JENIS-JENIS TANDA BACA DAN FUNGSINYA

Posted by on 10 September 2016 - 2:24 PM

Tanda baca adalah tanda atau simbol yang digunakan dalam suatu kalimat atau paragraf yang berguna untuk menunjukkan struktur dan organisasi dari sebuah wacana sekaligus sebagai patokan intonasi dan jeda bagi pembaca. Tanda baca tidak berhubungan dengan bunyi fonem, kata atau frase dalam bahasa tetapi sebagai pelengkap dalam sebuah tulisan. Dengan adanya tanda baca, sebuah tulisan dapat dipahami maksudnya sesuai dengan penempatan tanda baca tersebut. Selain sebagai petunjuk intonasi dan jeda bagi pembaca, tanda baca juga memiliki beberapa fungsi lain sesuai dengan jenisnya. Aturan penggunaan tanda baca bisa berbeda untuk tiap bahasa dan terus berkembang seiring perkembangan bahasa. Pada kesempatan ini, Bahanbelajarsekolah.blogspot.com akan memaparkan jenis-jenis tanda baca dalam Bahasa Indonesia beserta fungsi dan contoh pemakaiannya.

Dalam Bahasa Indonesia, dikenal beberapa jenis tanda baca yang umum digunakan yaitu tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda petik, tanda kurung, tanda kutip satu, tanda seru, tanda tanya, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda penyingkat.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Titik

Tanda titik (.) merupakan tanda baca yang paling umum digunakan dalam sebuah tulisan. Tanda titik juga merupakan salah satu syarat sebuah kalimat. Tanda titik digunakan untuk berbagai keperluan dalam penulisan kalimat atau karya tulis, yaitu:

#1 Untuk mengakhiri kalimat
Tanda titik digunakan di akhir kalimat dan berfungsi untuk mengakhiri kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik juga dikenal sebagai tanda henti.

Contoh :
1. Kepala sekolah mengumumkan nama murid yang menerima beasiswa.
2. Para murid diwajibkan memakai seragam batik di hari jumat.

#2 Menunjukkan bagian atau daftar
Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar. Misalnya penggunaan titik di dalam daftar isi buku.

Contoh :
BAB 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Batasan Masalah
1.5 Sistematika Penulisan

#3 Untuk menunjukkan waktu
Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu. jadi untuk menuliskan waktu kita bisa menggunakan tanda titik.

Contoh :
1. 0.30.25 jam (30 menit, 25 detik)
2. Pukul 1.20.15 (pukul 1 lewat 20 menit 15 detik)

#4 Untuk singkatan nama orang, gelar, atau jabatan
Tanda titik juga digunakan pada akhir singkatan nama orang atau singkatan gelar, jabatan, pangkat, atau sapaan. Penggunaan ini biasanya digunakan jika kita akan menuliskan nama seseorang beserta gelarnya atau dalam penulisan daftar pustaka.

Contoh :
1. Drs. H. Lukman
2. Nasution, Andre. 1989. Penggunaan Tanda Baca. Jakarta : Erlangga.

#5 Untuk singkatan kata yang sudah umum
Selain pada nama atau gelar, tanda titik juga digunakan pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah umum.

Contoh :
1. Dan lain lain = dll.
2. Dan sebagainya = dsb.

Baca juga : Perbedaan antara Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Koma

Dalam sebuah kalimat, tanda koma (,) biasa digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau unsur-unsur dalam sebuah kalimat. Bagi pembaca, tanda koma biasa dijadikan sebagai jeda.

#1 Memisahakan anak kalimat
Tanda koma paling umum digunakan untuk memisahkan anak kalimat dengan induk kalimat jika anak kalimat ditulis mendahului induk kalimat.

Contoh :
1. Karena mengantuk, supir truk itu menabrak pembatas jalan.
2. Kalau kamu tidak datang, aku juga tidak akan datang.

#2 Memisahkan kalimat setara
Penggunaan tanda koma selanjutnya adalah untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh penghubung seperti tetapi atau melainkan.

Contoh :
1. Dia bukan teman saya, melainkan tetangga nenek saya.
2. Leni ingin menonton konser musik, tetapi hari hujan sangat deras.

#3 Memisahkan unsur dalam perincian
Tanda koma dapat digunakan untuk untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Kita menggunakan tanda koma di antara unsur-unsur perincian.

Contoh :
1. Pagi ini adik memakan roti, puding, dan apel.
2. Surat dinas, surat pribadi, dan surat resmi merupakan jenis-jenis surat.

#4 Untuk memisahkan kalimat penghubung
Tanda koma juga digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat, misalnya kata oleh karena itu, lagi pula, meskipun begitu, dan sebagainya.

Contoh :
1. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.
2. Akan tetapi, tidak semua orang mau membantunya.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Titik Koma

Tanda titik koma (;) merupakan tanda baca yang digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara dan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

Contoh :
1. Hari sudah gelap; gadis itu belum pulang juga.
2. Tika bermain di halaman; David menonton youtube; Lia sendiri membaca di kamarnya.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Titik Dua

#1 Untuk mengawali rangkaian
Tanda titik dua (:) digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian, perincian, atau pemerian.

Contoh :
1. Kita membutuhkan banyak alat tulis : pensil, pena, spidol warna, buku, dan penggaris.
2. Gadis malang itu hanya punya dua pilihan : melawan atau menyerah.

#2 Untuk penulisan teks drama
Tanda titik dua juga biasa digunakan dalam teks drama dan digunakan sesudah kata yang menunjukkan pelaku atau tokoh dalam percakapan.

Contoh :
1. Dani : (sambil memegang kepalanya) " Aduh, kapan ini akan selesai?"
2. Lana : "Sudah jangan mengeluh terus. Kerjakan saja tugasmu!"

Baca juga : Langkah-langkah Menyusun Karangan yang Baik dan Benar.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Hubung

#1 Untuk menyambung suku kata
Tanda hubung (-) digunakan untuk menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris dalam penulisan sebuah paragraf.

Contoh :
Tidak hanya karena perbuatannya yang jahat, gadis itu juga di-benci
karena wajahnya yang sinis.

#2 Untuk menulis kata ulang
Kata hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur dalam kata ulang. Pengulangan kata yang bukan merupakan kata ulang tidak perlu diberi tanda hubung.

Contoh :
1. Ibu sangat menyayangi anak-anak.
2. Jika sudah matang, warna buahnya akan kemerah-merahan.

#3 Untuk menunjukkan ejaan
Ketika akan menuliskan ejaan dari sebuah kata, kita juga menggunakan tanda hubung untuk menyambung huruf kata yang dieja. Kata hubung juga digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal.

Contoh :
1. P-r-a-m-u-k-a
2. 02-08-2016

#4 Untuk mernagkai imbuhan tertentu
Tanda hubung juga digunakan untuk merangkai imbuhan se- dengan kata yang dimulai huruf kapital, merangkai ke- dengan angka, merangkai angka dengan -an, dan merangkai singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata.

Contoh :
1. Lomba ini akan diadakan se-Indonesia
2. Karena gagal, anak itu hanya mendapat hadiah ke-3
3. Lagu itu diciptakan pada tahun 90-an
4. Perusahaan itu terpaksa mem-PHK-an beberapa pegawainya.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Petik

#1 Untuk mengapit petikan 
Tanda petik (") digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan atau dialog pada sebuah naskah atau tulisan lain.

Contoh :
1. Tika : "Bagaimana buku itu bisa ada padamu?"
2. Dani : "Lea meminjamkannya padaku"

#2 Untuk Mengapit Judul
Tanda petik juga digunakan untuk mengapit judul syair, karangan, lagu, film, atau buku yang digunakan dalam sebuah kalimat.

Contoh :
1. Malan ini, Trans TV akan menayangkan "Stolen 2".
2. Bu guru meminta kami untuk membaca novel "Terpaksa" karangan Bella Jimo.

#3 Mengapit Istilah
Tanda petik dua juga digunakan untuk mengapit sebuah istilah ilmiah yang kurang dikenal atau mempunyai arti khusus.

Contoh :
1. Gadis itu dijuluki "Macan Sedeng" oleh teman-temannya.
2. Saat berada di ruangan itu, pengunjung harus "nderet" sembari membaca mantra.

Selain tanda petik ("), juga dikenal tanda petik tungal (') yang digunakan untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain dan untuk mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Baca juga : Cara Merumuskan Kesimpulan Secara Deduktif dan Induktif.

Fungsi Tanda Kurung

Tanda kurung biasa ( ) digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan mengenai istilah tertentu yang belum banya diketahui, dan mengapit penjelasan yang bukan bagian poko pembicaraan. Tanda kurung siku { } digunakan untuk mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai penjelas atau menyatakan keanggotaan atau himpunan.

Contoh :
1. AIDS (HIV) adalah penyakit karena virus yang ditularkan melalui darah.
2. HP = {x| 5 < x < 8, x E R }.

Fungsi dan Penggunaan Tanda Tanya

Sesuai dengan namanya, tanda tanya (?) digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat tanya. Tanda tanya merupakan karakter atau ciri dari sebuah kalimat tanya. Penggunaan tanda tanya di dalam tanda kurung menandakan bahwa pernyataan yang mendahuluinya amsih diragukan kebenarannya.

Contoh :
1. Apa yang harus kita lakukan sekarang?
2. Aming menikah dengan seorang transgender (?)

Fungsi dan Penggunaan Tanda Seru

Tanda seru (!) digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat seruan. Tanda ini digunakan setelah ungkapan atau pernyataan yang berisi seruan atau perintah. Penggunaan tanda baca dapat menunjukkan kesan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang memuncak.

Contoh :
1. Tunggu! kau tidak boleh masuk ke kamar itu!
2. Aku benar-benar tidak habis fikir kau melakukannya!
3. Pergi! Aku tidak ingin melihatmu lagi.

Baca juga : Ciri dan Syarat-syarat Kalimat Komunikatif.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements