JENIS-JENIS PUISI LAMA, PUISI BARU, DAN KONTEMPORER

Posted by on 07 October 2016 - 6:20 PM

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang cenderung mudah dikenali karena memiliki suatuu karakter yang membedakannya dengan karya sastra lainnya. Puisi adalah sebuah karya yang menggunakan bahasa cenderung singkat, padat, dan sebagian besar menekankan penggunaan kata-kata kiasan dengan gaya bahasa atau majas tertentu untu meningkatkan kesan. Dari sekian banyak karya sastra, puisi termasuk karya yang memerlukan kemerduan dalam pengungkapannya. Karena cenderung menggunakan kata-kata bermakna konotatif serta kiasan, puisi membutuhkan penalaran untuk memahami maksudnya dan terkadang dapat menimbulkan beberapa arti yang berbeda. Pembaca mungkin akan mengartikan isi puisi secara berbeda dengan makna yang dimaksudkan oleh penulisnya. Meski demikian, umumnya sebuah puisi dapat diketahui maknanya dengan memanfaatkan parafrase, yaitu mengubahnya menjadi bentuk prosa dengan menambahkan beberapa kata atau klausa sehingga membentuk kalimat yang mudah dipahami. Pada kesempatan ini, Bahan belajar sekolah akan membahas beberapa jenis puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.

Jenis-jenis Puisi Lama

Puisi lama adalah jenis puisi yang masih sangat terikat oleh aturan-aturan tertentu seperti jumlah kata dalam satu baris, banyak suku kata dalam tidap baris, jumlah baris dalam satu bait, rima atau persajakan, dan irama. Karena aturan-aturan tersebut, maka puisi lama umumnya memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali.

Berikut beberapa ciri dari puisi lama:
1. Terikat aturan atau pola tertentu
2. Umumnya merupakan puisi rakyat
3. Biasanya nama pengarang tidak diketahui
4. Umumnya merupakan sastra lisan
5. Disampaikan dari mulut ke mulut

Tidak semua puisi lama menggunakan aturan yang sama. Oleh karena itu, terciptalah beberapa jenis atau bentuk puisi lama dengan aturan tersendiri. Beberapa jenis puisi lama yang paling populer antaralain pantun,
mantra, syair, dan gurindam.

#1 Ciri-ciri Pantun
Pantun adalah bentuk puisi lama yang memiliki sajak a-b-a-b. Deengan penggunaan sajak tersebut, tentu pantun sangat mudah dikenali. Dahulu, pantun menjadi salah satu bentuk komunikasi antar orang baik melalui berbalas pantun atau melalui lagu.

Jenis-jenis Puisi, Puisi lama, puisi baru, dan kontemporer

Beberapa ciri-ciri pantun antaralain:
1. Bersajak a-b-a-b
2. Terdiri dari empat baris dalam satu bait
3. Tiap baris terdiri dari delapan hingga dua belas suku kata
4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
5. Baris ketiga dan keempat merupakan isi

Selain pantun, dikenal juga beberapa bentuk puisi lama yang mirip dengan pantun, yaitu karmina, seloka, dan taliban. Karmina adalah pantun kilat yang lebih pendek bersajak aa-aa, aa-bb serta tidak memiliki sampiran.
Seloka adalah pantun yang saling berkait sedangkan talibun adalah pantun genap yang terdiri dari 6, 8, atau 10 baris tiap baitnya.

Contoh pantun :
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu bersunguh-sunguh
Jangan sampai ada yang ketinggalan

Baca juga : Ciri-ciri Karya Ilmiah, Jenis dan Sistematika Penulisan.

#2 Ciri-ciri Mantra
Mantar adalah puisi lama yang umunya digunakan dalam upacara adat atau keagamaan. Mantra biasanya mengandung nilai atau kekuatan magis sehingga dapat menimbulkan efek atau kesan tertentu jika dibaca atau diucapkan.

Beberapa ciri-ciri mantra antaralain:
1. Bersifat sakti atau mengandung kekuatan magis
2. Bersajak abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde
3. Menggunakan bahasa khusus yang bersifat esoferik
4. Cenderung lebih bebas dalam hal suku kata, baris, atau sajak
5. Biasanya digunakan dalam upacara keagamaan

#3 Ciri-ciri Syair
Syair adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris isi tiap bait dan bersajak aaaa. Syair berasal dari Arab dan umumnya berisi tentang kisah inspiratif atau nasihat.

Beberapa ciri-ciri syair antaralain:
1. Terdiri dari empat baris
2. Bersajak aaaa
3. Semua baris merupakan isi
4. Umunya berisi nasihat

#4 Ciri-ciri Gurindam
Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua baris tiap bait dan bersajak aa. Sama seperti syair, gurindam biasanya juga berisi nasihat atau petuah.

Beberapa ciri-ciri gurindam antaralain:
1. Terdiri dari dua baris
2. Bersajak aa
3. Biasanya berisi nasihat atau petuah
4. Baris pertama merupakan soalan atau masalah
5. Baris kedua berisi jawaban atau akibat

Jenis-jenis Puisi Baru

Puisi baru adalah bentuk puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat puisi lama sehingga cenderung lebih bebas. Puisi baru berkembang dari puisi lama yang telah mendapat pengaruh dari luar yang puisinya tidak terikat oleh aturan rima, jumlah baris, atau jumlah suku kata.

Berdasarkan bentuknya, puisi baru dibagi menjadi:
1. Distichon : terdiri dari dua baris tiap bait (puisi dua seuntai)
2. Terzina : terdiri dari tiga baris tiap bait (puisi tiga seuntai)
3. Kuartet : terdiri dari empat baris tiap bait (puisi empat seuntai)
4. Quin : terdiri dari lima baris tiap bait (puisi lima seuntai)
5. Sektet : terdiri dari enam baris tiap bait (puisi enam seuntai)
6. Septime : terdiri dari tujuh baris tiap bait (puisi tujuh seuntai)
7. Stanza : terdiri dari delapan baris (puisi delapan seuntai)
8. Soneta : terdiri dari empat belas baris

Baca juga : Aturan Penggunaan Huruf Kapital, Huruf Miring, dan Singkatan.

Jenis-jenis Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang sudah tidak menggunakan kaidah penulisan puisi pada umumnya. Para penulis cenderung lebih bebas mengekspresikan gagasannya tanpa memperhatikan aturan-aturan atau pola tertentu. Puisi kontemporer lebih mengutamakan isi daripada bentuk.

#1 Puisi Mini Kata
Puisi mini kata adalah jeni puisi kontemporer yang menggunakan jumlah kata sangat terbatas atau sedikit. Puisi mini kata biasanya dilengkapi dengan tanda baca atau tanda bantu tertentu seperti huruf, garis, titik, dan sebagainya.

#2 Puisi Konkret
Puisi konkret adalah puisi kontemporer yang membuat bunyi dan kata menjadi berwujud. Puisi jenis ini mencoba menghadirkan gagasan senyata mungkin sehingga mencoba menemukan lafal atau bunyi yang tepat untuk menunjukkan bunyi dan kata.

#3 Puisi Tanpa Kata
Sesuai dengan namanya, puisi tanpa kata adalah puisi kontemporer yang tidak menggunakan kata. Puisi jenis ini lebih mengutamakan penggunaan titik, garis, atau simbol tertentu untuk mengespresikan suatu gagasan atau ungkapan.

#4 Puisi Mbeling
Puisi mbeling adalah puisi kontemporer yang cenderung menghadirkan humor dan corak kelakar melalui lagu sederhana. Puisi mbeling biasanya digunakan untuk mengekspresikan sebuah kritikan sosial dan cenderung bebas dalam pemilihan atau penggunaa kata.

#5 Puisi Multi Lingual
Puisi multi lingual adalah jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari berbagai bahasa, baik bahasa daerah ataupun bahasa asing. Jenis puisi ini terkesan unik karena mencampurkan beberapa kata dari bahasa yang berbeda.

#6 Puisi Tipografi
Puisi tipografi adalah puisi kontemporer yang mengutamakan wujud atau bentuk fisik puisi untuk memperkuat ekspresi puisi tersebut. Dalam puisi ini, wujud fisik puisi yang biasanya dihasilkan dari cara penulisan yang diatur sedemikian rupa termasuk salah satu unsur puisi.

#7 Puisi Mantar (Supra Kata)
Puisi supra kata adalah puisi kontemporer yang cenderung memutarbalikkan kata-kata konvesional serta menemukan kata-kata baru yang belum pernah ada sebelumnya. Puisi seperti ini biasanya menimbulkan kesan magis karena cenderung mementingkan aspek bunyi dan ritme.

#8 Puisi Idiom Baru
Sesuai dengan namanya, puisi idiom baru adalah puisi kontemporer yang cenderung menggunakan idiom atau ungkapan baru. Puisi jenis ini biasanya menyajikan kata-kata dalam cara yang berbeda dari umumnya sehingga dihasilkan ungkapan dengan makna baru.

Baca juga : Pengertian, Unsur-unsur Drama dan Jenis Drama.


Edutafsi.com adalah blog bahan belajar sekolah yang ditujukan untuk membantu murid belajar. Dukung edutafsi untuk terus berkembang dengan like laman facebook edutafsi dan follow IG Tafsi Junior. Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements