CARA CEPAT MENENTUKAN SIFAT BAYANGAN PADA CERMIN CEKUNG

Posted by on 08 December 2017 - 7:58 PM

Edutafsi.com - Cara Mudah Menentukan Karakter Bayangan yang Dihasilkan Cermin Cekung dengan Metode Penomoran. Salah satu materi yang dipelajari dalam subbab pemantulan cahaya adalah menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh sebuah cermin. Pada bahan belajar sebelumnya, edutafsi telah memaparkan bagaimana cara menentukan sifat atau karakateristik bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung dengan menggunakan sinar-sinar istimewa. Melukis pembentukan bayangan untuk mengetahui sifat bayangan merupakan cara yang umum digunakan. Akan tetapi, cara tersebut bisa dibilang kurang praktis terlebih jika murid dituntut untuk mengejar waktu dalam menyelesaikan suatu soal. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, edutafsi akan membahas cara cepat untuk menentukan sifat bayangan pada cermin cekung.

A. Penomoran Ruang Cermin

Salah satu cara mudah atau cara cepat yang biasa digunakan untuk menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung adalah dengan menggunakan metode penomoran. Untuk menerapkan metode ini, yang perlu kita ingat adalah bagaimana penomoran ruang di dalam cermin cekung. Selain itu, kita juga harus memperhatikan mana bagian depan dan bagian belakang cermin.

Penomoran ruang cermin nantinya berguna untuk mengetahui letak, jenis, orientasi, dan ukuran bayangan yang dihasilkan tanpa harus melukiskan pembentukan bayangan. Dengan cara ini, kita dapat menghemat waktu karena kita dapat dengan mudah menentukan karakteristik dari bayangan yang dihasilkan sesuai posisi bendanya.

Secara umum, ruang pada cermin cekung dibedakan menjadi empat ruang, yaitu ruang I, ruang II, ruang III, dan ruang IV. Beberapa buku mungkin menggunakan ruang 1, ruang 2, ruang 3, dan ruang 4, tetapi maknanya sama saja. Penomoran ruang pada cermin cekung dilihatkan pada gambar di bawah ini.

Cara mudah menentukan sifat bayangan

Perhatikan bahwa penomoran ruang pada cermin cekung tidak tersusun secara teratur. Ruang pertama berada paling dekat dengan cermin bagian depan sedangkan ruang keempat berada di bagian belakang cermin, seperti terlihat pada gambar di atas.

Pada gambar terdapat tiga titik yang diberi simbol M, F, dan O. M merupakan titik pusat kelengkungan (beberapa buku menggunakan simbol P), F merupakan titik fokus cermin, dan O merupakan titik pusat cermin. Jarak dari titik O ke F disebut jarak fokus (f) sedangkan jarak dari titik O ke M disebut jari-jari kelengkungan (R).

Berikut makna dari penomoran di atas :
1). Ruang I : antara O dan F → (s < f)
2). Ruang II : antara F dan M → (f < s < R)
3). Ruang III : antara M dan ~ → (s > R atau s > 2f)
4). Ruang IV : antara O dan ~ → belakang cermin.

Untuk melihat bayangan benda, maka umumnya benda nyata diletakkan di depan cermin, yaitu pada ruang I, ruang II, atau ruang III. Sedangkan bayangan yang terbentuk akan berada pada ruang IV, ruang III, atau ruang II.

Selain menggunakan metode penomoran, sebenarnya sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin dapat ditentukan dengan menggunakan rumus umum. Hanya saja ada beberapa perjanjian yang harus diperhatikan. Berikut edutafsi lampirkan pembahasan cara menentukan sifat bayangan dengan rumus umum.

Baca juga : Rumus Umum untuk Menentukan Sifat Bayangan.

B. Menentukan Sifat Bayangan dengan Metode Penomoran

Setelah memahami penomoran ruang pada cermin cekung, maka sifat bayangan yang dihasilkannya akan mudah ditentukan. Hubungan antara nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan dinyatakan dengan persamaan berikut :
R benda + R bayangan = 5

Keterangan :
R benda = nomor ruang benda (1, 2, atau 3)
R bayangan = nomor ruang bayangan (4, 3, atau 2).

Karena umumnya posisi benda diketahui (Nomor ruang benda diketahui), maka nomor ruang bayangan dapat ditentukan dengan rumus berikut :
R bayangan = 5 − R benda

Dari perhitungan tersebut akan diperoleh nomor ruang bayangan. Selanjutnya, berikut aturan dalam penentuan sifat bayangan berdasarkan ruang bayangan yang dihasilkan:
1). Jika R bayangan sama dengan 2 atau 3 → bayangan di depan cermin
2). Jika R bayangan sama dengan 4 → bayangan di belakang cermin
3). Jika bayangan di depan cermin → bayangan nyata dan terbalik
4). Jika bayangan di belakang cermin → bayangan maya dan tegak
5). Jika R bayangan > R benda → bayangan diperbesar
6). Jika R bayangan < R benda → bayangan diperkecil.

Berikut tabel sifat bayangan untuk beberapa posisi benda
Ruang BendaRuang BayanganSifat Bayangan
IIVMaya, tegak, diperbesar
IIIIINyata, terbalik, diperbesar
III IINyata, terbalik, diperkecil

Contoh :
Sebuah benda diletakkan pada jarak 8 cm di depan cermin cekung yang memiliki jarak fokus 10 cm. Tentukanlah sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin tersebut!

Pembahasan :
Dik : f = 10 cm, s = 8 cm, maka s < f
Dit : sifat bayangan = .... ?

Karena s < f, maka benda berada di ruang I. Dengan demikian, ruang bayangannya adalah:
⇒ R bayangan = 5 - R benda
⇒ R bayangan = 5 - 1
⇒ R bayangan = 4

Karena bayangan berada di ruang 4 (di belakang cermin), maka bayangan yang terbentuk besifat maya dan tegak. Karena R bayangan > R benda (4 > 1), maka bayangan yang dihasilkan mengalami perbesaran. Jadi, sifat bayangannya adalah maya, tegak, dan diperbesar.

Metode penomoran ruangan untuk menentukan sifat bayangan juga dapat diterapkan untuk menentukan sifat bayangan pada lensa. Hanya saja, metode penomorannya sedikit berbeda. Untuk melihat pembahasan mengenai cara cepat menentukan sifat bayangan pada lensa, berikut edutafsi lampirkan pembahasannya.

Baca juga : Metode Penomoran Ruang pada Lensa.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara mudah menentukan sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung. Jika bahan belajar ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman-teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements