RANGKUMAN MATERI FISIKA KELAS X SMA SEMESTER GENAP

Posted by on 17 February 2018 - 10:05 AM

Edutafsi.com - Ringkasan teori dan konsep fisika untuk kelas sepuluh semester genap. Di semester genap kelas sepuluh akan dipelajari beberapa materi yang secara umum dasar-dasarnya telah diajarkan di tingkat menengah pertama. Pada rangkuman ini, materi akan dibagi menjadi empat bab, yaitu optika geomteris, suhu dan kalor, listrik dinamis, dan gelombang elektromagnetik. Pembahasan materi pada rangkuman ini hanyalah pembahasan secara garis besar meliputi beberapa subtopik yang paling sering dibahas atau merupakan materi pilihan. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, anda dapat memilih topik yang ingin dipelajari pada menu topik yang tersedia.

Bab 5 Optika Geometris

Pada bab ini, materi dibagi menjadi beberapa subtopik, yaitu pemantulan cahaya, cermin lengkung, pembiasan cahaya, lensa, dan peralatan optik. Pada pemantulan cahaya akan dibahas beberapa materi meliputi hukum pemantulan, pemantulan cahaya pada cermin datar dan cermin lengkung. Pembiasan cahaya meliputi hukum pembiasan Snellius, pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung. Sedangkan materi perlatan optik meliputi beberapa alat optik yang digunakan sehari-hari seperti lup, mikroskop, dan teropong.

Melalui pembelajaran optika geometris, murid diharapkan dapat mencapai beberapa standar kompetensi seperti menganalisis peristiwa pemantulan dan pembiasan cahaya, mengidentifikasi jenis- pemantulan, memahami hukum pemantulan dan pembiasan cahaya, memahami pembentukan bayangan pada cermin dan lensa, dan menganalisis alat optik secara kualitatif dan kuantitatif beserta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Optika geometris merupakan ilmu fisika yang khusus mempelajari tentang pemantulan dan pembiasan cahaya. Peristiwa pemantulan dan pembiasan cahaya dapat dijelaskan melalui hukum Snellius tentang pemantulan dan pembiasan. Keduanya menunjukkan bagaimana hubungan antara sinar datang dengan sinar pantul atau sinar bias ketika suatu berkas cahaya mengenai bidang tertentu.

Pemantulan cahaya terjadi ketika berkas cahaya mengenai suatu bidang pantul. Secara garis besar, pemantulan cahaya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur. Untuk kajian selanjutnya, difokuskan pada pemantulan teratur. Menurut Hukum Snellius, besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul. Beberapa benda yang memantulkan cahaya antaralain cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung.

Pembiasan cahaya merupakan fenomena dibelokkannya arah rambat cahaya ketika bergerak dari suatu medium ke medium lain yang berbeda kerapatan optiknya. Menurut hukum Snellius, sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal sedangkan sinar datang dari medium rapat menuju medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal. Peristiwa pembiasan akan dibahas pada lensa cembung dan lensa cekung.

Bab 6 Suhu dan Kalor

Pada bab ini akan dipelajari beberapa subtopik utama, yaitu pengukuran suhu dan termometer, pemuaian zat, kalor, perubaha wujud zat, dan perpindahan kalor. Untuk materi ini, murid diharapkan dapat menjelaskan definisi dari suhu dan alat ukur yang digunakan, mengkonversi skala suhu, menganalisis bentuk dan rumus pemuaian zat, membedakan kalor dan kalor jenis suatu zat, menganalisis perubahan wujud zat dan menjelasan fenomena perpindahan kalor.

Suhu adalah besaran pokok yang menyatakan ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Besar suhu suatu benda dapat diukur menggunakan alat yang disebut termometer. Terdapat beberapa jenis termometer yang umum digunakan sesuai kebutuhan, yaitu termometer cairan, termometer raksa dan alkohol, termometer klinis, termometer dinding, termometer maksimum-minimum, termometer gas, termokopel, dan pirometer.

Pemuaian adalah peristiwa memuainya suatu zat akibat dipanaskan. Ketika suatu zat dipanaskan, maka partikel-partikel zat bergetar lebih cepat sehingga saling menjauh dan mengakibatkan benda tersebut memuai. Secara garis besar, pemuaian dapat dibedakan menjadi pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume. Peristiwa balikan dari pemuaian adalah penyusutan. Penyusutan umumnya terjadi ketika suatu zat didinginkan dan mengakibatkan partikel zat bergetar lebih lemah dan saling mendekat hingga zat menyusut.

Kalor adalah energi yang berpindah. Kalor merupakan bentuk energi yang secara alami berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika dua benda bersentuhan. Kalor jenis merupakan sifat khas suatu zat yang menunjukkan kemampuannya untuk meyerap kalor. Perpindahan kalor dari suatu zat ke zat lain dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Bab 7 Listrik Dinamis

Pada bab ini akan dipelajari beberapa subtopik, yaitu alat ukur listrik, hukum Ohm dan hambatan, rangkaian listrik, energi dan daya listrik, dan hukum Kirchoff. Pada pembahasan ini murid diharapakan dapat mengidentifikasi beberapa alat ukur listrik dan mampu menggunakannya, memhami konsep dasar arus listrik, memahami hukum Ohm tentang hambatan listrik, penerapan hukum Ohm dan hukum Krichoff dalam rangkaian listrik.

Listrik dinamis merupakan bidang kajian yang khusus mempelajari tentang muatan listrik bergerak yang menyebabkan munculnya arus listrik. Arus listrik adalah aliran muatan listrik dan umumnya didefinisikan sebagai aliran partikel-partikel bermuatan positif melalui suatu penghantar (namun sebenarnya yang mengalir melalui konduktor adalah elektron bermuatan negatif).

Terdapat beberapa alat ukur yang umum digunakan untuk mengukur besaran-besaran dalam listrik dinamis, antaralain amperemeter untuk mengukur arus listrik, voltmeter untuk mengukur tegangan listrik, ohmmeter untuk mengukur hambatan listrik, dan alat multifungsi yang dapat digunakan untuk mengukur kuat arus, tegangan, dan hambatan yang disebut multimeter.

Dalam pembahasan rangkaian listrik, terdapat dua hukum yang penting untuk dipahami, yaitu hukum Ohm dan hukum Kirchoff. Hukum Ohm menyatakan besar hambatan dalam suatu penghantar dan hubungan antara hambatan dengan tegangan dan kuat arus. Sedangkan hukum Kirchoff (menjelaskan hubungan arus masuk dan arus keluaran) umumnya digunakan untuk menyelesaikan soal rangkaian listrik bercabang.

Pilih Topik Pelajaran

Pemantulan dan Pembiasan
OPTIKA GEOMETRIS
  • A. Pemantulan Cahaya
    B. Cermin Cekung dan Cembung
    C. Pembiasan Cahaya
    D. Lensa Cekung dan Cembung
    E. Peralatan Optik
  • Pelajari >>
Suhu dan Kalor
SUHU DAN KALOR
  • A. Suhu dan Termometer
    B. Pemuaian zat
    C. Kalor dan Kalor Jenis
    D. Perubahan Wujud Zat
    E. Perpindahan Kalor
  • Pelajari >>
Rangkaian listrik
LISTRIK DINAMIS
  • A. Alat Ukur Listrik
    B. Hukum Ohm dan Hambatan
    C. Rangkaian Listrik
    D. Energi dan Daya Listrik
    E. Hukum Kirchoff
  • Pelajari >>
Gelombang elektromagnetik
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
  • A. Gelombang Elektromagnetik (GEM)
    B. Sifat-sifat GEM
    C. Spektrum GEM
    D. Karakteristik GEM
    E. Aplikasi GEM
  • Pelajari >>

Bab 8 Gelombang Elektromagnetik

Pada bab ini akan dipelajari beberapa subtopik, yaitu pengertian dan penemuan gelombang elektromagnetik, sifat dan karakteristik gelombang elektromagnetik, spektrum gelombang elektromagnetik (bentuk atau macam-macam gelombang elektromagnetik), dan aplikasi gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang.

Dari bab ini diharapkan murid dapat menjelaskan definisi dari gelombang elektromagnetik, membedakan gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik, menjelaskan sifat dan karakteristik gelombang elektromagnetik, mengelompokkan berbagai gelombang elektromagnetik dalam spektrum, serta menjelaskan penerapan GEM dalam kehidupan sehari-hari.

Gelombang elektromagnetik (GEM) merupakan gelombang yang timbul akibat proses berantai dari pembentukan medan dan medan magnetik yang merambat ke segala arah. Medan magnet dan medan listrik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambatan sehingga gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal.

Berdasarkan tingkat energi dari paling tinggi ke tingkat energi paling rendah, gelombang elektromagnetik memiliki urutan sebagai berikut : sinar Gamma, sinar-X, ultraviolet, cahaya tampak, inframerah, radar mirko, TV, dan radio. GEM diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan seperti medis, pemancar, industri, dan sebagainya.

Demikianlah rangkuman teori fisika kelas sepuluh semester genap yang dapat edutafsi bagikan. Semoga dapat digunakan sebagai alat pendukung pembelajaran. Jika rangkuman ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi, follow IG Tafsi Junior, dan subscribe youtube Tafsi Video. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.



Advertisements