Pola Pengembangan Paragraf dan Contoh Karangan

Posted by on 23 July 2016 - 9:07 AM

Berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf dapat dibedakan menjadi paragraf deduksi, paragraf induksi, dan paragraf campuran. Pada paragraf deduksi, gagasan utama berada di awal paragraf. Pada paragraf insuksi, gagasan utamanya berada di akhir paragraf. Sedangkan paragraf campuran memiliki gagasan utama pada awal dan akhir paragrafnya. Ketiga jenis paragraf tersebut dapat dikembangkan dengan pola yang berbeda-beda. Pola paragraf menjadi acuan atau kerangka fikir bagi penulis dalam mengembangkan paragraf. Pada kesempatan sebelumnya, telah disebutkan secara ringkas apa-apa saja pola yang biasa digunakan untuk mengembangkan sebuah paragraf. Pada kesempatan ini, kita akan membahas pola-pola tersebut lebih jauh beserta contoh paragrafnya. Dengan begitu, diharapkan murid dapat memahami beberapa pola pengembangan paragraf dan dapat memanfaatkannya dalam kegiatan menulis atau mengarang sesuai dengan pemahamannya.

Penalaran Deduksi dan Induksi

Penalaran deduksi adalah suatu proses atau metode pengembangan paragraf dengan cara mengemukakan hal-hal umum sebagai kalimat utama terlebih dahulu kemudian kalimat tersebut dilengkapi dengan hal-hal khusus yang memperjelas kalimat utama.

Dengan kata lain, pada penalaran deduksi kita mengemukakan fakta umum di awal paragraf disusul gagasan-gagasan penjelas dan pelengkap. Penalaran seperti ini sering disebut dengan penalaran umum-khusus. Pola pengembangan yang biasa digunakan dalam penalaran deduksi adalah silogisme dan entimen.

Sebaliknya, penalaran induksi adalah proses atau metode pengembangan paragraf dengan cara mengemukakan hal-hal khusus yang berfungsi sebagai penjelas terlebih dahulu baru kemudian menyimpulkan gagasan utamanya yang bertindak sebagai fakta umum.

Dengan kata lain, pada penalaran induksi kita mengemukakan hal-hal khusus berkenaan dengan fakta umum di awal paragraf sedangkan gagasan utama atau fakta umumnya berada di akhir paragraf. Pola pengembangan seperti ini sering disebut penalaran khusus-umum.

Pada paragraf campuran, penulis dapat memanfaatkan penalaran deduktif dan penalaran induktif untuk menghasilkan sebuah paragraf yang padu dan dapat dimengerti. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai pola-pola pengembangan paragraf, simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga : Pengertian, Unsur, Syarat dan Jenis-jenis Paragraf.

Pola Pengembangan Paragraf

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pola pengembangan paragraf berfungsi sebagai acuan atau kerangka fikir bagi penulis dalam mengembangkan paragraf. Sebelum mengembangkan sebuah paragraf, ada baiknya kita menentukan pola pengembangan yang akan kita gunakan agar lebih terarah.

Beberapa pola pengembangan paragraf yang umum digunakan dalam paragraf deduksi, induksi, dan campuran adalah pola umum-khusus, pola khusus-umum, pola definisi luas, pola proses, pola sebab akibat, pola ilustrasi, pola pertentangan dan perbandingan, pola analisis, pola pengklasifikasian, pola titik pandang, dan pola seleksi.

#1 Pola Umum-Khusus
Pola umum-khusus merupakan pola pengembangan yang paling umum digunakan. Pola ini mencakup pola umum-khusus dan khusus-umum. Sesuai dengan namanya, pola ini diawali dengan pernyataan yang sifatnya umum/khusus kemudian disusul pernyataan yang sifatnya khusus/umum.

Pada paragraf deduksi pola pengembangan umum-khusus disebut dengan silogisme sedangkan pada paragraf induksi pola pengembangan khusus-umum disebut generalisasi. Pada pola umum-khusus, fakta atau pernyataan umum menjadi kalimat awal sedangkan pada pola khusus-umum, fata atau pernyataan umum menjadi kalimat akhir.

Contoh Pola Umum-Khusus
Rina adalah seorang gadis yang sangat dermawan. Di lingkungannya, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka menolong orang lain. Ia tidak segan-segan memberi pertolongan kepada merea yang membutuhkan. Bersama teman komunitasnya, Rina sering mengadakan acara sosial untuk membantu korban bencana atau penggalangan dana untuk pasien kanker yang membutuhkan uluran dana.

Contoh Pola Khusus-Umum
Rina dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka menolong. Ia tidak akan segan memberi pertolongan pada warga yang membutuhkan. Bersama teman komunitasnya, Rina sering mengadakan acara sosial dan penggalangan dana untuk membantu korban bencana dan pasien kanker yang membutuhkan uluran dana. Rina adalah seorang gadis yang sangat dermawan.

Baca juga : Keterampilan Menyimak Wacana Lisan Secara Efektif.

#2 Pola Definisi Luas
Pola definisi luas merupakan pola pengembangan paragraf dengan cara memberikan keterangan atau arti terhadap suatu kata atau hal. Paragraf ini menguraikan gagasan yang abstrak atau istilah yang luas sehingga dapat menimbulkan kontroversi yang mmebutuhkan penjelasan.

Contoh Pola Definisi Luas
Memilih pasangan hidup melalui media sosial adalah kesalahan besar yang seharusnya dihindari. Bagaimanapun, berkenalan dengan orang melalui dunia maya beresiko membahayakan diri sendiri. Terlebih jika terlalu mudah percaya dengan bualan dan rayuan. Niat awal mencari pasangan malah menjadi korban tindakan kriminal. Alhasil, pengguna media sosial menjadi sasaran empuk para penjahat yang mengatasnamakan cinta.

#3 Pola Proses
Pola proses adalah pola pengembangan paragraf dengan cara membuat suatu urutan dari suatu tindakan atau kejadian. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan penulis dalam pola proses:
1. Mengetahui perincian secara menyeluruh
2. Membagi proses atas tahap-tahap kejadiannya
3. Menjelaskan tiap urutan dengan detail yang jelas

Contoh Pola Proses
Memahami isi buku secara keseluruhan dapat dilakukan dengan teknik SQ3R. Langkah pertama adalah dengan cara melakukan survey terhadap isi buku melalui daftar isi dan pendahuluan. Kemudian, susunlah beberapa pertanyaan dari poin-poin penting hasil survey. Langkah berikutnya, baca bagian yang perlu dengan teknik pemindaian sesuai dengan kata kunci pada pertanyaan. Setelah itu, tulis dan susun kembali pertanyaan dan jawaban yang telah diperoleh. Langkah terakhir, periksa kembali catatan dan diskusikan dengan teman.

#4 Pola Sebab Akibat
Sesuai dengan namanya, pola sebab akibat adalah pola pengembangan paragraf dengan cara melihat dan memaparkan hubungan sebab akibat pada tema yang akan dibahas. Pada pola ini kita dapat menggunakan hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab sesuai dengan cara yang kita inginkan.

Contoh Pola Sebab Akibat
Dalam sebulan, dani bisa absen dari kelas sebanyak 4 kali. Menurut teman-temannya, Dani sering terlihat sedang bermain di sebuah warung internet di saat jam sekolah. Saat di kelas, Dani sering mengganggu teman-temannya yang sedang mendengarkan penjelasan guru. Dani juga jarang mengerjakan tugas dan seringkali datang terlambat. Tak heran jika akhirnya Dani tinggal kelas dengan nilai rapor merah.

#5 Pola Ilutrasi
Pola ilustrasi adalah pola pengembangan paragraf yang biasanya digunakan untuk menyusun sebuah karangan dengan gagasan utama yang terlalu umum sehingga membutuhkan ilustrasi-ilustrasi konkret sebagai pendukung untuk memperjelas gagasan utama.

Contoh Pola Ilustrasi
Kehidupan masyarakat di pemukiman kumuh sangat memprihatinkan. Sebagian besar rumah penduduk berada di pinggir sungai yang telah tercemar akibat sampah. Masyarakat juga terpaksa memanfaatkan air sungai yang tidak layak pakai untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti mandi, mencuci, dan memasak. Sebagian warga juga memanfaatkan sungai sebagai pembuangan atau WC. Banyak orang tua dan anak-anak yang terkena penyakit kulit akibat kotor dan sebagian lagi mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga : Pengertian dan Jenis-jenis Karangan Beserta Contohnya.

#6 Pola Perbandingan
Pola perbandingan adalah pola pengembangan paragraf dengan cara membandingkan dua hal atau lebih. Pola perbandingan biasanya digunakan untuk mengembangkan paragraf yang membahas dua hal atau objek berdasarkan persamaan dan perbedaannya.

Contoh Pola Perbandingan
Rani dan Rina adalah dua pribadi yang sangat bertentangan. Rani memiliki sifat yang ramah sedangkan Rina sangat pemarah dan egois. Dari segi fisik, kedua gadis itu juga sangat berbeda. Rani memiliki tubuh tinggi semampai bak model dengan wajah tirus sedangkan Rina bertubuh pendek gemuk dengan wajah bulat. Pipi Rina sangat bulat dan tembam menyerupai tomat.

#7 Pola Analisis
Pola analisis adalah pola pengembangan paragraf yang biasa digunakan untuk menyusun paragraf eksposisi atau argumentasi. Pola analisis digunakan untuk menjelaskan suatu hal atau gagasan yang sifatnya umum ke dalam perincian-perincian yang logis.

Contoh Pola Analisis
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) terus menjamur di Indonesia. Tidak hanya dilakukan oleh para pejabat tinggi namun korupsi juga oleh pejabat kecil termasuk instansi pendidikan. Korupsi seolah menjadi penyakit menular yang menjalar dari pemimpin teratas hingga bawahan dan sulit untuk disembuhkan. Sepanjang semester pertama tahun 2016, lebih dari 30 perkara diperiksa oleh KPK. Berdasarkan data rekapitulasi penindakan dana korupsi, per 31 mei 2016 KPK melakukan penyelidikan 37 perkara, penyidikan 35 perkara, penuntutan 26 perkara, dan eksekusi 29 perkara.

#8 Pola Klasifikasi
Sesuai dengan namanya, pola pengembangan klasifikasi adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan hal, peristiwa, atau benda yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu. Melalui kesamaan tersebut, penulis mencoba menghubungkan berbagai hal menjadi satu kesatuan yang utuh.

Contoh Pola Klasifikasi
Berdasarkan bahasa yang digunakan, kamus dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu kamus ekabahas, kamus dwibahasa, dan kamus multibahasa. Kamus ekabahasa adalah kamus yang hanya menggunakan satu bahasa misalnya kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Kamus dwibahasa menggunaan dua bahasa misalnya kamus Indonesia-Inggris. Kamus multibahasa menggunakan lebih dari dua bahasa misalnya kamus Indonesia-Arab-Inggris.

Baca juga : Pengertian, Bagian, Jenis dan Fungsi Kamus.

#9 Pola Sudut Pandang
Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan sudut pandang pengarang untuk melihat atau menceritakan sesuatu. Pengembangan paragraf dengan pola sudut pandang didasarkan pada persepsi yang berkaitan dengan posisi atau tempat penulis pada karangan tersebut.

Contoh Pola Sudut Pandang
Pagi itu, aku berdiri di depan pintu dengan niat menghirup udara segar. Aku memandang halaman yang luas dan melihat seorang bocah sedang tertidur di bawah jendela kamar. Ia tidur dengan hanya beralaskan surat kabar. Dari kejauhan aku bisa melihat anak itu memeluk tubuhnya sendiri dan berusaha menahan dingin yang menusuk tubuhnya. Aku mendekatinya dan membangunkannya dengan tujuan membawanya masuk dan memberikannya tumpangan untuk tidur.

#10 Pola Seleksi
Pola seleksi adalah pola pengembangan paragraf yang menggambarkan suatu objek secara perbagian. Jadi, penggambaran objek tidak dilakukan secara utuh dan menyeluruh melainkan dipilih secara perbagian.

Contoh Pola Seleksi
Warga Jombang dihebohkan dengan penemuan mayat di dalam kardus. Mayat wanita yang sudah tidak teridentifikasi tersebut terlihat sangat rusak terutama bagian wajahnya. Bola mata sebelah kanan terlihat keluar sedangkan hidung dan bibirnya hancur seperti terbentur benda keras. Polisi menduga wanita tersebut adalah korban tabrak lari.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment