Kebiasaan Buruk dan Kesalahan Umum Ketika Membaca

Posted by on 20 July 2016 - 8:04 AM

Jika buku kerap disebut sebagai jendela dunia, maka kegiatan membacalah kunci dari jendela tersebut. Tanpa membaca, tentu informasi yang ada di dalam buku tidak akan tersampaikan. Membaca merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam memperoleh informasi dan pengetahuan. Dengan membaca, banyak informasi yang dapat kita peroleh. Semakin banyak membaca, semakin kita sadar bahwa kita masih sangat kekuragan pengetahuan. Membaca menjadi salah satu budaya di beberapa negara seperti China. Sayangnya, hal ini tidak berlaku di negara kita. Indonesia termasuk negara dengan niat baca yang rendah. Sebagian besar pelajar di Indonesia hanya membaca sebagian halaman dari keseluruhan buku pelajaran sekolahnya atau bahkan hanya membacanya saat sedang belajar di kelas. Kondisi ini tentu membawa dampak tersendiri bagi generasi penerus karena niat baca yang rendah membuat kita hanya mengetahui sedikit informasi sementara mereka yang niat bacanya tinggi telah mengetahui berbagai hal.

Selain niat baca yang rendah, kendala dalam membaca yang umum kita hadapi adalah kebiasan-kebiasaan yang kurang baik ketika membaca suatu wacana. Kebiasaan buruk tersebut menjadi kesalahan umum yang terjadi ketika membaca.

Kebiasan-kebiasaan tersebut dapat menghambat pembaca dalam memahami isi wacana dan memperoleh informasi yang akurat. Alhasil, tak hanya menghabiskan banyak waktu untuk membaca, hasil yang kita peroleh dari kegiatan membaca itu juga menjadi kurang optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tentu kita harus mempelajari beberapa teknik membaca agar kita dapat membaca dengan benar serta memperoleh informasi secara optimal. Akan tetapi, sebelum kita membahas teknik tersebut, ada baiknya kita melihat terlebih dahulu tujuan dan manfaat dari membaca.

Tujuan dan Manfaat Membaca

Tujuan utama dari membaca adalah untuk memperoleh informasi dari wacana yang sedang kita baca. Dengan membaca kita dapat mengetahui ide atau gagasan yang ada di dalam suatu bahan bacaan.

Berikut beberapa tujuan dari membaca:
1. Menemukan hal tertentu (informasi, referensi, hiburan, dsb)
2. Memperoleh kesan umum
3. Menemukan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan

Sebagai salah satu kegiatan positif, membaca memberi beberapa manfaat antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan
2. Memperoleh pencerahan atau suatu persoalan
3. Waktu luang dimanfaatkan dengan benar
4. Memperoleh kesenangan tersendiri

Kebiasaan Buruk saat Membaca 

Adanya kebiasaan yang salah dalam membaca dapat menghambat pembaca dalam memperoleh informasi secara optimal. Oleh karena itu, kebiasaan-kebiasaan tersebut harus dihilangkan agar pembaca dapat memperoleh hasil yang otpimal dari kegiatannya membaca.

Beberapa kesalahan yang umum dalam membaca antaralain vokaliasi, subvokalisasi, menunjukkan bacaan yang dibaca dengan jari atau alat tunjuk lainnya, mengerakkan kepala mengiuti barisan bacan, dan membaca ulang bagian yang telah dibaca.

#1 Vokalisasi
Kebiasaan buruk yang paling umum ketika membaca adalah vokalisasi yaitu mengeluarkan suara atau mengerakkan bibir saat membaca (dengan catatan kegiatan membaca tidak membutuhkan suara atau bukan membaca untuk orang lain).

Kebiasaan membaca sambil komat-kamit selain menggangu konsentrasi, juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahaminya. Hal ini terjadi karena suara yang kita keluarkan akan didengar oleh telinga dan kemudian kata-kata yang kita dengar akan membebani fikiran.

#2 Subvokalisasi
Kesalahan umum selanjutnya adalah melafalkan bacaan dalam batin atau subvokalisasi. Sama seperti vokalisasi, subvokalisasi juga dapat mengganggu konsentrasi dan kecepatan membaca. Hal ini terjadi karena kita membaca sambil 'mendengar' kata yang diucapkan dalam fikiran.

Ketika melakukan subvokalisasi dalam membaca, maka kita membutuhkan waktu yang lebih banyak daripada seharusnya. Hal ini menyebabkan kecepatan membaca berkurang dan hanya mampu membaca 250-350 kata permenit seperti halnya berbicara.

#3 Kepala Bergerak Mengikuti Bacaan
Kebiasaan salah berikutnya adalah menggerakkan kepala mengikuti baris bacaan yang sedang dibaca. Kebiasaan ini tentu membuat kita harus berkali-kali menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan agar baris bacaan tetap terlihat.

Menggerakkan kepala mengikuti baris bacaan biasanya dilakukan oleh pembaca yang membaca kata demi kata. Padahal, tanpa menggerakkan kepala, mata kita dapat menlihat barisan tersebut dan menjangkau tiap-tiap kata yang ada di dalamnya.

Membaca kata demi kata diikuti dengan gerakan kepala yang dilakukan terus menerus, selain mengurangi kecepatan membaca juga dapat mengganggu konsentrasi. Ketika kita membaca kata demi kata, maka kita cenderung tidak melihat kata-kata tersebut secara keseluruhan sehingga seringkali kehilangan konsep.

#4 Gerakan Mata tidak Efisien
Salah satu poin penting yang mendukung kegiatan membaca secara cepat adalah gerakan mata. Akan tetapi, seringkali pembaca melakukan gerakan mata yang tidak efisien. Artinya, pembaca terfokus dari satu kata ke kata lain sambil mengartikan maksudnya di setiap baris.

Ketika gerakan mata tidak efisien, pembaca cenderung tidak menggunakan penglihatan tepi untuk melihat kata-kata di ujung setiap baris. Padahal, mata dapat menjangkau kira-kira empat sampai lima kata dalam satu waktu.

#5 Menggunakan Alat Tunjuk
Membaca sambil menggunakan jari sebagai alat tunjuk merupakan kebiasaan buruk yang masih umum dilakukan pembaca. Pembaca sengaja menggunakan jari atau alat tunjuk lainnya sebagai alat bantu untuk melihat baris bacaan yang sedang mereka baca.

Hal seperti ini sebenarnya tidak perlu dilakukan karena pasti akan mengurangi kecepatan kita dalam membaca. Ketika menggunakan alat tunjuk, tentu konsentrasi juga akan terbagi antara membaca dan menunjuk baris bacaan. Padahal, mata dapat melakukan fungsi tersebut tanpa alat tunjuk.

#6 Regresi
Kesalahan selanjutnya adalah membaca ulang apa yang tela dibaca atau disebut regresi. Regresi adalah membaca kembali materi yang sebenarnya tidak diperlukan. Banyak pembaca yang mempunyai kebiasaan membaca kembali kata-kata yang baru saja ia baca dan berfikir ulang untuk kata tersebut.

Kesalahan seperti itu diperparah dengan kemungkinan bahwa pembaca mungkin saja melompati beberapa kalimat yang penting ketika ia melakukan regresi. Kebiasaan ini tentu menyebabkan pembaca kehilangan struktur dan konsep teks sehingga pemahaman secara keseluruhan akan menurun.

Menghilangkan Kebiasan Buruk Saat Membaca

Agar kegiatan membaca berjalan secara efisien dan memberikan hasil yang optimal, maka kita perlu menghilangkan kebiasan-kebiasaan buruk saat membaca. Hal ini berkaitan langsung dengan kondisi fisik, konsentrasi, dan kamauan.

Berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan kebiasaan buruk saat membaca:
1. Pegang bahan bacaan dengan kedua tangan
2. Pandangan tegak lurus dengan bacaan
3. Menggerakkan bola mata bukan kepala
4. Mengatupkan bibir saat membaca
5. Tidak mengeluarkan suara
6. Konsentrasi pada bahan bacaan
7. Jangan terpaku pada detail

Demikian pembahasan mengenai kebiasan buruk yang umum dilakukan ketika membaca dan cara untuk mengatasinya. Dengan serius berlatih, maka kita pasti bisa membaca dengan cepat dan memperoleh informasi secara akurat.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment