA MODERN

Posted by on 26 February 2017 - 11:28 AM

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Pada zaman itu, seni rupa dibuat dengan teknik sederhana dan dengan memanfaatkan media berupa dinding gua atau bebatuan. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, seni rupa juga terus berkembang dari masa ke masa. Setiap periode memiliki ciri khasnya masing-masing dalam pembuatan karya seni rupa dan ciri tersebut pada umumnya menggambarkan perkembangan peradaban serta teknologi pada masa itu. Mulai dari zaman prasejarah hingga zaman modern seperti saat ini, seni rupa masih menjadi salah satu cabang seni yang banyak diminati sebab banyak digunakan sebagai karya seni murni atau terapan. Pada kesempatan ini, Bahan belajar sekolah akan membahas sejarah perkembangan seni rupa di dunia.

Perkembangan seni rupa didasarkan pada sejarah peradaban manusia khususnya di daratan Eropa serta negara-negara di sekitar Mesir, Arab, India, dan Cina yang menjadi sumber perkembangan seni rupa. Sama seperti peradaban manusia yang terus meningkat, perkembangan seni rupa juga mengalami peningkatan yang signifikan dari masa ke masa.

Jika dilihat berdasarkan periodenya, maka perkembangan seni rupa dapat dikelompokkan menjadi tujuh periode sebagai berikut:
1. Seni rupa zaman Prasejarah
2. Seni rupa abad pertengahan
3. Seni rupa periode Renaisance
4. Seni rupa periode Barok dan Racoco
5. Seni rupa periode abad ke-19
6. Seni rupa periode abad ke-20
7. Seni rupa periode modern.

A. Seni Rupa Zaman Prasejarah

Seni rupa pada zaman prasejarah masih sangat sederhana dan terkesan monoton karena tidak ada warna dan umumnya ditemukan dalam bentuk artefak atau lukisan di dinding gua atau bebatuan besar. Ditemukannya lukisan di dinding-dinding gua menjadi salah satu bukti bahwa pada zaman prasejarah, manusia juga sudah mengenal seni rupa.

Dilihat berdasarkan bukti artefak yang dikumpulkan, zaman prasejarah kemudian dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu zaman palaeolithikum, zaman mesolithikum, zaman neolithikum, dan zaman megalithikum. Keempat zaman tersebut merupakan zaman batu yang perkembangan seni rupanya dapat diamati.

#1 Seni Rupa Zaman Palaeolithikum
Seni rupa peninggalan zaman Palaeolithikum diyakini sebagai peninggalan seni rupa tertua. Peninggalan seni rupa pada zaman ini berupa beberapa alat yang terbuat dari batu seperti kapak genggam, batu berwarna-warni yang disebut chalcedon, peralatan dari tulang dan tanduk rusa.

Objek lukisan pada zaman ini umumnya berupa telapak tangan, tubuh manusia dan binatang. Dalam membuat lukisan, manusia zaman ini memanfaatkan dinding-dinding gua atau bebatuan serta cipratan warna merah tanah yang dicampur dengan lemak babi.

#2 Seni Rupa Zaman Mesolithikum
Pada zaman batu tengah, peninggalannya berupa peralatan dari batu yang sudah lebih halus dibanding zaman batu tua. Peninggalan seni rupa pada zaman Mesolithikum umumnya berupa benda-benda yang terbuat dari tulang, kerang, tanduk, serta lukisan pada dinding gua dan bebatuan.

#3 Seni Rupa Zaman Neolithikum
Pada zaman Neolithikum atau zaman batu baru, manusia sudah menetap dan sudah tahu cara bercocok tanam. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya berbagai karya seni rupa dalam bentuk peralatan seperti kapak lonjong, kapak persegi, tembikar, perhiasan berupa kalung, gelang, dan cincin yang terbuat dari batu warna.

#4 Seni Rupa Megalithikum
Pada zaman batu besar atau Megalithikum, manusia sudah mulai menghasilkan karya seni rupa dalam ukuran yang lebih besar dengan memanfaatkan bebatuan besar yang ada di sekitar mereka. Karya tersebut dalam bentuk monumental seperti menhir, tugu peringatan, temat duduk batu, altar, banguna berundak, sarkofagus, pahatan batu berbentuk manusia atau binatang, dan sebagainya.

B. Seni Rupa Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan (476 SM sampai tahun 1942), seni rupa mulai bangkit ditandai dengan munculnya berbagai kara seni rupa di daratn Eropa. Pada masa itu, seni rupa umumnya berkembang di wilayah kekaisaran Romawi meliputi daerah Spanyol, Perancis, Italia, dan Bizantium.

#1 Seni Rupa Zaman Mesir Kuno
Seni rupa mesir kuno merupakan salah satu hasil kebudayaan yang sangat tua dan termasyur di dunia. Peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir Kuno yang paling terkenal antaralain piramida dan Sphink. Selain itu juga terdapat berbagai peningaaln dalam bentuk lukisan, paung, dan relief.

Salah satu ciri seni rupa Mesir Kuno adalah penyederhanaan pada bentuk objek yang digambar terlihat dari samping. Dalam penggambarannya, tokoh penting digambarkan dengan ukuran yang lebih besar. Relief-relief pada seni rupa Mesir kuno umumnya berbentuk pipih dan timbul serta terkadang diberi warna.

Beberapa hasil karya pada periode Mesir Kuno antara lain kuil saji, mastaba atau tempat penyimpanan mumi, piramida, candi untuk pemujaan dewa, patung Achnaton, patung Manemhet II, paung nefertiti, patung Raja Chefren, lukisan pada dinding gua dan peti mati.

#2 Seni Rupa Zaman Yunani
Kebudayaan Yunani Kuno merupakan salah satu asal kebudayaan Eropa yang ada saat ini. Kesenian Yunani Kuno dikenal melalui peninggalan arsitekturnya yang indah dan megah dengan bentuk anatomi yang sempurna.  Pada zaman ini sangat diperhatikan proporsi bentuk dan pembagian ruang.

Seni rupa Yunani Kuno dapat dibedakan menjadi beberapa periode, yaitu periode Geometric, Archaic, Classical, dan Hellenistic. Pada massa Geomteric, seni rupa ditandai dengan penggunaan motif abstrak geometris dan diakhiri dengan motif ketimuran.

Pada periode Archaic, banyak diproduksi patung dan bentuk-benuk berwarna hitam pada pot. Warna-warna keramik pada masa Archaic dibatasi oleh teknik pembakarannya yang hanya mendapatkan warna hitam, merah, putih, dan kuning.

Beberapa karya seni rupa peninggalan zaman Yunani Kuno antaralain kuil Parthenon, kuil Propylae Acropolis Anthena, kuil Apollo, kuil Athena, kuil Erechtum, patung Athena Promachos, patung Athena Lemnia, patung Dewa Zeus, dan Arphodite.

#3 Seni Rupa Zaman Romawi
Pada awalnya, Seni rupa zaman Romawi sangat mirip dengan seni rupa zaman Yunani. Ciri khas seni rupa Romawi mulai terlihat saat sistem pemerintahannya bersifat republik. Pada masa itu, orang Romawi sangat suka dengan karya seni potret yaitu gambaran yang sangat mirip dengan orangnya terutama orang terkenal.

Pada zaman Romawi, penggambaran orang lebih banyak melihat ke atas dan jarang menaruh perhatian pada bagian badan karena bagian tersebut dianggap kurang penting. Gambaran orang melihat ke atas merupakan perlambangan melihat surga atau dewa.

Ada beberapa gagasan baru yang masuk dalam seni budaya Romawi, yaitu penambahan adegan berdarah dalam ungkapan kesenian akibat perang dengan Jerman, penggunaan teknik drill dalam pembuatan patung, dan penggunaan tema kesenian yang digunakan kebanyakan menggambarkan tentang roh karena banyak mendapat pengaruh dari agama Kristen.

Beberapa karya seni rupa peninggalan zaman Romawi antaralain istana, theater untuk pertunjukan, ampitheater atau colosseum, bangunan sirkus untuk pacuan kuda, trimpual arch untuk penghormatan pahlawan Romawi, basilika untuk tempat pengadilan, dan aquaduct untuk sarana pengairan.

C. Seni Rupa Periode Renaisance

Sebelum memasuki periode Renaisance, nilai-nilai kebudayaan klasik terutama kebudayaan Romawi yang pernah jaya hancur oleh bangsa Jerman dari suku Goths dan Vandal yang terkenal besifar barbar dan vandalisme, yaitu suatu tindakan yang suka merusak sesuatu yang bernilai baik.

Periode Renaisance merupakan salah satu periode perkembangan seni rupa yang sangat terkenal. Pada zaman ini, terjadi perubahan besar-besaran dalam berbagai bidang keilmuwan termasuk seni rupa. Penggunaan istilah Renaisance bermula di Italia pada abad XIV yang berarti kelahiran kembali.

Sesuai dengan istilah tersebut, pada periode Renaisance seolah menjadi titik awal kembalinya kayar-karya seni rupa yang digemari oleh masyarakat. Pada periode ini, masyarakat kembali mengagumi karya seni para seniman dan karya itu dianggap memiliki kualitas yang sama dengan karya seni rupa zaman Yunani dan Romawi.

Beberapa seniman yang terkenal pada periode Renaisance antara lain Michelangelo, Leonardo da Vinci, Raphael, Jan Van Eyck, Rembrant, dan Albert Durer. Dari sekian nama tersebut, Michelangelo dan Leonardo da Vinci termasuk dua seniman yang berpengaruh pada zaman itu.

Michelangelo terkenal dengan kepiawaiannya dalam membuat patung dan lukisan. Salah satu patung karya Michelangelo yang sangat terkenal adalah patung Pieta. Ia juga memiliki karya lukisan yang sangat terkenal pada masa itu, yaitu lukisan yang menghias langit gereja Sistine Chapel.

Leonardo da Vinci merupakan seniman yang menajdi serminan manusai zaman Reinasance. Dalam menghasilkan karya seni rupa, Leonardo menerpakan prinsip chiaroscuro yaitu keseimbangan antara gelap dan terang dan teknik sfumato (memperlembut bagian tepi bentuk). Salah sati karya Leonardo yang sangat terkenal adalah lukisan Mona Lisa.

D. Seni Rupa Periode Barok dan Racoco

Mulai pertengah abad ke-16, seni rupa di Eropa berkembang menjadi lebih realistik dan naturalistik. Pada masa itu dikenal dua istilah terkait seni rupa yaitu Barok dan Racoco. Pada zaman inilah para seniman mulai meninggalkan formalisme dalam lukisan.

#1 Seni Rupa Periode Barok
Seni rupa yang bergaya realistik dan naturalistik serta langsung menyentuh pengamatnya disebut sebagai gaya Barok. Istilah Barok berasal dari kata Baroque, sebuah kata dari bahasa Romawi yang artinya menyimpang atau tidak beraturan.

Gaya ini dipelopori oleh seniman Michelangelo dan Palladio. Beberapa tokoh lain yang menjadi pengikut gaya ini antaralain Caravaggio, Diego Velazquez, Gianlorenzo Bernini, Peter Paul Rubens, Rembrant, dan sebagainya.

Salah satu ciri khas periode Barok adalah kebebasan para seniman dalam mengerkspresikan diri melalui karya-karya mereka sehingga karya tersebut umumnya lebih hidup. Pada masa ini banya dibangun istana-istana, gereja, serta bangunan-bangunan besar yang indah.

Beberapa karya yang terkenal pada zaman Barok ini antaralain patung The Ecstacy os St Teres, lukisan The Assumption of the Virgin, teknik Chiaroscuro dan sfumato, patung, istana, gereja megah, dan berbagai bangunan besar yang megah dan indah.

#2 Seni Rupa Periode Racoco
Lambat laun, gaya Barok juga mulai ditinggalkan dan berganti dengan periode Racoco. Pada periode ini, para seniman tidak lagi mengikuti fomalitas dalam melukis. Mereka mencoba untuk tidak mengikuti aturan-aturan baku dalam pembuatan komposisi sehingga cenderung bebas dalam berekspresi. Salah satu seniman periode Racoco yang terkenal adalah Jean Antoine Watteau.

Salah satu ciri khas dari karya seni rupa pada periode ini adalah nuansa bahagian dan ceria yang berkaitan dengan kehidupan manusia, wanita cantik di alam, serta komposisi dinamis dari objek yang dilukis. Pada zaman ini, para seniman juga cenderung menggunakan hiasan yang berlebihan pada karyanya.

E. Seni Rupa Periode Abab ke-19

Perkembangan seni rupa pada zaman Barok dan Racoco ternyata mengundang berbagai reaksi dari berbagai kalangan termasuk para seniman. Sebaga reaksi dari perkembangan itu, muncullah beberapa pandangan baru terkait estetika. Pada abad ke-19, muncullah gaya baru yaitu Neoklasikisme dan Romantisme.

#1 Seni Rupa Bergaya Neoklasikisme
Pada masa neoklasikisme, para seniman berupaya menggali ide-ide mengenai estetika yang berkembang pada zaman klasik Yunani dan Romawi. Pada masa ini banya dihasilkan lukisan yang obejknya adalah patung-patung Yunai dan Romawi.

#2 Seni Rupa Bergaya Romantisme
Sama seperti neoklasikisme, aliran romantisme juga lahir sebagai reaksi dari perkembangan seni rupa sebelumnya. Dalam hal estetika, aliran romantsime lebih lebih menonjolkan perasaan pribadi saat melihat suatu suasana atau kejadian atau potensi bahan yang digunakan dalam menghasilka karya seni.

F. Seni Rupa Periode Abad ke-20

Perubahan sosial dan budaya yang terjadi akibat dampak revolusi Industri dan penemuan berbagai karya teknologi membuat para seniman merasakan kegelesihan yang luar biasa. Untuk mengimbangi perubahan tersebut, para seniman kemudian meninggalkan gaya periode abad ke-19 dan melakukan berbagai eksperimen dalam menghasilkan karya sehingga muncullah berbagai gaya baru dalam menghasilkan karya seni rupa.

Sejarah perkembangan seni rupa

Pada periode ini banyak bermunculan aliran atau gaya dalam menghasilakn seni rupa khusunya seni lukis. Gaya-gaya tersebut bermunculan dengan dengan menggunakan unsur-unsur estetik universal berupa geometris, warna primer, dan peluang dalam membuat asbtraksi dari objek yang tampak.

Beberapa aliran yang berembang pada zaman ini antaralain:
1). Realisme : pengungkapan kondisi yang nyata sesuai dengan objek yang dilihat.
2). Expresionisme : menampilkan bentuk psikologis atau eskpresi dari senimannya.
3). Impresionisme : penggunaan kesan cahaya dalam waktu dan kondisi yang berlainan.
4). Post-impresionisme : keseimbangan, intensitas warna, kesan kedalam ruang.
5). Kubisme : mengembalikan bentuk ke bentuk asli yaitu geometris.
6). Abstrak : pengunaan konsep abstrak bebas dari aturan yang bersifat akademis.
7). Surealisme : penggunaan alam bawah sadar dalam melahirkan image yang unik.
8). Fauvisme : penggunaan unsur sebagai ekspresi dari esensi tentang sesuatu.

G. Seni Rupa Periode Modern

Pada periode modern berkembang seni rupa kontemporer. Karya seni rupa kontemporer umumnya dibuat dengan perpaduan atau penglompokkan gaya seni rupa yang satu periode. Bebrapa aliran atau gaya yang berkembang pada periode modern ini antaralain pop art, optic art, dan posmodernisme.

#1 Seni Rupa Pop Art
Pop art merupakan suatu aliran seni rupa kontemporer yang berkembang antara 1956 dan 1966 di London Inggris. Para seniman yang menganut aliran pop art umumnya menghasilkan karya berdasarkan objek yang sedang populer di masyarakat perkotan khusunya yang berbau komesial.

#2 Seni Rupa Optic Art
Seni rupa optic art merupakan salah satu aliran karya seni rupa yang paling menonjol pada periode modern. Karya seni rupa optic art memerlukan pemikiran rasional dalam berkarya namun tetap mempertahankan unsur ekspresi sehingga karya yang dihasilan tetap ekspresif.

#3 Seni Rupa Posmodernisme
Dalam menghasilkan karya seni rupa, para penganut aliran posmo menekankan pada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa) dan tidak lagi berpusat pada ekspresi pribadi atau pengallian gaya-gaya baru seperti yang terjadi di periode modern.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements