CARA MENENTUKAN SIFAT BAYANGAN PADA CERMIN CEMBUNG

Posted by on 06 January 2018 - 8:47 AM

Edutafsi.com - Sifat Bayangan yang Dihasilkan Cermin Cembung. Bagaimana sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung? Pada pembahasan sebelumnya, edutafsi telah memaparkan bagaimana cara melukis pembentukan bayangan pada cermin cembung menggunakan sinar-sinar istimewa. Pada proses tersebut sebenarnya dapat pula diketahui sifat bayangan yang dihasilkan. Tapi pada kesempatan ini, edutafsi akan membahas secara ringkas beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung. Pada dasarnya, cermin cembung memiliki karakter yang khas, yaitu bayangan yang dihasilkannya selalu memiliki sifat yang sama. Itu artinya, cara terbaik dan tercepat untuk menentukan sifat bayangan pada cermin cembung adalah dengan cara menghapalnya. Selain menghapal, berikut tiga cara yang umum digunakan untuk menentukan sifat bayangan pada cermin cembung.

A. Menentukan Sifat Bayangan dengan Metode Penomoran

Untuk menghemat waktu, beberapa murid menggunakan cara cepat untuk menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin. Salah satu cara cepat yang sering diajarkan adalah menggunakan metode penomoran. Sesuai dengan namanya, cara cepat ini dilakukan dengan membagi bagian cermin menjadi beberapa ruang dan diberi nomor sesuai ketentuan. Nomor inilah yang nanti akan digunakan untuk menentukan sifat bayangan.

Sebenarnya, metode penomoran ini tidak terlalu bagus karena penomoran dilakukan berdasarkan selang atau interval tertentu sehingga ada beberapa titik yang tidak disertakan. Meski begitu, metode penomoran ini cukup membantu untuk menentukan sifat bayangan dengan cepat terutama untuk bayangan pada cermin cekung.

Seperti yang telah dijelaskan pada beberapa bahan belajar sebelumnya, sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung bervarisi tergantung pada posisi bendanya sehingga metode penomoran sangat cocok diterapkan. Akan tetapi, bagaimana dengan cermin cembung? Bagaimana cara menerapkan metode penomoran pada cermin cembung.

Cara cepat menentukan sifat bayangan pada cermin cembung

Sebenarnya prinsipnya sama saja dengan metode penomoran pada cermin cekung, hanya saja perlu diperhatikan letak ruang pada cermin cembung tidak sama dengan cermin cekung. Pada cermin cekung, ruang I, II, dan III berada di depan cermin, tapi pada cermin cembung, ruang I, II, dan III berada di belakang cermin.
R bayangan = 5 - R benda

Keterangan rumus :
1). Nomor ruang bayangan sama dengan 5 dikurang nomor ruang benda
2). Jika R bayangan < R benda maka bayangan diperkecil
3). Jika R bayangan > R benda maka bayangan diperbesar.

Karena ruang I, II, dan III berada di belakang cermin cembung, maka ruang IV yang berfungsi sebagai ruang benda berada di depan cermin. Itu artinya, satu-satunya ruang untuk benda adalah ruang IV. Karena benda berada di ruang IV, maka bayangan akan selalu terbentuk di ruang I.

Hal itu sesuai dengan rumus berikut :
⇒ Ruang bayangan = 5 - Ruang benda
⇒ Ruang bayangan = 5 - 4
⇒ Ruang bayangan = 1

Berdasarkan rumus di atas, maka bayangan yang terbentuk selalu berada di ruang I. Karena ruang I berada di belakang cermin, maka bayangan yang terbentuk bersifat maya. Pada cermin, bayangan maya umumnya tegak. Dan karena R bayangan < R benda, maka bayangan diperkecil. Jadi, bayangan yang terbentuk pada cermin cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil.

B. Menentukan Sifat Bayangan dengan Rumus

Cara kedua yang edutafsi rekomendasikan adalah dengan menggunakan rumus umum cermin lengkung. Rumus umum menyatakan hubungan antara jarak fokus, jarak benda, dan jarak bayangan. Secara matematis, hubungan tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
1/f = 1/s + 1/s'

Keterangan :
f = jarak fokus cermin (cm)
s = jarak benda dari cermin (cm)
s' = jarak bayangan dari cermin (cm).

Sebenarnya, yang akan dijadikan patokan untuk menentukan sifat bayangan yang terbentuk adalah nilai dari jarak bayangan (s'). Namun, biasanya dalam soal jarak bayangan belum diketahui sehingga harus ditentukan terlebih dahulu dengan rumus.

Berikut hubungan nilai s' dengan sifat bayangan :
1). Jika s' positif → bayangan di depan cermin, nyata dan terbalik
2). Jika s' negatif → bayangan di belakang cermin, maya, dan tegak
3). Jika |s'| < |s| → bayangan diperkecil
4). Jika |s'| = |s| → bayangan sama besar dengan benda
5). Jika |s'| > |s| → bayangan diperbesar.

Nah, karena jarak fokus cermin cembung (f) selalu berharga negatif dan jarak benda (s) positif, maka jarak bayangan (s') selalu bernilai negatif dan lebih kecil dari s. Karena s' negatif, maka bayangan yang dihasilkan maya dan tegak. Karena |s'| < |s|, maka bayangannya diperkecil. Dengan demikian, bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil.

C. Sifat Bayangan Berdasarkan Pembentukan Bayangan

Cara terakhir yang sebenarnya merupakan cara paling umum digunakan untuk menentukan sifat bayangan adalah dengan cara melukis pembentukan bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung. Caranya adalah dengan menggunakan sinar-sinar istimewa. Namun cara ini cenderung memakan waktu sehingga kurang efektif untuk menjawab soal yang mengejar waktu.

Pada artikel sebelumnya, edutafsi telah memaparkan secara rinci mengenai cara melukis pembentukan bayangan pada cermin cembung dilengkapi dengan contoh. Karena sifat bayangan pada cermin cembung tidak dipengaruhi oleh posisi benda, maka pada kesempatan ini hanya akan dibahas secara ringkas.

Secara sederhana, berikut langkah menentukan sifat bayangan pada cermin cembung dengan cara melukis pembentukan bayangan :
1). Digambar cermin cembung dan bagiannya (sumbu utama, titik fokus, dan pusat lengkung)
2). Digambarkan benda di depan cermin sesuai jarak yang ditentukan
3). Dilukiskan sinar istimewa pertama melalui ujung benda
4). Dilukiskan sinar istimewa kedua melalui ujung benda
5). Digambar bayangan yang terbentuk pada perpotongan sinar pantul
6). Ditentukan sifat bayangan berdasarkan gambar yang dihasilkan.

Pada langkah (3) dan (4) digunakan dua sinar istimewa dari tiga sinar istimea yang ada. Secara umum, dua sinar yang digunakan biasanya adalah sinar (1) dan sinar (3). Akan tetapi, anda juga dapat mencobanya dengan menggunakan sinar (2) karena hasil yang diperoleh juga akan sama, yaitu dihasilkan bayangan dengan sifat maya, tegak, dan diperkecil.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara menentukan sifat bayangan pada cermin cembung. Jika pembahasan ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements