PENGGUNAAN HORMON PERTUMBUHAN SEBAGAI TEKNOLOGI PERTANIAN

Posted by on 14 August 2015 - 7:46 PM

Edutafsi.com - Teknologi Pertanian. Pada dasarnya, penelitian di bidang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan selain bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, juga bertujuan untuk melihat apakah ada alternatif tertentu yang dapat dilakukan untuk memacu aktivitas pertumbuhan pada tanaman khusunya tanaman pangan. Ditemukannya hormon pertumbuhan pada tumbuhan memacu para peneliti untuk mengembangkan teknologi pertumbuhan dan perkembangan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian. Seperti yang banyak kita jumpai dewasa ini. Banyak buah-buahan unggul dan berbeda dari biasanya beredar di pasaran. Sebut saja buah-buahan non biji, buah-buahan dengan ukuran yang besar, atau bahkan buah yang selalu ada di pasaran padahal kita tahu bahwa buah itu adalah buah musiman yang hanya ada pada musim buahnya saja.

Semua itu merupakan hasil dari penelitian di bidang pertanian yang tujuan utamanya adalah menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bersaing baik di pasar tradisional maupun di pasar modern sehingga penghasilan petani juga akan meningkat. 

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, terdapat beberapa hormon pertumbuhan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sering disebut fitohormon. Masing-masing fitohormon memiliki fungsinya masing-masing.

Ada yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan organ tanaman, ada yang berfungsi untuk merangsang pemasakan buah, ada pula yang berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan.

tanaman cabai

Degan diidentifikasinya jenis-jenis fitohormon dan fungsi-fungsi spesifiknya tentu menjadi keuntungan tersendiri dalam bidang pertanian sebab para peneliti dapat mengembangkan teknologi pertumbuhan dengan memanfaatkan atau memanipulasi faktor-faktor (fitohormon) yang ada untuk menghasilkan tanaman yang unggul dan produk yang berkualitas baik.

Bayangkan saja jika kita dapat menghasilkan buah semangka yang beratnya mencapai 15 kg tanpa biji, atau bibit mangga unggul yang dapat berbuah sepanjang tahun tanpa dipengaruhi musim, atau menghasilkan produk sayur-sayuran dalam jumlah yang besar dengan penggunaan lahan yang minimum. Teknologi seperti itulah yang terus dikembangkan oleh ahli pertanian.

Thailand merupakan salah satu negara yang terkenal dengan teknologi pertanian mereka. Banyak bibit-bibit unggul dihasilkan di sana yang kemudian diekspor ke negara kita dan digunakan oleh petani lokal misalnya semangka hibrida non biji. Indonesia juga memiliki banyak teknologi pertumbuhan yang patut dibanggakan namun tentu saja masing-masing teknologi memiliki kekurangan dan kelebihan.

Baca juga : Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Enzim.

Implikasi Teknologi Pertumbuhan

Berikut beberapa penggunaan fitohormon sebagai teknologi pertumbuhan yang diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengembangkan peroduktivitas dan kualitas produk pertanian.
  1. Teknologi Pemberantas Gulma
    Dihasilkannya hormon auksin sintetis ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan gulma yang menyerang tanaman. Dalam konsentrasi 0,1%, auksin sintetis dapat digunakan sebagai herbisida alternatif.

  2. Teknologi Partenokarpi
    Hormon auksin juga dikenal sebagai hormon yang memungkinkan terjadinya partenokarpi atau pembentukan buah tanpa biji. Hormon auksin yang diberikan pada tumbuhan yang sedang berbunga dapat menghambat proses penyerbukan dan gagalnya pembuahan yang akan menghasilkan biji sehingga dihasilkan buah tanpa biji.

  3. Produksi Buah Sepanjang Tahun
    Terbayangkan gimana asiknya kalau pohon rambutan di halaman rumah dapat berbuah sepanjang tahun walaupun belum musimnya? Dengan memanfaatkan fungsi auksin dan sitokinin diharapkan dapat membuat tanaman penghasil buah mampu menghasilkan bunga dan buah walaupun tidak pada musimnya.

  4. Memperbesar Ukuran Buah
    Hormon yang paling berperan dalam ukuran buah adalah hormon giberelin. Dengan fungsi tersebut, diharapkan pemberian giberelin pada tumbuhan yang mulai berbuah dapat memperbesar ukuran buah yang dihasilkan.

  5. Mencegah Kerontokan Buah
    Kerontokan bunga dan buah merupakan salah satu masalah yang mengurangi pendapatan petani. Rontoknya buah menyebabkan produk pertanian berkurang. Oleh karena itu, peneliti berusaha menemukan alternatif untuk mencegah rontoknya bunga dan buah. Salah satu alternatif yang diharapkan dapat mencegah kerontokan adalah pemberian hormon sitokinin pada saat tanaman berbunga dan berbuah.

  6. Memacu Pembungaan
    Aplikasi pemanfaatan hormon auksin dan etilen untuk memacu pembungaan sudah diterapkan pada tanaman mangga dan nanas. Pemberian kedua hormon tersebut secara bersamaan dapat memacu proses pembungaan sebelum waktunya.

  7. Teknologi Kultur Jaringan
    Kultur jaringan merupakan salah satu proses pembiakan yang sudah banyak dikembangkan untuk menghasilkan bibit unggul dengan sifat yang seragam. Untuk merangsang pembentukan batang pada proses kultur jaringan dapat dimanfaatkan hormon sitokinin.


Seluruh konten yang diterbitkan di edutafsi.com disusun oleh edutafsi dan dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.


Advertisements