APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA KAPAL TENGGELAM?

Posted by on 10 January 2019 - 11:35 AM

Edutafsi.com - Cara Menyelamatkan Diri Saat Kapal Tenggelam. Hai Sobat Tafsi, tahun 2018 lalu, Indonesia banyak mengalami bencana yang berhubungan dengan air. Salah satunya yang masih segar di ingatan kita adalah musibah tenggelamnya kapal penumpang di danau Toba. Bencana tersebut terjadi di hari lebaran Idul Fitri sehingga penumpang kapal sedang ramai.

Menurut keterangan saksi, salah satu kesalahan yang dilakukan dalam peristiwa pilu tersebut adalah jumlah penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya.

Tim penyidik melaporkan bahwa ada unsur kecerobohan dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan besar.

Meski begitu, kelalaian itu tidak sepenuhnya dilakukan oleh pihak kapal. Bagaimanapun ada campur tangan dari penumpang yang turut menjadi korban.

Sebelum kapal tersebut berangkat, sebenarnya beberapa penumpang telah dihimbau untuk menunggu kapal ferry yang akan berangkat setelah kapal tersebut.

Akan tetapi, karena alasan waktu dan sebagainya, sebagian penumpang mendesak untuk ikut sehingga jumlah muatan menjadi melebihi batas normalnya.

Tak lama setelah meninggalkan pelabuhan, terjadi badai di danau Toba. Dalam hitungan menit, kapal tersebut oleng dan akhirnya tenggelam.

Menurut keterangan saksi yang berada di sebuah restoran tepi danau, badai yang terjadi seolah-olah mendekati kapal dan membuat kapal tenggelam.

Salah satu spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa banyaknya jumlah kendaran bermotor di atas kapal membuat kapal oleng dan tak terselamatkan.

Penumpang yang panik hanya dapat berteriak. Upaya penyelamatan sulit dilakukan sebab kapal tersebut tidak dilengkapi dengan alat pelampung.

Berkaca dari peristiwa tersebut, maka berbagai pihak menuntut agar pemerintah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kualitas pelayaran di Indonesia.

Pemerintah juga diminta untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

Nah, pada kesempatan ini, edutafsi akan membahas beberapa hal yang perlu Sobat Tafsi lakukan jika kapal yang kalian naiki tiba-tiba tenggelam.

Tapi sebelum membahas hal tersebut, kita akan melihat terlebih dahulu beberapa peristiwa kapal tenggelam yang pernah terjadi di tahun 2018.

Kecelakaan Kapal Tenggelam di 2018

Seperti yang telah edutafsi singgung di atas, pada tahun 2018 banyak kejadian atau musibah yang melibatkan air seolah-olah air sedang mengamuk.

Lebih dari sepuluh kecelakaan kapal dan perahu dilaporkan sepanjang tahun 2018 dan beberapa mengalami tragedi tenggelam.

Dari beberapa peristiwa tersebut, berikut lima tragedi tenggelamnya kapal di tahun 2018 yang menelan korban jiwa tak sedikit.

#1 Kapal Cepat Awet Muda, Banyuasin 

Pada tanggal 3 januari 2018, kapal cepat (speedboat) Awet Muda karam di perairan Tanjung Seri Bagan, Banyu Asin, Sumatera Selatan.

Kapal yang mengangkut 55 penumpang tersebut tenggelam setelah diterjang ombak besar. Kapal bertolak dari Primer II Karang Agung menuju Palembang.

Menurut keterangan saksi, awalnya kapal tidak mengalami kendala apapun. Namun tiba-tiba mesin speedboat mati karena ada as mesin yang patah.

Sebelum bantuan datang, speedboat dipaksa melaju oleh nahkoda dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dan saat diterjang ombak, kapal pun terbalik.

Tiga belas orang dilaporkan meninggal dalam kejadian nahas tersebut. Sementara penumpang lainnya berhasil selamat karena ada kapal getek yang menolong.

#2 Tragedi KM Arista, Selat Makassar

Pada hari rabu tanggal 13 Juni 2018, sebuah kapal KM Arista tenggelam di perairan Selat Makasar, Sulawesi Selatan. Kapal ini membawa puluhan penumpang.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Barrang Lompo. Berdasarkan laporan, kapal tersebut sebenarnya adalah kapal pengangkut ikan.

Setelah berlayar sejauh 5 mill dari pelabuhan Paotere, kapal dihantam angin dan ombak besar sehingga kapal tersebut terbalik dan tenggelam.

Menurut laporan Tim penyelamat, dari 51 penumpang 13 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 38 penumpang lainnya dinyatakan selamat.

Atas insiden tersebut, Daeng Killa ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi karena tidak memiliki surat izin. Daeng Killa juga berperan sebagai nahkoda.

#3 Tragedi KM Sinar Bangun, Danau Toba

Pada tanggal 18 Juni 2018, kapal KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. Saat itu kapal bergerak menuju pelabuhan Tigaras dari pelabuhan Simanindo.

Pada awalnya tidak ada data valid mengenai jumlah korban namun setelah ditelusuri, ternyata jumlah korban melebihi daya tampung kapal seharusnya.

Yang mengejutkan, daya tampung kapal KM Sinar Bangun hanya 40 orang tetapi pada saat kejadian kapal ini membawa 211 penumpang belum lagi kendaraan.

Setelah dilakukan pencarian dan proses evakuasi dihentikan setidaknya ada 164 korban yang tidak ditemukan dan diduga terjebak di dalam kapal.

Proses evaukasi dihentikan tidak hanya karena medannya yang sulit dan keterbatasan alat, tetapi juga karena pertimbangan lainnya terkait kondisi korban.

Monumen bertuliskan nama-nama korban yang belum ditemukan pun dibangun atas sumbangan Bupati Simalungun, JR Saragih untuk memudahkan keluarga berziarah.

Tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun merupakan tragedi kapal terbesar yang menelan banyak korban jiwa di tahun 2018 ini.

#4 Tragedi KM Lestari Maju, Kepulauan Selayar

Pada tanggal 3 Juli 2018 kapal KM Lestari Maju yang mengangkut sekitar 164 orang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukamba menuju Pelabuhan Pamatata Kabupaten Delayar. Kapal diduga mengalami kerusakan mesin.

Menurut hasil penelusuran, kapal membawa jumlah penumpang yang melebihi manifes resmi. Setidaknya 36 orang dikabarkan meninggal dunia pada kejadian nahas tersebut.

Atas kejadian tersebut, Sang Nahkoda, Agus Susanto ditetapkan sebagai tersangka karena kelalaian. Pemilik KM Lestari Maju juga ditetakan sebagai tersangka.

#5 Musibah KM Orange, Cikeruh Wetan

Pada tanggal 19 Juli 2018, kembali terjadi kecelakaan kapal. Kapal KM Orange dilaporkan tenggelam di perairan Cikeruh Wetan 2, Kabupaten Pandeglang.

Kapal yang berangkat dari Dermaga Pulau Tinjil menuju Dermaga Binuangeun tersebut diterjang ombak besar sehingga air laut masuk ke mesin kapal.

Menurut laporan, kapal tersebut mengangkut 24 penumpang saat kejadian. Di antara penumpang terdapat rombongan peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara tim peneliti IPB yang turu menjadi korban dinyatakan selamat.

Daftar di atas dibuat bukan untuk mengorek kembali luka yang sudah mulai kering, tapi agar Sobat Tafsi lebih waspada saat berpergian menggunakan kapal.

Baca juga : Kenali Tanda-tanda Akan Datangnya Tsunami.

Upaya Penyelamatan Saat Kapal Tenggelam

Karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja, maka kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam melakukan berbagai aktivitas terutama saat berpergian.

Tenggelamnya kapal merupakan salah satu bentuk kecelakaan yang mungkin akan dihadapi jika berpergian menggunakan kapal.

Mengingat jumlah kecelakaan kapal (tenggelamnya kapal) di Indonesia terbilang cukup banyak, maka penumpang perlu mempersiapkan diri mengantisipasinya.

Berikut edutafsi rangkum beberapa hal yang perlu dilakukan jika kapal yang dinaiki akan tenggelam. Tidak termasuk prosedur penyelamatan tim evakuasi.

#1 Mengantisipasi Kecelakaan

Dalam aktivitas apapun, sebenarnya kita harus mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi selama melakukan aktivitas tersebut.

Jika Sobat Tafsi berencana bepergian menaiki kapal, maka carilah informasi sebanyak mungkin mengenai cara yang aman untuk mengantisipasi kecelakaan.

Salah satu langkah antisipasi yang perlu Sobat Tafsi perhatikan adalah memastikan bahwa kapal yang akan kalian naiki tidak membawa muatan melebihi kapasitas.

Jika kalian melihat kapal penuh sebaiknya menunggu kapal lain yang akan berangkat. Pastikan juga awak kapal dalam kondisi yang baik.

Antisipasi berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah memilih tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar atau jendela agar kalian dapat bergerak lebih cepat.

Idealnya kapal dilengkapi dengan baju pelampung, maka sebagai antisipasi duduklah di dekat lokasi pelampung jika perlu pakai pelampung terlebih dahulu.

Sebagai antisipasi tambahan, Kalain perlu membawa peluit atau sejenisnya yang dapat digunakan untuk memberikan sinyal darurat dan mengabarkan lokasi kalian.

#2 Bersikap Tenang dan Berfikir Jernih

Ketika kapal akan tenggelam, umumnya penumpang akan menjadi panik dan ketakutan. Sebagian lagi mungkin akan menangis.

Jika Sobat Tafsi berada di atas kapal yang akan tenggelam, maka hal penting yang harus kalian lakukan adalah tetap tenang dan berfikir jernih.

Sekalipun kalian tidak dapat berenang, usahakanlah untuk tetap tenang agar dapat berfikir jernih dan mengambil tindakan yang tepat untuk dilakukan.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan, perhatikan sekeliling Anda dan lihat langkah apa yang paling tepat untuk dilakukan.

Perhatikan intruksi dari awak kapal mengenai apa yang harus dilakukan. Jika tidak ada, maka cobalah untuk memikirkan upaya penyelamatan yang umum.

Hindari hasrat untuk mengabadikan momen tersebut karena hal itu mungkin membuat kalian tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri.

#3 Segera Gunakan Pelampung

Langkah awal yang paling umum dilakukan ketika kapal akan tenggelam adalah menggunakan baju pelampung. Biasanya awak kapal akan bergerak cepat membagikannya.

Selain baju pelampung, beberapa kapal biasanya dilengkapi dengan pelampung berupa sekoci yang digunakan untuk kondisi darurat.

Perhatikan instruksi dari awak kapal mengenai upaya penyelamatan jika penumpang memang perlu dievakuasi menggunakan sekoci.

Jika karena alasan tertentu, Kalian tidak dapat menemukan pelampung, cobalah menemukan benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai pelampung.

Pastikan Kalian menggunakan pelampung dengan benar agar Kalian dapat mengapung jika harus terjun ke air karena alasan tertentu.

#4 Segera Lompat Dari Kapal

Adakalanya adalam situasi darurat, Kalian harus lompat meninggalkan kapal karena kapal akan segera tenggelam.

Jika Sobat Tafsi harus lompat ke dalam air, pastikan kalian tetap menggunakan sepatu dan perhatikan arah lompatan Kalian.

Usahakan tidak melompat di atas tubuh orang lain atau lompat ke benda-benda di sana yang justru dapat membuat kalian cedera.

Saat melompat gunakan salah satu tangan Kalian untuk menutup hidung dan masuklah ke air dengan bagian kaki terlebih dahulu.

Hal lain yang perlu dilakukan ketika melompat adalah usahakan agar Kalian melompat cukup jauh dari kapal. Lompatlah sejauh mungkin.

#5 Segera Menjauh dari Kapal

Jika kapal yang Sobat Tafsi naiki berukuran besar, maka segeralah menjauhi kapal begitu Kalian melompat. Ini penting untuk keselamatan kalian.

Kapal yang berukuran besar umumnya akan menimbulkan efek menghisap yang dapat membuat benda-benda di sekitarnya termasuk manusia terhisap.

Itu sebabnya ketika evakuasi dilakukan menggunakan kapal besar, ada batas jarak tertentu agar tim evakuasi dapat menyelamatkan korban yang mengapung.

Menyelamatkan diri saat kapal tenggelam

Jika tidak bisa berenang, cobalah usahakan bergerak dengan memanfaatkan gerakan tangan. Tarik air ke belakang agar tubuh kalian terdorong ke depan.

#6 Tetap Terapung

Jika Kalian berada di perairan yang jauh dari daratan, menjaga tubuh kalian tetap terapung adalah hal yang lebih baik daripada mencoba berenang.

Berenang dengan tujuan menemukan pertolongan atau mencari daratan bisa jadi adalah ide buruk karena Kalian mungkin akan kehabisan tenaga.

Jika Sobat Tafsi sudah aman dalam posisi terapung, maka cobalah untuk tetap terapung. Bergabunglah dengan korban lain di sekita Kalian.

Dalam kondisi tertentu, Kalian mungkin membutuhkan alat bantu lain untuk terapung. Manfaatkan segala benda yang kalian temukan untuk terapung.

Untuk menghindari hipotermia dan menjaga suhu tubuh, coba rapatkan lutut kalian ke dada. Merapatlah dengan orang lain agar tubuh tetap hangat.

Selama proses tersebut, usahakan agar tidak terpisah dari rombongan dan berdoalah agar bantuan segera datang.

Baca juga : Cara Menyelamatkan diri Saat Gempa.

Demikian informasi mengenai hal-hal yang perlu dilakukan jika kapal yang dinaiki tenggelam yang dapat edutafsi bagikan. Semoga bermanfaat.

Buat Sobat Tafsi yang punya pengalaman kapal tenggelam, share pengelaman kalian ya di komentar. Barangkali bermanfaat buat pembaca yang lain.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment