PENGARUH POSISI BENDA TERHADAP SIFAT BAYANGAN LENSA CEMBUNG

Posted by on 24 January 2018 - 11:06 AM

Edutafsi.com - Bagaimana pengaruh posisi benda terhadap karakter bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung? Pada bahan belajar sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cara menentukan sifat bayangan pada lensa cembung. Sifat bayangan yang dihasilkan lensa cembung ternyata bervariasi dan tergantung pada posisi benda. Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan poin-poin apa saja yang perlu dilihat untuk menentuan sifat bayangan. Poin tersebut meliputi letak, jenis, orientasi, dan ukuran bayangan yang dihasilkan. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi sifat bayangan pada lensa cembung adalah posisi benda. Posisi benda menunjukkan jarak benda di depan lensa. Pada kesempatan ini, edutafsi akan membahas efek posisi benda terhadap karakter bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung.

#1 Benda di Antara Titik Fokus dan Pusat Kelengkungan

Posisi pertama yang dibahas adalah benda diletakkan di depan lensa cembung di antara titik fokus kedua (F2) dan pusat kelengkungan (M2). Dalam metode penomoran ruang lensa cembung, posisi tersebut disebut juga sebagai ruang II. Untuk posisi tersebut, maka jarak benda adalah lebih besar dari jarak fokus tapi lebih kecil dari pusat kelengkungan (f  < s < 2f).

Jika sebuah benda diletakkan di depan lensa cembung di antara fokus kedua dan pusat kelengkungan, maka bayangan akan dihasilkan oleh perpotongan langsung sinar-sinar bias (perhatikan gambar di bawah). Bayangan yang dihasilkan oleh perpotongan langsung sinar-sinar bias seperti itu disebut sebagai bayangan nyata.

Dari gambar pembentukan bayangan di bawah, dapat kita lihat beberapa poin, yaitu:
1). Letak bayangan : di belakang lensa (di sisi berlawanan dengan benda)
2). Jenis bayangan : nyata
3). Orientasi bayanga : terbalik
4). Ukuran bayangan : lebih besar dari benda.

Sifat bayangan jika benda diletakkan di antara F dan M

Sesuai dengan empat poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung, jika benda diletakkan di antara F dan M adalah : nyata, terbalik, dan diperbesar.

#2 Sifat Bayangan Jika Benda Tepat di Pusat Kelengkungan

Posisi selanjutnya adalah tepat di pusat kelengkungan. Jika benda diletakkan di depan lensa cembung tepat di titik pusat kelengkungan keduanya (M2), maka akan dihasilkan bayangan oleh perpotongan langsung sinar-sinar bias seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Sifat bayangan jika benda diletakkan tepat di pusat kelengkungan

Dari gambar pembentukan bayangan di atas, dapat kita lihat beberapa poin, yaitu:
1). Letak bayangan : di belakang lensa (di sisi berlawanan dengan benda)
2). Jenis bayangan : nyata
3). Orientasi bayanga : terbalik
4). Ukuran bayangan : sama besar dengan benda.

Dengan demikian, jika benda diletakkan di depan lensa cembung tepat di titik pusat kelengkungannya, maka akan dihasilkan bayangan yang nyata, terbalik, dan sama besar dengan benda.

#3 Benda di Luar Pusat Kelengkungan

Posisi berikutnya adalah benda diletakkan di antara pusat kelengkungan dan titik tak hingga di depan lensa cembung. Dalam metode penomoran ruang, posisi tersebut disebut juga ruang III dengan jarak benda lebih besar daripada jari kelengkungan (s > R atau s > 2f).

Sifat bayangan jika benda diletakkan di luar kelengkungan

Dari gambar pembentukan bayangan di atas, dapat kita lihat beberapa poin, yaitu:
1). Letak bayangan : di belaang lensa (di sisi berlawanan dengan benda)
2). Jenis bayangan : nyata
3). Orientasi bayanga : terbalik
4). Ukuran bayangan : lebih kecil daripada benda.

Dengan demikian, jika benda diletakkan di depan lensa cembung pada jarak yang lebih besar daripada jari kelengkungannya, makaakan dihasilkan bayangan yang sifatnya nyata, terbalik, dan diperkecil.

#4 Benda di Antara Fokus dan Pusat Optik

Posisi selanjutnya adalah benda diletakkan di depan lensa cembung di antara pusat optik (O) dan titik fokus kedua(F2). Dalam metode penomoran ruang pada lensa cembung, posisi ini disebut juga sebagai ruang I. Jika benda diletakkan di antara O dan F, maka jarak benda kurang dari jarak fokus (s < f).

Jika sebuah benda diletakkan di depan lensa cembung dengan jarak lebih kecil daripada jarak fokus lensa, maka bayangan akan dihasilkan oleh perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias (digambar menggunakan garis putus-putus). Bayangan yang dihasilkan oleh perpotongan perpanjangan sinar bias seperti di atas disebut sebagai bayangan maya.

Dari gambar pembentukan bayangan di bawah ini, dapat kita lihat beberapa poin, yaitu:
1). Letak bayangan : di depan lensa (di sisi yang sama dengan benda)
2). Jenis bayangan : maya
3). Orientasi bayanga : tegak
4). Ukuran bayangan : lebih besar dari benda.

Sifat bayangan jika benda diletakkan di antara F dan O lensa cembung

Sesuaidengan empat poin di atas, maka dapat disimpulkan, sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung, jika benda diletakkan di antara O dan F adalah : maya, tegak, dan diperbesar.

#5 Sifat Bayangan Jika Benda Tepat di Fokus

Posisi selanjutnya adalah benda diletakkan di depan lensa cembung tepat di titik fokus kedua (F2)lensa atau pada jarak s = f. Jika benda diletakkan tepat di titik fokus kedua lensa cembung, maka perpanjangan sinar-sinar bias tidak terlihat berpotongan sehingga bayangan benda tidak teridentifikasi dan tidak dapat dilukiskan.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pengaruh posisi benda terhadap sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cembung. Jika bahan belajar ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements